Beranda » Friendship » Mr and Mrs Choi 8 (END)

Mr and Mrs Choi 8 (END)


Title: Mr and Mrs Choi
Author: Eunni
Cast: Choi Siwon SUJU
Choi Sooyoung SNSD
Support Cast: Kyuhyun SUJU, Yoona SNSD and another in the story.
Genre: romance .
Length: sequel
Rating: T
Disclaimer : This ff is mine, the casts belong to themselves . I just shared my imagination to y’all readers 🙂

Jeongmal Mianhae buat semua readers yang udah nunggu lanjutan Mr and Mrs Choi.. *bow* kali ini bukan karena sibuk tapi karena malas(?)-__- Selain males ,, laptop aku juga rusakk T.T *nangis di pelukan minho*
Ga banyak bacot. Langsung aja yah … Silahkan dibaca 🙂
Comment please ^^~

Typo everywhere

***
–AUTHOR’S POV—
Seorang namja sedang sibuk dengan berkas-berkas ditanggannya. Sesekali ia merenggangkan tangannya dan memijat pelipisnya.
“Choi Siwon.. Apakah kau akan menghabiskan waktu mu dengan berkas-berkas itu??” tanya seorang yeoja tinggi yang tiba-tiba saja telah berdiri di hadapan Siwon. Siwon mendongak
“Ah, awalnya aku memang berpikir akan menghabiskan waktuku dengan berkas-berkas ini. Hajjiman, melihat Mrs. Choi sendiri yang datang menjemputku, sepertinya aku harus berpikir dua kali untuk menghabiskan waktu disini dengan berkas-berkas ini.” kata Siwon sambil tersenyum yang jelas membuat wajah Sooyoung memerah.
“Kajja..” ajak Siwon sambil menarik Sooyoung keluar dari ruangannya.

***
–SIWON’S POV—
Aku tersenyum begitu mengingat seminggu lagi tepat setahun pernikahan ku dengan Sooyoung. Apakah aku harus menyiapkan surprise untuknya? Memikirkan itu membuatku tersenyum senang. Entah mengapa setiap mengingat segala sesuatu yang berhubungan dengan yeoja disebelahku ini selalu membuatku tersenyum senang.
“Kenapa tersenyum seperti itu?” tanya Sooyoung heran.
“Tidak apa-apa..” ucapku lalu tersenyum kepada istriku.
“Ya! Jangan menatapku terus. Fokuslah menyetir” marah Sooyoung. Aku hanya tertawa melihat tingkah Soo, itu hanya akal-akalan saja agar aku tak melihat wajahnya yang memerah.
“Chagiya..” panggil Sooyoung manja. Aku hanya tersenyum kecil mendengar Soo memanggilku dengan panggilan chagiya, ia tidak akan seperti ini jika ia tidak menginginkan sesuatu.
“Wae?”
“Lapar..” ucapnya sambil mengelus-elus perutnya.
“Aigoo, rupanya sang shiksin belum berubah juga..” ucapku mengejeknya. Soo hanya mencibir mendengar perkataanku.

***
–SOOYOUNG’S POV–
Aku terbangun dan melihat Siwon tidak ada lagi di sebelahku. Segera aku keluar dari kamar mencari keberadaan suamiku.
” Choi Siwon?? Eoddi? ” teriakku sambil mengelilingi apartemen mencari keberadaannya. Langkahku terhenti begitu melihat segelas susu dan sepiring roti yang tinggal setengah.
‘ Dia sudah pergi ke kantor?! ‘ batinku.
” Haiissshhh…” aku menggerutu kecil dan segera kembali ke kamar.
” Choi Siwon !! ” teriakku begitu menyadari alarm ku dimatikan. Siapa lagi kalau bukan siwon yang mematikan alarmku?

