Beranda » Family » I Hate U but I Love U part 3 (My First Kiss)

I Hate U but I Love U part 3 (My First Kiss)

 

Title: I Hate U but I Love U

Author: xiluhania

Cast: Kim Ki Bum (SHINee)

Kang Yun Ji (YOU)

Support Cast: SHINee members, Park Ji Yeon, Kim Mi Ri, Choi Hyochan, Choi Sulli, Lee Donghae

Genre: romance, family, friendship

Length: sequel

Rating: PG-13

Disclaimer : This mine. Don’t copy this ff !!!!! Oya! Jangan terlalu dipedulikan sms untuk yun ji itu! Mian kelamaan ya ^^ Happy reading and don’t be silent reader! *SILENT READER,, NYEMPLUNG DI LAUT AJAH!! J*

 

“ji-ji yeon?”tanya yun ji tiba-tiba dengan wajah pucat. Jonghyun hyung sudah berjalan keluar.

“waeyo? Kau kenal ji yeon?”tanya minho. Yun ji tidak menjawab sama sekali. Ia terduduk lemas di lantai. Mi ri datang membantunya berdiri.

“mi ri-ah..”panggilnya lirih.

“ne… aku tahu. Ki bum-ah. Kau bicara dengan ji yeon di tempat lain saja.”suruh mi ri. Aku hanya mengangguk. Aku masih belum mengerti. Sebenarnya apa yang terjadi?

 

==========

Author POV

 

Key keluar dari rumah yun ji. Di sana, key melihat ji yeon yang bersandar di mobilnya.

“ada apa?”tanya key ketus.

“ah, key-ah. Bogoshipeoyo. Kemarin kau tidak ada di rumah.. aku mencarimu.”ujar ji yeon sambil memeluk key. Key melepas kasar pelukan ji yeon.

“hey, aku tak pernah merindukanmu dan satu lagi, aku tak pernah menyuruhmu mencariku. Aku bukan anak kecil dan kau eommanya. Ara?”key menegaskan kata ara pada ji yeon.

“key,”panggil ji yeon. Key malah masuk kembali ke rumah yun ji.

Di dalam rumah, jonghyun menatap tajam key. Kay tidak memerdulikannya. Ia malah masuk ke kamar yun ji.

“yaa! Keluar sana!”suruh mi ri ang sedang menemani yun ji di kamar.

“aissh! Kau yang keluar!”bantah key.

“keluar!”suruh mi ri sambil melotot. Key hanya mendesah kecil.

“aku mau istirahat. Kau keluar!”suruh balik key. Key yang jengkel naik ke tempat tidur dan berbaring di samping yun ji yang sedang duduk di tempat tidur. Ia berbalik sehingga yun ji dan mi ri melihat punggungnya yang besar.

“yaa! Turun! Aku juga mau tidur!”geram mi ri. Mi ri mendorong yun ji ke tengah dan mi ri tidur di samping yun ji.

“yaa! Kalian enakkan tidur. Aku keluar saja.”yun ji merasa terganggu. Mi ri pun bangun dan keluar kamar lebih duluan.

“dasar! Aku keluar baru dia keluar.”ujar yun ji. Yun ji menatap punggung key. Ia tersenyum kecil dan keluar kamar.

 

==========

“oppa, key tadi beda sekali…”ujar ji yeon yang sekarang sedang menangis tersedu-sedu di dalam mobil jonghyun.

“sudah sifatnya seperti itu.”jawab jonghyun yang sedang menyetir mobil.

“oppa, dulu dia baik sekali kok…”bantah ji yeon yang sudah tenang.

“itu dulu kan, sebelum eommaku meninggal…”jawab jonghyun yang sepertinya sedikit kesal.

“turunlah, sudah sampai di rumahmu..”suruh jonghyun sedikit ketus.

