Beranda » Uncategorized » Humor/Comedy » (TWOSHOT) HaeSica Love Story – Love Letter 1

(TWOSHOT) HaeSica Love Story – Love Letter 1

Title : Love Letter
Author : Hyeonnie a.k.a. Lavenhya Choi
Cast : Jung Jessica-SNSD, Lee Donghae-Super Junior
Other cast : Choi Sooyoung-SNSD, Choi Siwon-Super Junior, Goo Hara-KARA
Length : Twoshot
Genre :  Romance, failed Comedy.. ^^
Disclaimer : THIS MINE AND DON’T BE PLAGIATOR!! Mian, agak gaje.. 🙂

-Yang anti HaeSica Couple, silahkan keluar lewat pintu sebelah sana… *baca:jangan dibaca!*
Dan bacalah jika ingin RCL… 🙂 Gomawo-

***

Saat kumelihatmu,,
Kau seperti bersinar.
Matamu, sangat berbinar.
Wajahmu, membuatku tak pernah bosan.
Inginnya aku memilikimuu.
Tapi, itu mustahil.
Seorang Jessica, siswa biasa,,
Memilikimu…
Itu sebatas mimpi dan khayalan.
Tapi, di dalam hatiku tumbuh keyakinan.
Walaupun aku tidak bisa memilikimu,
Tapi, aku bisa memiliki hatimu.

Saranghae, Donghae oppa.. Maukah kau menjadi namjachinguku?

“jess! Lihat, siapa yang datang!”seru Sooyoung, sahabat Jessica. Jessica mengehentikan kegiatannya, menulis surat. Jessica yang penasaran bukan main, melihat siapa yang datang ke kantin.

“uhukk.. uhukk…”Jessica terbatuk-batuk walaupun tidak memakan atau meminum sesuatu ketika melihat siapa yang datang.

“yaa!”ujar Sooyoung sambil mengelus-elus punggung Jessica.

“Soo,,, itu kan, Dong-Dong…”ucap Jessica terbata-bata. Sooyoung menjadi bingung.

“siapa? Kedondong, maksudmu?”tanya Sooyoung. Jessica dengan cepat menjitak kepala Sooyoung.

“Donghae oppa!”teriak Jessica di telinga Sooyoung, namun tidak dapat terdengar orang-orang (?)

“aissh! Aku tidak tuli!!”protes Sooyoung.

“lagian, kamu lola banget sih!”

***

Jessica POV

Aku melirik ke arah Donghae oppa. Oh my! Tampannya!

“mulai lagi gilanya…”ujar Soo sambil menyantap habis karinya. Aku hanya meliriknya sinis. Hum,, andaikan Donghae oppa itu bisa jadi namjachinguku, uwaa!! Aku bangga sekali!

“uhm, sillyehamnida, bisakah saya duduk di sini? Meja lain sudah penuh.”ujar seorang namja kepada aku dan Soo. Aku menghiraukan namja itu.

“uhukk.. uhm, silahkan..”ujar Soo yang agak gugup. Aku berbalik dan mendapat Siwon oppa sedang memakan kari. Ah! Pantas saja Soo gugup. Aku menyikut Soo. Ia terlihat bingung.

“ah, Siwon!”seru seorang namja. Suaranya terdengar familiar. Namja itu berlari ke meja kami. Omo! Donghae oppa?!

“ah, Donghae, ayo duduk.”suruh Siwon oppa. “uhm,, tidak apa-apa kan?”tanya Siwon oppa. Kami berdua mengangguk. Aku seperti patung sekarang. Aku tidak berani menatap Donghae oppa. Aku pun menunduk dan menyantap habis kariku dalam sekejap.

“Soo, aku duluan. Anyeong!”pamitku dan meninggalkannya.

“yaa! Jessica! Uhm,, aku juga duluan. Anyeong!”pamit Soo dan menyusulku.

“yaa! Kenapa kau meninggalkanku?!”tanya Sooyoung yang marah.

“entahlah..”jawabku asal. Aku dan Soo berjjalan menuju kelas.

“uhm,, Jess, aku baca dong surat cintamu. Supaya aku bisa menjiplak kata-katamu untuk Siwon oppa kan…”mohon Soo. Aku hanya tersenyum kecil.

“araseo.. tapi, jangan tertawa.”