###
–SIWON’S POV–
“Fany-ah.. Otte?” tanyaku pada sahabatku sejak sma ini.
“Keundae.. Tidakkah ini terlalu kejam?”
Aku hanya menatap Tiffany dengan tatapan memohon tanpa menjawab pertanyaannya.
“Baiklah..” ucap Tiffany disertai dengan helaan nafas.
“Gomawo Fany-ah.. Bagaimana hubunganmu dengan ryeowook? Dan bagaimana kalau ia marah mendengar rencana kita?”
“Baik-baik saja hubunganku dengan dia.. Ryeowook oppa? Tenang saja, ia tidak akan marah. Justru ia mendukungku untuk membantu rencana mu ini. Namjachingu macam apa itu? ” ucap fany dengan wajah cemberut.
Aku hanya tertawa kecil melihat ekspresi fany yang cemberut.

***
–AUTHOR’S POV–
Seorang yeoja terlihat beberapa kali menguap. Ia sama sekali tak fokus dengan drama yang sedang diputarnya.
“10 menit lagi. ” ucap sooyoung meyakinkan dirinya untuk tetap menunggu suaminya pulang.
5menit….
10menit…
Sooyoung mendesah berat. “Aku menyerah..” ucapnya dengan mata yang hampir tertutup dan segera masuk ke kamar.
***
07:00 KST
Sooyoung terbangun dan segera membuang selimutnya begitu saja.
“Haaaiissshh” Sooyoung menggerutu kecil sambil mengacak-acak rambutnya. Lagi.. Untuk kedua kalinya Siwon mematikan alarm Sooyoung dan pergi begitu saja ke kantor.
——–
Tingtong..
Sooyoung yang tengah memasak segera berlari membuka pintu.
“Anyyeong eonni..” sapa seorang yeoja yang tingginya tak kalah jauh dari Sooyoung.
“Yoona-ah..” ucap sooyoung terkejut.
“Aku.. Boleh masuk?” tanya yoona.
“Ehm.. Tentu saja.” ucap Sooyoung tersenyum dan segera mempersilahkan Yoona masuk.
“Eonnie. Apa aku mengganggumu?” tanya yoona yang mengikuti Sooyoung ke dapur.
” Aniiyo..” ucap Sooyoung dan tersenyum.
“Kenapa kau ke sini?” tanya Sooyoung heran.
“Aku ingin eonnie menemaniku ke suatu tempat. Ah, bagaimana kalau aku membantu eonnie memasak? Supaya cepat selesai.” ucap Yoona lalu tersenyum.

***
–SOOYOUNG’S POV–
Yoona benar-benar mengejutkanku dengan kedatangannya. Selama ini kami hanya berhubungan lewat pesan ataupun telepon saja.
“Eonnie.. Mianhae..” ucap Yoona.
“Bukankah sudah eonni bilang kalau itu tak masalah? Itu sudah terjadi hampir setahun yang lalu bukan? Lagipula kau sama sekali tak tahu waktu itu eonni dan siwon telah menikah bukan? Sudahlah.. Itu hanya masa lalu.” ucapku lalu tersenyum.
Aku menatap bingung ke arah Yoona. “Kenapa kita kesini?” tanyaku heran.
“Eonnie.. Aku akan menikah..” ucap Yoona dengan senyuman di wajahnya. Aku terkejut mendengar perkataan Yoona. Mulutku terbuka indah(?)
“Eonnie?? Wae??” tanya Yoona sambil mengibas-ngibaskan tangannya di hadapanku.
“Gwe-gwenchana. Tapi.. Benar kau akan menikah?” tanyaku yang dijawab oleh anggukan.
“Aku mengajak eonnie ke sini, karena ingin menunjukkan baju pernikahanku. Sebenarnya dengan siwon oppa juga, keundae.. Aku tahu ia sangat sibuk. Jadi aku ajak eonnie saja.” kami terdiam beberapa saat dan setelah itu Yoona menarikku masuk ke dalam butik tersebut.
“Eonnie.. Bagaimana kalau setelah ini kita shopping? Dan setelah itu kita ke salon untuk perawatan.” usul Yoona.
“Ide yang bagus..” ucapku setuju dengan usulnya.