“gomawo oppa…”kata ji yeon dan berlari masuk ke dalam rumahnya. Jonghyun mendesah dan melajukan mobilnya entah ke mana

 

==========

“noona, bagaimana dengan roti ini?”tanya taemin pada yun ji.

“bagaimana ini ahjuma?”tanya yun ji yang juga tidak tahu.

“baru kali ini ada orang seperti itu…”jawab ahjuma setengah kesal.

“kita jual keliling saja!”usul hyochan.

“ne! jual keliling saja!”setuju minho. Mereka segera membersihkan diri mereka yang kotor penuh tepung itu.

“yun, mana namja chingumu itu?”tanya ahjuma. semua orang di situ kaget kecuali hyochan, sulli dan ahjumalah.

“namja chingu? Key maksud ahjuma?”tanya mi ri yang kaget.

“siapa namanya yang penting menjemputmu kemarin itu…”ujar ahjuma. yun ji hanya tersenyum kecil dan berlari kea rah kamarnya.

Di situ, key tertidur pulas. Yun ji hanya geleng-geleng kepala.

“KEY!!! KEY!! BANGUN!! SUDAH JAM 8 PAGI!! KAU HAMPIR TERLAMBAT!!~”teriak yun ji yang mungkin terdengar oleh semua di luar kamar. key meloncat dari tempat tidur dan segera masuk kamar mandi. Yun ji menghentikan langkah key.

“keluar!”suruh yun ji yang ternyata sudah siap mandi. Handuk birunya sudah digantungnya di lehernya dan baju handuknya sudah dipegangnya. Key menarik handuk di leher yun ji dan menutup pintu kamar mandi. Yun ji mendorong pintu kamar mandi itu dan menarik kembali handuknya.

“tak kuizinkan kau memakai handukku!!”marah yun ji dan mendorong key keluar. ia menutup pintu tersebut dan mulai acara mandinya. Key hanya terdiam di depan pintu kamar mandi.

 

==========

Key POV

 

Aku hanya mendesah kecil dan tersenyum licik di depan pintu kamar mandi tersebut. Untungnya, aku sudah mengambil kunci kamar mandi tadi. Diam-diam, aku menguncinya dari luar. Mampus kau yun ji! Berani melawanku sih! Aku hanya menatap pemandangan luar dari jendela kamarnya. Beberapa saat kemudian, terdengar suara ketukan dari dalam pintu kamar mandi. Pasti dia sudah merasa dikunci.

“yaa! Buka!”seru yun ji dari dalam kamar mandi. Bagiku, suara teriakannya itu masih sangat kecil. Aku tertawa kecil.

“yaa!!!! Key!! Buka!!”teriak yun ji dari dalam.

“sirheo!”jawabku. Terdengar yun ji  mencoba mendobrak pintu kamar mandinya.

“hahaha!!”tawaku meledak. “key!! Bukaa!!!!!~~~”teriaknya. Sepertinya sedikit lagi bom akan meledak. Akhirnya, aku akan melepaskannya. Aku memutar kunci tersebut dan saat kubuka pintunya,

BRUUKKK!

Ia jatuh di atasku. Baju handuknya sangat dingin. Kami sempat bertatapan lama sekali. Aku merasakan wajah kami berdua memerah. Bodohnya aku, aku malah menggenggam tangannya kuat. Jarak kami sangat dekat. Mengapa sedekat ini?

“yu-yun j-ji…”panggilku lembut.

“n-nne..”jawabnya gugup.

 

Cuuuupppp….. ❤ (my first kiss)

Yun ji mengerjapkan matanya beberapa kali seolah tidak percaya.

“a-apa y-y-yang k-kau la—laku-kukan????”tanya yun ji terbata-bata.

“a-aku…. Aku…”

“hyung! Noona! Kalian…..”taemin memergoki kami berdua. Yun ji segera bangkit berdiri. Begitu pun denganku.

“key-ah, yun ji-ah, kalian…..”minho juga melongo.