“ara… ara… mana?”tanyanya tidak sabar. Aku merogoh saku jaektku, lalu saku bajuku. Aku sadar, surat cinta itu tidak ada.

“wae?”tanya Soo. “uhm, Soo.. suarat cintaku kok tidak ada?”tanyaku.

“tidak ada? Kau simpan di mana?”tanya Soo ikut khawatir. Malah di situ ada namaku dan Donghae oppa!

“aduh,, di mana ya??”tanyaku bingung. Aku berpikir di mana terakhir kali aku meletakknanya.

“ah! Di meja kantin!”ujarku setelah mengingatnya.

“meja kantin? Palli! Jangan sampai Donghae oppa membacanya!”seru Soo. Benar juga. Aku dan Soo berlari secepat mungkin. Sampailah kami di kantin. Kami segera berlari ke meja tadi yang kami tempati.

“ah! Otte? Siwon oppa dan Donghae oppa sudah tidak ada!”ujarku khawatir. Aku dan Soo mencari hingga ke kolong meja (?) dan sudut ruangan. Tidak ada.

“otteokhae? Siapa yang mengambilnya?”tanyaku khawatir.

***

Donghae POV

Jessica dan Soo berlalu dengan cepatnya.

“Hae-ah.. Kau tahu, yeoja tadi bernama siapa?”tanya Siwon.

“Jessica..”jawabku. “yaa! Bukan! Yang satunya! Kalau Jessica sih, setiap hari kau menceritakannya..”

“ohh, Sooyoung. Dia sahabat Jessica. Sepertinya ia menyukaimu.”kataku.

“mwo? Jinjja? Syukurlah..”ujar Siwon sambil mengelus dadanya.

“kau suka dengan Soo?”tanyaku.

“hehe.. begitulah..”jawabnya kemudian menyuapkan sesendok kari ke mulutnya. Aku hanya geleng-geleng kepala. Tiba-tiba, mataku menangkap sebuah amplop berwarna pink dibawa mangkuk kari Jessica. Aku mengambil amplop tersebut. Kuhirup wangi parfumnya. Lavender. Aku harus mengembalikannya.

***

“kau lihat Jessica?”tanyaku pada seorang yeoja berambut panjang yang sedari tadi berteriak histeris.

“Jessica? Jung Jessica?”tanyanya. Raut wajahnya turun 180°.

“ohh. Tadi, dia dan Soo berlari ke kantin.”jawab yeoja itu sinis.

“ohh.. kamsahamnida.”ujarku dan berjalan ke kantin. Di sana, terlihat Jessica dan Soo yang sedang celingak celinguk tak jelas. Kadang mereka menengok ke kolong meja dan sebagainya. Mungkin mereka mencari ini.

“otteokhae? Siapa yang mengambilnya?”tanya Jessica khawatir.

“sillyehamnida, Jessica, apa ini punyamu?”tanyaku. ia pun berbalik. Matanya terbelalak. Ia segera merampas amplop itu dari tanganku dan berlari pergi.

“ah, maafkan Jessica. Ia terlalu khawatir. Gomawo..”ujar Soo dan berlari menyusul Jessica. Aku hanya kebingungan melihat tingkah mereka berdua.

***

Jessica POV

“hampir saja.. hampir!”batinku dalam hati.

“Jess, Haeppa sudah membacanya?”tanyanya. Aku terdiam dan menatap amplop itu.

“uhmm,, sepertinya belum. Masih terbungkus rapi..”jawabku.

“kalau begitu, aku pinjam dong..”mohon Soo dengan jurus puppy eyesnya.

“araseo..”ujarku dan memberikan surat cintaku.

***

“yakin tak perlu kuantar?”tanya Soo memastikan. Aku mengangguk. Ia pun pulang dengan mengendarai motornya. Aku berjalan pelan menyusuri keramaian kota di malam hari. Aku dan Soo tadi ke café untuk dinner. Beberapa saat kemudian, aku hampir sampai di tempat itu. Tempat gelap yang mau tidak mau haruss kulalui untuk mencapai rumahku. Aku berjalan pelan menyusuri gang kecil itu.

“yaa! Jung Jessica!”seru seseorang yang membuatku merinding. Aku berbalik pelan.

“hara?”tanyaku karena aku belum bisa memastikan itu Goo Hara, teman sekelasku yang agak bodoh. (mian untuk fansnya hara… ^^)

“tahan dia!”suruh hara dan muncul 2 namja bertubuh kekar dan menahanku untuk berlari.

