Beranda » Family » I Hate U but I Love U Part 5 (Wedding Dress)

I Hate U but I Love U Part 5 (Wedding Dress)

Title: I Hate U but I Love U
Author: xiluhania (twitter : @naelittlelulu, fb :Lavenia Pili Roboh)
Cast: Kim Ki Bum (SHINee)
Kang Yun Ji (YOU)
Support Cast: SHINee members, Park Ji Yeon, Kim Mi Ri, Choi Hyochan, Choi Sulli, Lee Donghae, Jung Nicole
Genre: romance, family, friendship
Length: sequel
Rating: PG-13
Disclaimer : This mine. Don’t copy this ff !!!!! I do not own Key, his belongs to SME. Other cast belongs to themself. I do own this plot story that’s belongs to my imagination. I hope you like it. Enjoy.. Happy reading and don’t be silent reader! *SILENT READER,, NYEMPLUNG DI LAUT AJAH!! *

BUUKKK!!

“ahh, mianhaeyo.. aku tidak sengaja….”maafku sambil membantu yeoja yang kutabrak itu berdiri.

“ahh, gwenchanayo… aku yang salah kok… aku yang tidak lihat ada orang le…..”
Aku tidak percaya dengan apa yang kulihat ini. Dia?! Kenapa aku bertemu dengan dia di saat seperti ini?

“yun ji??”

“ji yeon??”

==========
Author POV

Key mengambil ponsel pink yang ia lihat tepat di depannya.

“ponsel siapa ini?”tanyanya. Ia melihat 1 pesan masuk. Memang ia tidak boleh membaca pesan itu karena itu privasi orang. Tapi, ia tidak bisa menahan keinginannya untuk membaca pesan itu.

From : Kang Yun Ji
Terserah padamu. Aku akan tiba 25 menit lagi. Aku akan nonaktifkan ponselku. Harap sabar menunggu…

“pesan ini kan, yang kukirim dari ponsel yun ji. Jangan-jangan…”key yang masih bertanya segera mencari yun ji. Ini akan sulit karena khalayak ramai yang mondar-mandir. Entah itu turis atau guide mereka. 5 menit kemudian, key melihat ji yeon yang sedang bertatapan dengan yun ji.

“yun ji!!”seru key. Yun ji mengalihkan tatapannya kea rah key. Begitu pun juga dengan ji yeon.

“key?”belum sempat key menyambung kata-kata yun ji, ji yeon menarik paksa yun ji untuk pergi.

“yun ji!! Sial!”key mengejar ji yeon. Mereka terlibat dalam kejar-kejaran.Mereka masuk ke dalam Seoul Tower. Anehnya, para security tidak menghentikan mereka. Mereka naik sampai di lantai paling atas. Ji yeon tidak dapat berlari pergi lagi. Key sudah ada di depannya.

“ji yeon-ah. Aku tidak percaya dengan apa yang kau lakukan. Ini kah?”key memperlihatkan pesan-pesan yang dikirim ji yeon.

“key-ah… bu-bukan aku..”bohongnya.

“dwaeseo.. percuma aku berbicara denganmu. Kau akan membohongiku.”ujar key datar dan menarik yun ji. Ji yeon menahan key.

“kalau kau menariknya sekali lagi, yun ji akan tewas di sini..”ancam ji yeon.

“ji yeon-ah.. m-maks-sudmu??”tanya yun ji ketakutan.

“kau akan tejun bebas dari sini!”jawab ji yeon ketus. Key melepaskan genggamannya. Ia berjalan mundur.

“aww!!”jerit ji yeon kesakitan karena yun ji menginjak kakinya sekuat tenaga. Key memanfaatkan kesempatan emas ini dengan membawa yun ji pergi.

==========
Di dalam mobil, tak ada satupun yang berbicara. Keduanya diam seribu bahasa. Tak lama, key pun membuka obrolan hangat.

“ehm, kau kenal ji yeon?”tanya key pelan. “nee..”satu jawaban yun ji singkat.

“dia yeojachingu onew oppa. Dulunya. Ia membenciku karena menuduhku merebut onew oppa.”lanjut yun ji yang hampir saja menjatuhkan setitik cairan bening dari pelupuk matanya.