“ah,, tidak… tidak.. bukan seperti yang kalian lihat.”jelasku. Taemin hanya menelan ludah.

“ahh, key… mandi sana!”suruh yun ji dan menyerahkan handuknya. Ia mendorongku masuk ke dalam kamar mandi.

Aduh! Bagaimana ini? Key-ah! Kau bodoh sekali! Kenapa kau malah menciumnya???? Aduh…

 

==========

Yun Ji POV

 

Yun ji-ah!!!! Kau babo sekali! Kenapa kau tidak bangun saja tadi?? Itu kan first kiss ku!!

“noona, yang kulihat tadi benar?”tanya taemin. Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Bagaiman menjelaskannya??

“ahh, keluar dulu. Aku mau ganti baju!”suruhku sambil mendorong mereka berdua keluar.

Aku duduk di atas tempat tidur. Aissh! Aku mau gila! Tiba-tiba key keluar dengan handuk. Aku melangkahkan kakiku keluar. Ia malah menahanku. Aku menatapnya gugup.

“yun ji-ah…”panggilnya. “ahh… aku keluar dulu…”ujarku yang ingin meninggalkannya.

“yun ji… anggap saja tadi itu kiss dari majikanmu…”katanya dan mendorongku keluar. mwo? Kiss dari majikan??! Kau gila key! Key pun keluar dari kamr dengan baju yang iia gunakan ke pesta taemin. Aku masuk kamar dan mengganti bajuku. Aku memakai celana jeans dengan kemeja biru. Setelah mengganti baju dan menata rambutku, aku keluar kamar dan bersiap menjual keliling roti itu. Yahh, mi ri harus pulang karena da arisan keluarga. Akhirnya, aku hyochan, key, minho dan taemin yang pergi menjual roti-roti itu. Untung saja, ada mobil jual roti keliling (gak tau nmanya…^^) dulu yang tak pernah dipakai dari tahun lalu. Untung masih bisa dipakai. Jadi kami ramai-ramai menaiki mobil itu dan key lah yang menyetir.

“noona temani key hyung di depan saja…”suruh taemin.

“mwo?! Aku? Kenapa tidak kau saja? Kau kan chingunya…”jawabku.

“aku chingunya tapi, noona yeoja chingunya.. noona saja. Biar hyochan noona bersama kami di sini..”jawabnya dan mendorongku turun agar pindah ke depan. Dengan keterpaksaan, aku duduk di depan bersamanya. Ia menyetir dengan serius. Aku juga serius dengan ponselku. Ada satu pesan masuk entah dari siapa.

 

From : xxxx

Yun ji! Kau selalu menghancurkanku!! Kau harus mati!

Aku tak akan membiarkanmu hidup!!!!!!

 

Siapa dia? Memangnya aku pernah salah apa? Aku membalasnya.

 

To : xxxx

Maaf, anda siapa??

 

From : xxxx

Aku yang akan membunuhmu!!!

 

Aku tidak membalas pesannya lagi. Aku diam dan takut. Aku takut dia ada di mana-mana.

“aduh, key. Berhenti di wc umum itu. Aku kebelet…”suruhku dan ia berhenti di situ aku meninggalkan barang-barangku di dalam mobil dan aku mampir ke wc umum itu. Setelah selesai, aku kembali ke mobil. Aku mencari ponselku. Bukannya aku taruh di kursi saja tadi? Aku masih sibuk mencari ponselku sampai di kolong-kolong kursi(?)

“sampai… turunlah.”suruh key.

“ahh, aku akan turun. Turun saja dulu.”ujarku.

“aniya… kau turun baru aku turun.”

“sejak kapan kau manja begini??”tanyaku mengejeknya. Akhirnya aku turun walaupun belum menemukan ponselku. Ia juga turun. Aku mulai menyuruh yang lainnya untuk menjual dulu. Aku masih bingung. Di mana ponselku?