“lepaskan!”teriakku.

“haha! Yaa! Apa hubunganmu dengan Donghae oppa?!”tanyanya dengan suara cemprengnya yang membuat telingaku sakit.

“ini privasiku!!”jawabku tak kalah sinis darinya.

“heh? Kau melawan? Bawa dia!!”suruh Hara dan meninggalkan kami-aku dan 2 namja tadi-. Kedua namja itu menyeretku masuk ke dalam mobil van yang setahuku punya Hara. Ponselku terjatuh di jalan. Aku didorong 2 namja tadi hingga kepalaku terbentur kaca mobil. Untung saja aku belum disekap. Aku pun membuka pintu van sebelah dan berlari ke arah berlawanan dari rumahku. Ke mana aku pergi? ah! Rumah Soo! Aku berlari sekuat tenaga dan menghentikan taksi dan menyuruh taksi itu menuju rumah Soo.

Sepanjang jalan, aku hanya menatap spion taksi itu. Van Hara tetap membuntuti kami. Malah jalanan mulai sepi, aku gelisah.

“ahjussi, cepat sedikit…”suruhku.

“maaf, agasshi. Saya sudah ngebut. Apa van di belakang masih mengejar kita?”tanya supir taksi itu.

“ne.. kalau begitu, kita berbelok di persimpangan itu saja.”suruhku. Hara pasti sudah tahu tujuanku. Rumah Soo. Dengan cepat, taksi berbelok. Kulihat van Hara yang berjalan lurus. Aku terkekeh.

“uhm, agasshi. Sekarang anda ingin ke mana?”tanya supir taksi itu. Aku berpikir sejenak.

“uhm,, biarkan saya turun di cabang sana.”jawabku menunjuk sebuah café yang masih terparkir 3 mobil. Aku pun turun dan berdiri di depan café itu. Ketika aku akan masuk, 2 namja tadi menahanku. Aku menelan ludahku. Ya tuhan.. tolong aku.

“agasshi, jalan pikirmu lebih pendek dari yang kami bayangkan.”ujar salah satu dari mereka dan menyeretku. Aku pun menggigit tangan mereka berdua (?).

“aissh!”jerit mereka. Aku pun berlari sekuat tenaga menghindar dari mereka. Mereka juga mengejarku. Aku pun bersembunyi di semak-semak. Mereka nampak mencari bayanganku.

KREKK!!

Bunyi ranting pohon yang kuinjak. Aku menjitak kepalaku sendiri.

“haha.. di situ kau rupanya..”ujar seorang dari mereka.

“agasshi, kau babo seka….”

BUKK! BUKK! Aku memukul kepala kedua namja itu dengan sebuah kayu.

“yaa! Kau mau bermain?!”tanya namja itu kasar. Oh ya! Kenapa tak kumanfaatkan taekwondoku tadi? Aissh! Paboya!!

Dengan cepat aku menendang perut kedua namja itu. Mereka terpental tidak jauh. Aku memegang kerah baju namja yang satunya dan memukulnya.

“rasakan ini! rasakan! Kau pikir aku lemah?!”kataku sinis. Ia diam. Setelah melayangkan 5 pukulan di wajahnya, aku berdiri dan ingin menghabisi namja yang satunya. Ketika aku berbalik,,

BUKK!!

Aku menatap seorang namja yang jatuh. Kepalanya berdarah. Aku berlari ke arah namja itu.

“Hae oppa??”

TBC~~~
Hehe… I’m back with twoshot.. 🙂
Semoga kalian suka… ingat RCL… 🙂

©2011 Fanfictworld, Author Fanfiction

Design by Fanficworld

Iklan

3 thoughts on “(TWOSHOT) HaeSica Love Story – Love Letter 1

  1. wah… hyeon eonnie comeback stage with twoshot.. 🙂 #abaikan

    dasar, Soo eonnie,, maen jiplak2 ajah tuh..!! #ditonjokauthor
    smoga, haeppa bc tuh surat cinta dari Jessica… 🙂 #kokgueyangatur??

    menurut aku sih daebak, eonn… hanya penasaran sama lnjttan.na…
    apa haeppa meninggal, sekarat, hidup, atau gak tiga-tiganya? #abaikanlagi

    hehe.. ditggu lnjttan.na, eonn. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s