***
20:00 KST
“Jadi… Kapan kau akan menikah? Dan kapan kau akan mengenalkan pada eonnie calon suamimu?” tanyaku dengan makanan yang penuh di mulut. Saat ini kami sudah kembali ke apartemenku. Awalnya kami ingin makan di luar saja, tapi mengingat tadi aku telah memasak begitu banyak makanan yang awalnya ingin ku makan sendiri, alangkah lebih baiknya berbagi dengan teman sesama shikshin saja.
“Bulan depan. Calon suamiku? Baiklah, nanti aku akan mengenalkannya pada eonnie.” jawab Yoona dengan mulut yang penuh juga. ‘Tak salah aku memilih teman. Selain sama-sama mempunyai postur tubuh tinggi, kami juga sama-sama shikshin dan juga sangat jahil’ batinku dan tersenyum.
***
–SIWONS’S POV–
Cklekk..
Aku membuka pintu dan segera masuk ke apartemen..
“Ayo, masuk..” kataku mengajak tiffany masuk. Aku melihat ekspresi tiffany yang terlihat takut.
“Wae? Kau takut dengan istriku?” tanyaku lalu tertawa kecil. “Sooyoung itu lebih muda dari kau.. Yah, walaupun tingginya melebihi tinggimu” ucapku sambil memperhatikan tinggi Tiffany. Tiffany hanya mencibir kecil lalu segera masuk mengikutiku.
Aku berbalik dan terkejut melihat Sooyoung dan “Yoona?”
“Anyyeong oppa.” sapanya dan tersenyum.
“Nugu?” tanya sooyoung begitu melihat Tiffany.
“Annyeonghasseo.. Tiffany imnida” ucap tiffany seraya membungkuk. “Dia sekretaris baruku.” Ucapku menjelaskan kepada Sooyoung.
“Sooyoung imnida” ucap sooyoung lalu membungkuk.
“Kajja..” ajakku pada tiffany ke ruang kerjaku.

***
–AUTHOR’S POV–
20:00 KST , Seoul
“Aigoo.. Sepertinya kau kesenangan datang ke apartemenku..” ucap sooyoung begitu membuka pintu dan melihat Yoona yang datang.
“Hmm” angguk Yoona. “masakan eonnie sangat enak maka itu aku senang datang.”
“MWO?! Jadi kau hanya senang dengan makanan buatanku?” tanya sooyoung pura-pura marah yang hanya dibalas dengan tawa oleh Yoona.
“Eonnie.. Kau berkelahi dengan oppa?” tanya yoona.
“Anii.. Hanya saja belakangan ini ia sangat sibuk. Pulang ketika aku sudah tidur dan pergi ke kantor saat aku masih tidur.”
“Kita juga semakin jarang berbicara. Bahkan siwon tak pernah menghubungiku.”
“Mungkin ia memang benar-benar sibuk.” ucap yoona sambil mengelus-elus punggung sooyoung, bermaksud memberikan sedikit kekuatan.

###
–SOOYOUNG’S POV–
Sampai kapan dia terus begini? Ini sudah ketiga kalinya ia membawa yeoja itu ke rumah. Apakah pekerjaannya di kantor tidak habis-habis juga sehingga ia harus membawa rekan kerjanya ke apartemen? Hari jumat ia membawa yeoja itu untuk pertama kalinya, berlanjut dengan hari senin dan bahkan hari ini -selasa- ia membawa yeoja itu lagi. Apa ia betul-betul ingin bercerai?!
Aku melempar remote tv asal dan segera keluar dari apartemen.