“seberapa sayang kau pada onew?”tanya key.

“tak terhingga…”jawab yun ji dan membentuk senyum di bibir mungillnya.

==========
Key POV

“tak terhingga…”ujar yun ji dan tersenyum. Entah mengapa, hatiku terasa sakit. Seperti ditusuk beribu jarum. Apakah perasaan sayangnya pada onew tidak bisa dihapuskan? Aku mengerem mendadak mobilku. Kulihat mimic yun ji yang kaget.

“wae, key?”tanyanya menatapku. Aku menggenggam tangannya erat.

“yun ji, bisakah kau memberiku kesempatan?”tanyaku serius. Ia terdiam sejenak.

“aku tidak mengerti..”jawabnya.

“bisakah aku mengganti tempat onew di hatimu?”tanyaku sekali lagi. Entah mengapa aku bertanya seperti itu. Pertanyaan itu spontan keluar dari mulutku.

“key-ah. Aku… aku…”

TINN!!!! TIN!!

Mobil-mobil membunyikan klakson mereka kasar. Aku baru sadar kalau aku berhenti di tengah jalan utama sehingga kemacetan terjadi. Aku melepas genggamman tanganku pada yun ji dan cepat menjalankan kembali mobilku.

“lupakan soal tadi….”ujarku pelan.

Beberapa menit, kami tiba di rumahku. Aku menunggu yun ji turun terlebih dahulu. Tapi, yang kutunggu-tunggu tak terwujud. Ia malah bengong.

“hey, turunlah.”suruhku selembut mungkin.

“kenapa aku harus ke rumahmu??”tanyanya. “mampirlah sebentar.”jawabku dan masuk ke dalam rumah dan disusulnya. Sesampainya di dalam, minho dan jonghyun hyung sedang bermain playstation. Minho terlihat sangat serius. Tapi tidak dengan jonghyun hyung. Ia terus memandangku dan yun ji bergantian. Aku dan yun ji duduk di sofa. Jonghyun hyung dengan segera berjalann memasuki kamarnya dan minho malah bergembira ria karena ia menang melawan jong hyung tadi.

“ahh, sudah jam begini… aku harus pulang.”ujar minho pelan dan berdiri. Aku dan yun ji hanya melihatnya yang sepertinya tidak sadar akan kehadiran kami.

“omo! Kalian dari mana?! Perasaan, aku sendirian tadi.”kata minho sambil menggaruk kkepalanya yang tidak gatal. Aku dan yun ji tertawa melihatnya.

“aku ke sekolah dulu… kemungkinan pulangnya larut. Rapat osis.”ujar jong hyung pelan dan meninggalkan kami.

“ahh, kalau begitu, aku juga pulang. Aku harus membeli busana yang bagus untuk datang pesta pernikahan chingudeulku …”pamit minho dan berlalu. Aku dan yun ji hanya duduk diam sambil menatap layar televisi yang gelap.

“kau mau minum?”tawarku. “uhm, boleh.”terimanya.

“jus jeruk?”tanyaku. Ia mengangguk pasti. Aku pergi ke dapur dan mulai membuat pesanan yun ji. Yun ji mengikutiku hingga ke dapur.

Drrrrtttt…. Drrrrrttttt….

‘yoboseyo?’
‘………’
‘mwo?! Kenapa harus di rumah key?!’
‘………’
“eomma! Eomma!’
Tuuuuttt…. Tuuuuutttt

“wae?”tanyaku. “aku harus di sini denganmu sampai malam nanti eomma menjemputku.”jawabnya sedih. Aku mengangguk kecil dan tersenyum penuh makna padanya.

“kau tidak takut?”tanyaku.

“takut?”tanyanya balik. “di rumah ini hanya ada aku dan kau, apa kau tidak takut jika aku akan mela…..”

“stop! Aku tidak punya waktu berbincang hal bodoh.”katanya dan mengambil jus jeruk di atas meja makan. Ia duduk di sofa yang berhadapan dengan televise. Aku duduk di sampingnya dan merampas jus jeruknya.

“sedikit…”kataku dan meneguk jus jeruknya. Ia hanya mendengus kesal dan merampas kembali jusnya.