“mencari ini??”tanya seseorang dari belakangku. Aku berbalik dan mendapati key memegang ponselku.

“kembalikan!”ujarku ketus. “tidak akan kukembalikan… bisa-bisa, pesan itu membuatmu gila. Biar aku yang pegang ponselmu…”katanya. Pesan?

“pesan apa??”tanyaku. “kau menghancurkanku, kau akan kubunuh, aku yang akan membunuhmu…”jawabnya dan menarikku ke lokasi jualan. Apa dia membaca pesan itu??

“aku sudah bilang! Jangan mencampuri urusanku!”marahku.

“terserah!”bantahnya. bocah ini!!

 

==========

—–in other place—–

Seorang wanita berlari kecil sambil merogoh tas chanelnya.

“mana ponselku?”tanyanya sendiri. Ia terlihat buru-buru. Akhirnya ia mendapatkan barang yang dicarinya. Namun, selembar foto jatuh dari tasnya. Ia tidak menyadarinya.

“hello?? I’ll be there in 10 minutes!!”

Tuuuttt… ttuuutt..

Wanita itu memutuskan sambungan teleponnya. Seorang pria berdiri di ujung memegang selembar foto dan tersenyum puas. “inilah orang yang sempurna.”ujarnya pelan.

 

==========

“anyeong!”pamit mereka bertiga-key-minho-taem-. Aku kembali ke dalam rumah dan mengistirahatkan diriku yang lelah ini.

“oh, yun!”panggil hyochan dari tempat tidur.

“waeyo?”tanyaku.

“ehmm, kapan kau dan key menikah?”tanyanya. Aku terbatuk-batuk walaupun tidak memakan atau meminum sesuatu.

“menikah katamu?!”tanyaku balik.

“ne… ingat! Aku, ahjuma dan sulli harus diundang!”tegasnya dan tidur. Apa anak ini gila? Aku pun tidur di sampingnya.

 

==========

“yun! Bangun! Tn. dan Ny. Kang datang!”seru hyochan yang membuatku bangun.

“wae?”tanyaku yang tidak begitu mendengar seruannya.

“Tn. dan Ny. Kang datang!”serunya. Aku keluar kamar dan melihat appa dan eomma yang berbincang dengan ahjuma.

“ah,, anakku!”ujar eomma dan aku berlari memeluknya.

“kenapa appa dan eomma datang tiba-tiba? Bukannya appa dan eomma masih harus di London?”tanyaku.

“karena, appa dan eomma harus memberitahukanmu kabar gembira.”ujar eomma bahagia.

“apa itu?”tanyaku penasaran.

“Appa dan eomma menjodohkanmu dengan anak Tn. dan Ny. Kim!”kata eomma.

“mwo?! Menjodohkanku?!”tanyaku tak percaya.

“Ny. Kang, yun sudah punya namja chingu! Namanya key!”bantah hyochan. Aduh! Tambah ngaco lagi.

“key? Dia anak yang akan dijodohkan sama kamu!”

“m-mwo?!”

 

==========

Key POV

 

“MWO????!!!!”

“ne.. jangan kaget begitu. Ini demi kebaikanmu juga, key..”jelas appa.

“bagaimana bisa??”tanyaku tak percaya.

“begini, appa melihat sebuah foto anak perempuan dari Tn. dan Ny. Kang, appa pun menjodohkanmu. Lagi pula, ia cantik. Kau pasti suka.”jawab appa.

“tidak! andwae! Siapa yang mau dijodohkan sembarangan!”ocehku.

“kau ingat permohonan eomma mu sebelum meninggal kan.. ia ingin anaknya menikah dengan wanita yang baik..”kata appa.

“tapi, kalau kau sudah punya yeoja, ya sudah, appa akan membatalkannya.”lanjut appa.

“aku punya yeoja, appa.. kang yun ji.”aduh key! Kok kau menyebutkan namanya?!