***
Aku mendengus sebal begitu mengetahui Yoona tak ada di rumahnya. ‘Harus ke mana lagi? Ke apartemen Kyu oppa? Ah, jangan.. Aku tidak ingin mengganggu pengantin baru.’
“Sujin eonnie!” pekikku bahagia dan segera masuk ke mobil.
.
“Choi Sooyoung? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Sujin eonnie yang membuatku tersadar dari lamunanku.
“Eonnie!” segera aku beranjak dari sofa yang terletak di ruang kerja eonnie dan memeluknya.
“Wae??”
“Choi Siwon..” ucapku sambil mendengus sebal. “Sepertinya ia benar-benar ingin mengakhiri hubungan kita” lanjutku.
“Kenapa tersenyum?” tanyaku begitu melihat Sujin eonnie tersenyum. “Apa ada yang lucu dengan ucapanku tadi?” tanyaku menyindir.
“Anii.” jawab eonni lalu tersenyum (lagi). “Kau harus lebih sering berkomunikasi dengan Siwon.” saran Sujin eonnie. “Sudahlah. Lupakan itu untuk sementara.” ucap Sujin eonnie dengan seulas senyum dibibirnya.
“Hmm..” anggukku. “Lebih baik, aku melihat baju-baju dibutik ini saja.” ucapku dengan senyuman jahil.
“Jangan bilang.. Kau akan mengambil baju gratis…. Lagi?” tanya Sujin eonnie sambil memberikan death glare.
“Aniiyo, aku akan membelinya.Keundae..”
“Keundae?” tanya Sujin eonnie dengan masih memberikan death glare nya.
“Utang.” jawabku dan segera berlari keluar dari ruang kerjanya. Hah, senang sekali mengerjai orang seperti ini.
BRUUK
“Mianhae.” ucapku lalu membungkuk.
“Ne. Gwenchana.” balas namja itu sambil tersenyum. ‘Neommu meochyeo (sangat tampan)’ batinku.
“Kau ingin bertemu Sujin eonnie?” tanyaku berbasa-basi. Hanya menebak saja bahwa namja ini ingin bertemu eonnie karena kami bertabrakan di depan ruang kerja eonnie.
“Ne. Nuguseyo?” tanyanya kepadaku.
“Choi Sooyoung imnida.” ucapku dan membungkuk. “Aku adik Sujin eonnie.” ucapku lalu tersenyum.
“Adik?” tanyanya dan dibalas dengan anggukan olehku. “Ah, Jung Yunho imnida.” ucapnya dan membungkuk.

***
–SIWON’S POV–
23:00 KST
” Kau berlebihan Choi Siwon. Lihatlah akibatnya.” aku hanya memandang tiffany sesaat dan kembali memperhatikan jam dinding.
“Aku pulang dulu, anyyeong.” ucap tiffany dan segera keluar dari apartemen.
‘Haiishh. Kemana anak itu?!” batinku

Drrtt.. Drrt..

Segera Siwon mengambil handphonenya dan membaca pesan yang masuk.

From: Sujin noona
Dia tidur dirumah hari ini. Sepertinya ia sangat marah.. 2 hari lagi kan? FIGHTING~^^

From: Siwon
Baiklah.. Suruh dia pulang besok noona. Gomawo noona^^

###
-SOOYOUNG’S POV–
“Kau harus pulang hari ini..” ucap Sujin eonnie yang entah keberapa kalinya dan entah keberapa kalinya juga aku menolak tak ingin pulang.
“Andwae!! Eonnie! Ini juga rumahku! Aku punya hak untuk tinggal disini!” teriakku pada eonnie yang sedang berjalan menuruni tangga menuju lantai satu. Ia berbalik dan membalas perkataanku “Ini bukan rumahmu lagi, sejak kau menjadi istri Choi Siwon.” ucap Sujin eonnie dan segera kembali berjalan.
Tanpa menyerah aku mengikuti sujin eonnie yang sedang sarapan di meja makan.
“Eonnie… Aku tidak mau pulang. Aku disini saja yah?” ucap Sooyoung sambil memasang puppy eyesnya.
“Kau harus pulang.” ucap Sujin eonnie tegas.
“Aku tak akan pulang! Jika eonnie tetap menyuruhku pulang, aku akan memberitahukan pada appa dan eomma kalau Jung Yunho itu kekasihmu!” teriakku.
“Eomma sudah tahu. Appa juga sudah tahu.” jawab eomma santai dan ikut sarapan di meja makan.
“M-M-MWO?!” tanyaku keheranan. “Eomma tahu?” tanyaku sekali lagi dan dibalas dengan anggukan oleh eomma.
“Kau harus pulang hari ini. Jika tidak, eomma tidak akan menganggapmu sebagai anak lagi.” ucap eomma.
“MWO??!” tanyaku yang sekali lagi terkejut. ‘Hanya karena aku tak mau pulang ke rumah, eomma tak mau menganggapku sebagai anak lagi? Konyol sekali’ pikirku.
“Baiklah. Aku akan pulang.” ucapku dengan lesu dan segera naik menuju ke kamarku kembali.