“hahaha!!”tawanya meledak. “mulutmu belepotan bulir jeruk!”ejeknya. aku terpikir utuk sedikit mengerjainya. Kulihat sudut bibirnya yang juga ada bulir jeruk.

“kau juga!”balasku dan menciumnya. Ia tersontak kaget dan jelas aku merasanya.

==========
Yun Ji POV

“kau juga!”balas key mengejekku dan menciumku. Aku tersontak kaget. Aku mencoba mendorong tubuhnya dan akhirnya ia melepasnya juga.

“yaa! Apa yang kau lakukan?!”geramku. “ada bulir jeruk di bibirmu tadi. Aku hanya membersihkannya kok.”jawabnya santai dan memindah chanel tom and jerry. Apa dia tahu? Ia membuat pipiku merah seperti tomat!

“ayolah… jangan tegang. Tidur sana! Sudah jam 2!”suruhnya dan mendorongku ke kamarnya. Sementara dia asyik menertawakan tingkah tom yang lucu menurutnya. Aku masuk ke kamarnya dan menatap setiap sudut kamarnya. Semuanya poster kartun. Dasar bocah! Aku menduduki tempat tidurnya yang empuk berwarna pink muda itu. Aku terkekeh melihat tempat tidurnya yang berwarna pink muda. Aku mengarahkan pandanganku ke seluruh ruangan ini. Aku mengalihkan pandanganku ke meja kecil di sebelah tempat tidurnya. Sebuah foto dengan frame pink tua yang dihiasi hati dan bintang. Aku melihat foto itu baik-baik. Foto itu ramai dengan orang dan aku merasa pernah bertemu orang ini. Setelah memulihkan ingatanku, aku terkejut sendiri.
‘ini kan foto mi ri dengan hanbok hijau pada waktu acara festival budaya sekolah tahun lalu. Kenapa key menyimpannya?’tanyaku dalam hati. Aku merasakan wajahku memanas. Tanpa kusadari, air mataku jatuh semakin deras. Apa key menyukai mi ri? Aku menghapus air mataku dan menggeleng kepalaku sendiri.

“ayolah yun ji! Jangan seperti ini!”ujarku menyemangati diriku sendiri dan menyenyakkan diri di atas tempat tidur key. Semoga, dengan terbangun nanti, aku tidak merasakan perasaan tadi.

==========

“yaa! Ireona!”ujar key sambil mengguncang-guncang tubuhku. Dengan mata sayu, aku memaksa diriku untuk bangun.

“cepat mandi sana! Aku antar kau pulang!”suruh key dan keluar kamar. aku menoleh jam dinding spongebobnya. Jam 8 malam?! Apa aku tertidur selama 6 jam?! Aku bergegas mandi. Setelah selesai semuanya, aku keluar dari kamar key dan menemui key di teras.

“ohh, kau sudah siap. Kajja!”ajaknya dan mengantarku pulang dengan selamat.

“gomawoyo, key.”ujarku dan masuk ke dalam rumah.

“anyeong yun ji-ah!”sapa hyochan yang sedang menonton tv sambil meminum jus jeruk. Aissh! Melihat jus jeruk membuatku teringat kejadian tadi. Aku mengerjapkan mataku berkali-kali dan masuk ke dalam kamar.

“yun ji-ah!! Apa yang kau pikirkan?! Dia itu hanya mencintai mi ri saja! Key hanya mencintai miri! Bukan kau!!”kataku jengkel mencoba menenangkan pikiranku. Aku mengacak rambutku dan kembali tidur.

==========
“Kang Yun Ji…”

“hadir sosaengnim.”jawabku lesu.

“Kim Ki Bum…”

“hadir sosaengnim!”

“Kim Mi Ri…”

“hadir sosaengnim!”

Entah mengapa, jika aku mendengar nama Kim Mi Ri itu, tiba-tiba saja, aku merasa kesal atau apalah! Aku mencoba menidurkan diriku dengan menutup seluruh kepalaku dengan buku cetak tebal.

“yun-ah! Hati-hati, kalau Jung sosaengnim mengetahui kegiatan tidurmu itu!”nasihat mi ri.