“kang yun ji?! Itu yeoja yang dijodohkan denganmu!”seru appa

“mwo?! Jadi dia?!”

“wah, baguslah! Jadwal pernikahan bisa dipercepat!”ujar appa gembira. Mimpi apa aku tadi malam???

‘yoboseyo? Tn. Kang?’sapa appa yang sedang menelepon.

‘……..’

‘begini, ternyata anak saya dan anak anda sudah berpacaran….’

‘……..’

‘ne.. saya sangat gembira mendengarnya. Kalau begitu, kita percepat jadwal pernikahahn saja.’

‘……..’

‘aissh! Anak saya juga kaget. Tapi, dia menyetujuinya  kok.’

‘………’

‘kamsahamnida, Tn. Kang. Kita bertemu saja besok. Kita makan malam keluarga di resto milik saya..’

‘………’

“appa! Apanya yang setuju?!”tanyaku sedikit ketus.

“lebih baik kau mempersiapkan diri untuk bertemu mereka nanti malam.”saran appa dan meniggalkanku.

“hey, masih kecil sudah dijodohkan. Kau buang ke mana ji yeon?”tanya jonghyun hyung mengagetkanku.

“buang ji yeon? Maksudmu?”tanyaku ketus.

“ji yeonlah yang menyukaimu selama ini…”jelasnya.

“hh… hyung, aku sama sekali tidak menyukainya.”jawabku dan bersiap ke sekolah.

 

==========

Aku melangkahkan kakiku ke dalam kelas. Kulihat yun ji yang terduduk lemas di bangkunya. Aku duduk di bangkuku bersama minho yang sedang memainkan PSP-nya.

“hey, key. Kau mau dijodohkan ya?”tanya minho dengan suara agak keras. Untung yang ada di kelas hanya aku, minho, yun ji dan mi ri.

“dari mana kau tahu semua itu?”tanyaku. Ia mendesah kecil.

“kudengar pembicaraan mereka.”jawab minho berbisik sambil menunjuk yun ji dan mi ri dengan dagunya. (?)

“hyung!”seru taemin dari pintu kelas.

“tak sadar, kau akan berkeluarga…”ujar taemin sambil memelukku erat.

“yaa! Yaa!”ia melepaskan pelukannya dan duduk di atas mejaku.

“ijjashigi! Dari mana kau tahu?”tanyaku heran. “kudengar dari pintu…”jawab taemin polos. Kulihat yun ji dan mi ri berjalan keluar. aku dengan sigap, menahan yun ji. Ia tidak berbalik.

“pakailah pakaian yang bagus nanti malam..”saranku.

“hhhh… ne…”jawabnya tanpa melihatku. Aku melepaskan tanganku yang menahannya.

“wow! Wow! Kau sudah jatuh cinta rupanya…”ujar minho menyindirku.

“yaa! Aku hanya tidak suka ia memakai baju sembarangan!”jawabku asal dan kembali duduk bersama mereka.

 

TENG…. TENG… TENG….

Semua siswa masuk kelas. Kulihat wajah yun ji yang lemas. Ahh, aku juga jadi lemas. Datanglah Park sosaengnim dan memulai pelajaran bahasa inggrisnya.

Setengah jam berlalu. Aku sama sekali tidak focus pada pelajaran yang diberikan. Namun, tiba-tiba,

“Kang Yun Ji! Kalau anda ingin tidur, lebih baik anda keluar dari kelas saya!”tegur Park sosaengnim. Kulihat yun ji terbangun dari tidurnya.

“ahh, cheosonghamnida, sosaengnim. Silahkan anda lanjutkan pellajaran anda.”ujar yun ji sambil mengucek-ucek matanya.

“percuma jika saya lanjutkan pelajaran saya dan anda tertidur pulas! Tolong keluar!”suruh sosaengnim yang sudah naik darah.

“tapi, sosaengnim….”