###
–SIWON’S POV–
22:00 KST
“Aku pulang..” ucap sooyoung dengan lesu dan segera menuju kamarnya tanpa memerhatikanku yang sedang memasak. Aigoo, sepertinya ia sangat marah. Tapi entah kenapa ia lebih cantik dengan wajah cemberutnya itu. “Ah, aku lupa!” ucapku dan menepuk jidatku sendiri. Dengan cepat aku berlari menuju ruang tv dan menutup gorden, agar sooyoung tidak bisa melihat ke arah taman belakang. Ya, apartemen kami memiliki sebuah taman kecil di belakang apartemen.
Perlahan-lahan aku berjalan menuju kamar. ‘Syukurlah ia tidak menutup pintunya dengan rapat’ batinku. Aku sedikit membuka pintu dan menengok ke dalam kamar. ‘Youngie sudah tidur? Tumben sekali..’ batinku. Aku segera menutup pintu kembali dan memasak. ‘Hampir saja lupa’. Segera aku mengambil handphoneku dan menghubungi semua keluargaku.

–AUTHOR’S POV–
23:55 KST
Sooyoung mengucek-ucek matanya begitu ia merasa ada yang membangunkannya.
“Youngie-ah.. Ppali ireona..” ucap seorang yeoja sambil mengguncang-guncang tubuh Sooyoung. Sooyoung yang belum sepenuhnya sadar segera bangung dan mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur.
“Eonnie?!” pekik Sooyoung yang keheranan melihat eonnienya berada di apartemennya. “Kenapa kau disini? Apa ada sesuatu yang terjadi pada appa dan eomma” tanya Sooyoung bertubi-tubi.
“Aniyoo..”
“Lalu?” tanya Sooyoung yang masih heran dengan keberadaan eonnienya tengah malam begini di apartemennya.
“Kajja..” ajak Sujin sambil menarik tangan Sooyoung.
“Eoddiga?” tanya Sooyoung keheranan. “Nanti kau juga akan tahu.” ucap Sujin santai dan menarik tangan Sooyoung keluar dari kamar. Terlihat Sooyoung yang berjalan dengan malas-malasan mengikuti eonnie nya. “Palli.. Sisa semenit saja.” ucap Sujin dan menarik Sooyoung agar memepercepat langkahnya. ‘semenit? Apa yang semenit?’ batin Sooyoung yang masih kebingungan.
“Eonnie.. Apa yang kau lakukan?!” teriak Sooyoung begitu Sujin menutup matanya dari belakang. “Sstt.. Diam dan ikuti saja.” ucap Sujin dengan kedua tangan yang masih menutup kedua mata Sooyoung.
Sujin mulai menghitung dengan suara yang keras.
Hana..
Dul..
Set..
Setelah hitungan yang ketiga, segera Sujin melepaskan kedua tangannya yang sedari tadi digunakan untuk menutup kedua mata Sooyoung. Sooyoung mengerjap-ngerjapkan matanya tak percaya begitu melihat ada appa dan eomma nya, appa dan eomma Siwon,Kyuhyun dan istrinya -Seung Yon-,Yoona dan Calom suaminya-Kibum-, Jung Yunho-namjachingu Sujin-, juga Tiffany dan namjachingunya -Ryewook-. Sooyoung semakin terkejut begitu melihat Choi Siwon, nampyeonnya, kini berdiri di hadapannya dengan sebuket bunga mawar yang indah. “Selamat Ulang Tahun pernikahan yang pertama chagi.. Semoga kita bisa terus bersama seperti ini.” ucap Siwon lalu mengecup kening Sooyoung.
“Siwon-ah..” ucap Sooyoung yang masih tidaj percaya dengan apa yang terjadi saat ini.
“Wae?” tanya Siwon dengan senyuman khasnya yang selalu bisa membuat pipi Sooyoung memerah.
“Gomawo..” ucap Sooyoung tersenyum dan segera memeluk Siwon dengan sangat erat.