“dwaeseo… aku sedang ingin mengurangi pikiranku yang sudah penuh.”ujarku asal.

“Kang Yun Ji! Appakah anda tahu ini jam berapa?!”kata-kata Jung sosaengnim membuatku menunda kegiatan tidurku dan menoleh jam tangan biruku.

“jam 8 pagi, sosaengnim…”jawabku pelan.

“apakah ini jam tidurmu?! Pulang sana kalau mau tidur! Keluar!”usir Jung sosaengnim. Aku yang memang merasa terganggu, segera mengambil tasku dan keluar kelas dengan santainya. Aku mencari tempat sepi agar aku bisa tidur dengan tenang tanpa gangguan. Aku melihat bangku di bawah pohon dekat dengan kolam ikan hias sekolah. Lokasi itu hanya berjarak beberapa meter dengan pohon yang waktu itu aku tertidur di bawahnya. (ingat part 1???^^)
Aku tidur di bangku tersebut dan memasang earphone di kedua telingaku.

.Uhh…. Uhh…. Uhh…
My Love is Pain…
Uhh… Uhh… Uhh…
Hurt… Everybody Know it Hurt…

Apa lagu ini pantas untukku? Cinta yang menyakitkan. Andwae!! Yun ji, apa yang kau pikirkan?! Cintamu tak menyakitkan, onew oppa masih mencintaimu. Bennar! Onew oppa masih mencintaimu! Tidak boleh aku menyia-nyiakan cinta onew oppa padaku. Tidak boleh!

“apa ini? Love Pain?”tanya seorang namja yang merampas iPod dari tanganku.

“hyaa!”marahku. “mwoya? Apa yang kau lakukan di sini?”tanya key.

“harusnya aku yang bertanya seperti itu! Aku kan disuruh keluar kelas!”

“aissh! Kau lebih nakal dari yang kukira! Aku juga tertidur di kelas!”kata key.

Aku hanya ber-oh ria dan member tempat kosong untuk key. Ia duduk di sampingku dan membisikkan sesuatu di telingaku.

“kau memikirkan onew?”tanyanya. Aku menggeleng cepat.

“lalu? Apakah kau memikirkan aku?”tanyanya pede.

“apakah harus?!”tanyaku ketus dan meninggalkannya.

==========
Author POV

“apakah kau saudara Kim Ki Bum, akan mencintai Kang Yun Ji dengan tulus dan ikhlas, serta menemaninya dalam suka dan duka sebagai seorang suami?”

“ya. Saya akan mencintai dan menemaninya dalam suka dan duka sebagai seorang suami.”

“apakah kau saudari Kang Yun Ji, akan mencintai Kim Ki Bum dengan tulus dan ikhlas, serta menemaninya dalam suka dan duka sebagai seorang istri?”

“ya. Saya akan mencintai dan menemaninya dalam suka dan duka sebagai seorang istri.”

“baiklah. Silahkan kalian saling memasang cincin. Key dan yun ji saling memasang cincin di jari manis mereka.

“baiklah. Silahkan mempelai pria mencium mempelai wanitanya.”
Key menatap yun ji penuh arti. Yun I hanya diam menatapnya kosong. Ia sedang memikirkan sesuatu. Donghae. Donghae tidak datang ke acara pernikahannya karena terjatuh dari tangga kemarin. Tapi tidak terlalu parah dan sekarang di rumah sakit.

Perlahan key mendekatkan wajahnya dan mengecup yun ji. Meledaklah tepukan tangan para undangan yang adalah keluarga dan sahabat yun ji dan key. Setelah acara selesai, yun ji pergi ke arah undangan. Ia menghampiri mi ri.

“uwaa! Chinguku sudah menikah!! Cukhaeyo!!”ujar mi ri. Enttah mengapa, yun ji menjadi sedikit kesal melihat mi ri. Ia memaksakan senyumnya agar terlukis di bibirnya.

“ahh, ayo makan.”ajak yun ji.

==========
Key POV

“ayo masuk…”ajakku yang melihat yun ji hanya bengong di depan pintu apartemen. Aku merasa aneh karena yun ji terus diam seperti memikirkan sesuatu. Yun ji masuk mmembawa kopernya memasuki apartemen. Ia duduk di sofa ruang tengah.