“tolong keluar!!!”. Yun ji mengambil tasnya dan berjalan keluar. Entah kenapa, aku ingin menyusulnya.

“ahh, sosaengnim, kepala saya pusing. Apa boleh saya izin pulang?”tanyaku dengan ekspresi yang dibuat-buat.

“ternyata kau pusing. Pantas, saya lihat kau lemas. Baiklah. Silahkan.”sosaengnim mempersilahkanku dan aku keluar. setelah sosaengnim menutup pintunya, aku celingak-celinguk mencari yun ji dan berlari mengejarnya.

“hoamm! Ngantuk sekali! Ini semua gara-gara key!”omelnya.

“yaa! Apa kau bilang?!”tanyaku marah. Ia kaget melihatku di sampingnya.

“kok kau bisa di sini?”tanyanya bingung.

“bukan urusanmu!”jawabku ketus. Ia memanyunkan bibirnya yang mungil itu.

“hey, sayangnya, sebentar lagi, kau menjadi istriku bukan pembantuku.”kataku sambil merentangkan kedua tanganku.

“mwo?! Aku lebih rela jadi pembantumu!”rutuknya. “hahaha!”tawaku tak jelas. Kami diam. Tak ada satupun yang bicara.

Ddddrrrttt………ddddrrrttt…….

‘yoboseyo?’sapa yun ji.

‘……..’

‘ahh, oppa! Lama tak jumpa!’jawabnya gembira.

‘……..’

‘ ne… anyeong..’jawabnya dan mmemutuskan sambungan teleponnya.

 

“siapa?”tanyaku.

“kau tak perlu tahu!”jawabnya ketus.

“yaa! Sebentar lagi aku akan menjadi suamimu!”marahku.

“tidak denganku.”ujarnya dan meninggalkanku bengong di sini.

 

==========

Yun Ji POV

 

Aku meninggalkan key sendirian di koridor sekolah. Aku akan bertemu dengan seseorang yang lama sekali tak ku jumpa karena ia pergi dan sibuk dengan profesinya sebagai penyanyi di Jepang. Café Le’Yun lah yang menjadi tujuanku. (ngarang!! ^^)

Beberapa saat aku menaiki bus, aku sampai di tujuanku. Aku turun dari bus tersebut dan berjalan beberapa meter. Aku masuk ke dalam café mewah itu. Mencari sosok yang kutnguu-tunggu. Seorang namja dengan jaket mantel, syal, topi dan kacamata hitam melambaikan tangannya ke arahku. Aku berlari kecil ke arahnya. Aku duduk di depannya.

“anyeong, oppa!”sapaku dan ia tersenyum.

“minum dulu kopinya. Keburu dingin.”ujarnya dan aku meneguk sedikit demi sedikit kopi itu.

“bagaimana kabar oppa? Baik-baik saja?”tanyaku.

“ne…”jawabnya lalu tersenyum padaku.

“oppa pasti sibuk sekali…”kataku.

“hmm, ne. Oppa juga baru saja merilis album kedua oppa, jadi, oppa masih dalam puncak ketenaran. Sebenarnya, jadwal oppa masih padat. Hanya,,,,, begitu oppa mengetahui bahwa kau akan menikah, oppa rela datang ke korea kembali..”jelasnya.

“mwo?! Siapa yang memberitahu?!”tanyaku tak percaya.

“eommamu. Ehm,, ngomong-ngomong, siapa yang akan menjadi saingan jin ki nanti?”tanyanya.

“ahh, oppa. Jangan membuatku merasa bersalah lagi.”jawabku menunduk.

“haha… hanya bercanda. Siapa namanya?”

“ehhm,, namanya kim ki bum. Tapi, panggil saja dia key.”jawabku sedikit malu.

 

 

TBC~~~

Readers!! Ini dia part 3nya!! Semoga suka!

Mian, kalau ceritanya keburu!!

*bow 90°*

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s