***
Semua yang ikut merayakan 1st anniversarry pernikahan SooWon couple ini, sedang menikmati makanan yang dimasak oleh Siwon sendiri.
“Chagi..” panggil Siwon manja kepada Sooyoung.
“Wae?”
“Tiga minggu lagi Yoona akan menikah bukan?”
“Hmm..” jawab Sooyoung dengan anggukan.
“Kajja..” ajak Siwon menarik tangan Sooyoung.
“Let’s do it..” ucap Siwon dengan nada seduktif.
“What?” tanya Sooyoung pura-pura polos.
“Kau ingin Yoona mendahului kita? Apa tidak cukup Kyuhyun dan Seung Yeon mendahului kita?” tanya Siwon dengan sebal.
“Bukan begitu.. Tapi , mereka masih disini.” ucap Sooyoung sambil melirik ke arah keluarga mereka yang sedang asik dengan hal-hal yang mereka lakukan.
“Kalau begitu, kita ke hotel saja.” ucap Siwon santai.
“MWO?!”
“Tidak ada penolakan.” ucap Siwon dengan evil smirknya dan segera menarik tangan Sooyoung. Dengan cepat Sooyoung melepaskan tangannya. Siwon menatap Sooyung dengan heran. “Kau harus menjelaskan terlebih dahulu, mengapa kau mengabaikanku selama seminggu ini, dan ada hubungan apa antara kau dan sekretarismu itu.” Ucap Sooyoung sambil melirik kea rah Tiffany yang sedang bercanda dengan Sujin eonnie.
“Haruskah?” tanya Siwon dengan wajah yang menyedihkan, karena acaranya dengan Sooyoung di hotel harus tertunda beberapa menit.
“Mianhae chagii. Aku hanya mengerjaimu, karena seminggu lagi adalah Ulang tahun pernikahan kita. Lagipula, tiffany juga bukan sekretarisku. Dia hanya temanku, dan satu lagi dia sudah mempunyai namjachingu. Jadi, kau tidak perlu cemburu padanya.”
“Jadi.. Kau mengerjaiku?!” tanya Sooyoung marah, lebih tepatnya pura-pura marah. “Jangan marah Youngie, aku juga sudah minta maafkan?” bujuk Siwon sambil memegang kedua tangan Sooyoung.
“Kumaafkan. Tapi acara di hotel batal.” Ucap Sooyoung dan segera berbalik. Sooyoung segera berjalan tanpa mempedulikan Siwon, karena sejujurnya ia sangat lucu dengan ekspresi kecewa yang ditunjukkan Siwon itu.

Drrrt… Drrtt… Drrtt….

From: Nae Chagii
Aku sudah ke hotel terlbih dahulu.. Aku tunggu kau dalam 15 menit. Jika tidak, BATAL.

Siwon tersenyum bahagia membaca pesan tersebut. Segera Siwon membalas pesan Sooyoung dan berlari keluar menuju tempat parkiran.

From: Nae Chagii
Arasseo. :*

Sooyoung tersenyum membaca pesan Siwon dan mempercepat laju mobilnya, agar ia sampai terlebih dahulu.

*THE END*

Ending yang gaje bersama Author yang gaje(?)

gimana pendapat readers??

Comment please .. Your comment is my oxygen ^^

Iklan

20 thoughts on “Mr and Mrs Choi 8 (END)

    • cukup tersindir dgn kata berabad-abad, wkwkwk.__.
      Mian, kelamaan postnya..
      Jeongmal gamshahamnida udah setia nunggu nih ff 😀
      ff soowon lg? Diusahakan 🙂

    • iya niii… siwon terlalu suci(?) makanya ga mau itu-ituan sama sooyoung…*apaansih*._.
      Kyuhyun mah langsung pas malam pertama/PLAAKKK-_-
      thankyou udah mau komen dan baca 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s