“lelahnya…”keluhnya. Aku hanya tersenyum kecil dan duduk di sampingnya. Aku memijat pundaknya.

“wah, seorang key bisa baik padaku…”sindirnya. Aku memperkasar pijatanku.

“yaa! Yaa! Pelan-pelan saja!”
Aku memijatnya kembali dengan pelan seperti awalnya. 30 menit lamanya aku memijatnya dan aku melihatnya menguap kecil.

“sebaiknya kita tidur. Ini sudah jam 11 malam. Besokkan ada sekolah.”saranku. aku dan yun ji bengkit dari duduk kami dan berjalan memasuki kamar masing-masing.

“good night, yun..”pamitku. ia terlihat bengong.

“ahh, ne good night too. Eh, yun? Namaku yun ji!”protesnya. Aku terkekeh dan menutup pintu kamarku rapat-rapat.

==========
Aku melangkah masuk kelas dan melihat yun ji sedang asyik ngobrol dengan taemin. Aku datang menghampiri mereka. Aku mengambil tempat di antara mereka berdua.

“kenapa kau berangkat duluan?”tanyaku karena ia meninggalkanku sewaktu masih mandi.

“aku kan piket….”jawabnya. “hyung! Kau ini! Aku sedang ngobrol dengan noona!”protes taemin. Aku hanya mengacak rambutnya dan keluar kelas disusulnya kemudian yun ji. Aku pergi ke kantin bersama mereka berdua.

“kau mau pesan apa, yeobo??”tanyaku menggodanya. Ia menjitak kepalaku.

“aku pesan peanut bread toast dan caramel milk!”pesannya dan aku pergi memesannya. Aku ikut mengantri dengan 5 orang di penjual itu. Yah, aku tidak usah menunggu lama. Aku menunggu antrian sambil mengarahkan pandanganku ke seluruh penjuru kantin.

“hi, key! Long time no see!”sapa seorang yeoja berambut sebahu. Wajahnya nampak familiar.

“don’t say you forget me…”mohon yeoja itu. Aku hanya tersenyum paksa.

“sorry. Aku memang merasa pernah melihatmu. But, I can’t remember.”ujarku dan kembali mengantri.

“okey…. You don’t remember Jung Nicole?”tanyanya. aku berbaliik menghadapnya.

“mwo?! Kau Nicole?! Aigoo! Aku sampai tidak mengenalmu sama sekaali! Kau berubah sekali!”kataku tak percaya.

“gomawo atas pujianmu. Apa yang berubah dariku? Tidak ada kok!”protesnya.

“yaa! Dulu kau itu jelek!”ejekku mengingatnya waktu smp dulu.

“so, now I’m beautiful, right??”tanyanya geer.

“yaa! Kau sih tidak sejelek dulu. Kalau boleh bilang, kau standar.”jawabku polos dan memesan pesananku. Setelah pesananku siap dan aku bercerita banyak dengan Nicole, aku berpamitan pergi.

“uhm, Nicole, aku duluan ya.”pamitku.

“key, aku gabung denganmu. Otte?”tanyanya. Aku mengangguk pasti dan mengajaknya ke tempat taemin, yun ji dan aku tadi. Di situ, taemin dan yun ji sedang melemparkan berbagai macam teka-teki yang terkesan aneh dan lucu.

“hi…”sapa Nicole ramah pada dua orang itu.

“uhm, hi…”balas yun ji kemudian disusul taemin.

“hi.. hyung, nuguseyo?”tanyanya.

“chinguku dulu.”jawabku singkat dan mempersilahkan Nicole duduk. Terlihat raut wajah yun ji yang malas dan masa bodoh. Belum sempat kuberikan breakfastnya, ia merampas breakfast miliknya dan menyantap habis.

“sorry, aku duluan.”pamitnya.

“eits! Chankaman! Kau mau ke mana hah?”tanyaku.

“pergi mengerjakan pr di perpustakaan. Kau mau ikut?”tanyanya sinis.

“aku ikut.”jawabku. aku bangkit dan ingin meninggalkan Nicole.

“key, bagaimana dengan aku?”tanya Nicole manja.

“uhm, bagaimana ya? Kau ke kelas saja.”saranku. ia menggeleng cepat.

“ya sudah. Aku di sini denganmu.”

“hello…~ apa kau jadi ikut atau tidak saudara key??”tanya yun ji lebih sinis.

“aniyo. Aku menemani Nicole di sini.”jawabku.

“araseo. Selamat menemaninya.”sindirnya dan pergi.

==========
Yun Ji POV

Huh! Dasar yeoja itu. Aishh! Aku lupa menanyakan namanya! Pasti dia anak pindahan luar negeri.

“anyeong..”sapa minho tiba-tiba. Tumbennya ia menyapaku.

“ne. anyeong.”balasku dan berjalan lurus meninggalkannya.

“chankaman! Kau tidak dengan key?”tanyanya menyelidik.

“ani. Dia sedang CLBK di kantin dengan mantannya.”jawabku kesal.

“mwo?! CLBK?!”ujar minho tak percaya. “kalau kau tak percaya, silahkan pergi melihatnya..”saranku sesopan mungkin dan meninggalkannya. Aku duduk membaca buku yang tak aku mengerti isinya sama sekali. Mungkin karena judul buka ini ‘The Key Of Heart’ jadi aku membacanya karena ada kata Key di situ.

“yun….”sapa mi ri dari belakang.

“oh… mi ri. Wae?”tanyaku. “tadi aku lihat key dengan seorang yeoja di kantin.”katanya.

“aku sudah tahu. Biarkan saja mereka. Mereka sedang CLBK..”ujarku malas.

“mwo?! CLBK?!”ujar mi ri tak percaya sama seperti minho tadi.

“hey! Minho dan key berkelahi!! Ayo kita nonton!”ujar seorang namja dan berlari disusul yang lainnya. Aku dan mi ri mencoba berlari sekuat tenaga. Di sana, minho sedang asyik memukul key.

BUGHH!

Satu pukulan keras dari key untuk minho. Nicole hanya diam dan perlahan meninggalkan mereka yang sedang berkelahi itu. Aku menghampiri kedua makhluk yang sedang berkelahi itu.

“yaa!!! Hentikan!!!”leraiku. akhirnya, minho menjauh dan begitu pula dengan key.

“kau tahu! Yun ji boleh kesal melihatmu dengannya! Tapi kau malah dengannya!”marah minho.

“yaa! Minho-ya! Kau gila?! Dia hanya temanku!”ujuar key.

“stop!! Stop!!!”leraiku dan menampar mereka berdua.

PLAKK! PLAKK!!

“jangan bertingkah bodoh!”marahku. mi ri menghampiri minho dan membawanya pergi. Aku cukup kasihan melihat key yang sedikit babak belur. Akhirya dengan sedikit bimbang, aku meranggkulnya ke uks.
Aku mengobati luka key perlahan-lahan. Takut membuatnya sakit.

“aww!”jeritnya.

“tahan sedikit!”protesku. akhirnya, lukanya berhasil terobati. Aku duduk di sampingnya dan memijatnya.

“ayo pulang.”ajaknya. “n-ne?”tanyaku sekali lagi.

“pulang…”katanya sekali lagi. “kau masih gugup jika berbicara denganku?”tanyanya.

“aniyo!”bantahku. “mianhae….”maafnya.

“mian untuk apa?”

“aku bersamanya tadi.”

“aku tidak peduli!”ujarku ketus.

“kau tidak peduli walaupun aku meninggalkanmu dan berpaling padanya?”

“ahm, aku- aku…..”

“yun ji,,,, Kau mencintaiku?”tannyanya serius.

“key…. Aku-aku…”

“jawab aku dengan jujur..”

“key-ah…. Aku………..”

 

TBC~~~
Inilah part 5nya readers… semoga puas.
Jangan lupa seperti biasanya,,
RCL… *semoga biasnya tiap hari mimpiin kamu kalau kamu RCL
And don’t be silent readers!*
Jangan bosan baca walaupun other castnya bertambah yah…

Gomawo…. *bow 90°*

Iklan

2 thoughts on “I Hate U but I Love U Part 5 (Wedding Dress)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s