Beranda » Friendship » Behind Your Mask [1st Mask]

Behind Your Mask [1st Mask]

Behind Your Mask [1st Mask]

Title : Behind Your Mask

Author : xiluhania

CP : tw : @imxiluhania, fb : Lavenia Pili Roboh, me2day : choilavenia

Main cast : Choi Siwon, Choi Sooyoung, Im Yoona, Cho Kyuhyun, Hwang Tiffany, Seo Juhyun

Genre : Romantic, Comedy, Friendship

Length : Chaptered

Rating : PG-13

Disclaimer : I’m back with soowon again!!! Pemain selain tiga orang di cover dan quotes juga banyak dibahas lho! Ini juga chapter pembahasan karakter casts ^^ So, don’t miss it my lovely ^^ Semoga fanfic ini lebih baik dari yang sebelum-sebelumnya J please RCL, Thanksss J

[!!!] TYPO EVERYWHERE!!

~***~

~Choi Siwon’s Quote~ Cinta itu bukan dilihat dari penampilan luar, tetapi dari penampilan dalam hati dan pemikirannya tentang diriku

~Choi Sooyoung’s Quote~ Benci membawa perubahan yang lebih besar menuju cinta dan cinta tak akan membawaku menuju kebencian

~Im Yoona’s Quote~ Aku tak pernah menyesal mencintainya walau segala sesuatuku berakhir dengan pahit, ini sebuah pengalaman untuk belajar lebih baik

~Choi Sooyoung~

Aku terbangun dari tidurku yang sangat nyenyak. Hah, aku belum selesai menata kamar baruku ini. Baru pakaian-pakaian saja yang kutata. Aku merasa tenggorokanku kering. Ah, ini mungkin karena dari kemarin, aku hanya tidur dan baru bangun pagi ini. Aku keluar dari kamar dan berjalan ke dapur. Aku mengambil gelas dan menuang air putih yang ada di sebuah ceret kecil.

GLEKK

Huah, segarnya. Aku meneguk segelas penuh air lalu kemudian membuka kulkas. Mencari makanan. Wah, kulkas berukuran sedang ini penuh dengan bermacam-macam makanan mentah. Hah, aku harus masak berarti. Aku pun mengambil bawang putih, bawang merah, brokoli, paprika dan daging sapi untuk membuat sayur dan juga bihun yang masih banyak jumlahnya. Aku mulai memasak. Setidaknya ini hanya memakan waktu setengah jam untuk memasak dan 15 menit makan. Waktuku tersisa setengah jam untuk bersiap ke kampus. Yah, waktu yang bagus. Ketika aku sedang menumis bawang, sepasang tangan memegang pundakku dari belakang. Argh! Jangan bilang ini Siwon! Yah memang siapa lagi kalau bukan dia yang berada di tempat ini. Aku berbalik menghadapnya. Ia tersenyum manja. Aku menghadapkan sutil yang kupegang daritadi ke mukanya. Ia segera memundurkan wajahnya. Dasar!

Aku melanjutkan memasak. Ia malah berdiri di sampingku dan memerhatikanku memasak. Aku meliriknya tajam.

“Pergi sana!”usirku. ia mengembungkan pipinya. Aku bisa gila lama-lama jika tinggal bersamanya!

“Ini kan apartemenku. Aku yang berhak atas semua di sini.”bantahnya namun dengan suara lembut. Aku diam saja. Tak ingin menanggapinya. Selesai! Aku segera membawa makanan tersebut ke meja makan dan bersiap menikmatinya. Aku mengambil piring dan sendok. Ketika kau berbalik, Siwon sudah mengambil setengah sayur dan bihun tersebut. Mwo?! Aku menghampirinya dengan kesal. Aku menarik piringnya. Ia menatapku bingung.

“Ini makananku!”bentakku. “Lagipula, ini porsi banyak dan kau tak mungkin menghabiskannya kan.”balasnya. Aku berdecak kesal. Ia meragukanku ternyata.

“Yaa! Aku ini Shiksin! Makanan porsi 10 orang juga bisa kuhabiskan! Sudah sana, pergi!”usirku. Ia mengerucutkan bibirnya. Ih, menjijikkan!

“Sooyoung, aku lapar. Please, aku mohon, berikan aku sedikit saja.”mohonnya. Haha, akhirnya dia memohon juga. Terlintas sebuah ide di pikiranku.

“Baiklah, aku akan memberikanmu sedikit, asalkan, kau bayar.”kataku. Ia terbelalak.

“Mwo? Bayar? Apa maksudmu?”tanyanya tak mengerti. Aku tersenyum kecil.

“Aku akan memasakkanmu apa saja yang kau mau, asal kau membayar makanan yang sudah kubuat. Seperti kau pelangganku.”jelasku. Ia terlihat berpikir lama. Ayolah, aku juga butuh uang untuk menonton konser boyband favoritku. Akhirnya ia mengangguk lemah. Aku tersenyum. Dan mengulurkan tangan padanya.

“Deal.”kataku singkat. Tak lupa juga aku segera mengambil handphoneku dan memotret tangan kami yang saling berjabatan.

“Ini buktinya.”ujarku dan meninggalkannya dengan makanan yang belum kusantap sesendok juga.

“Ah ya, karena ini baru perjanjian, nikmatilah makananmu.”kataku dan masuk ke kamar. Haha, aku bisa kaya mendadak!

~Choi Siwon~

Dia…… lucu. Aku tak bisa membayangkan hari-hariku ke depan bersamanya. Choi Sooyoung, yeoja yang sangat kusukai dari SMA itu, sifatnya yang cuek tak pernah hilang. Seolah cueknya itu bagaikan oksigennya. Jika seorang Sooyoung tidak cuek, aku tak yakin ia sedang baik-baik saja. Aku pun berhenti melamunkan hal-hal aneh dan bergegas bersiap ke kampus. Aku tak ingin terlambat di hari pertama datangnya mahasiswa baru pindahan dari Busan. Bagaimana tidak? Akulah yang akan menjadi tutornya untuk 1 minggu ke depan. Yah, hanya mengenalkannya dan membantunya beradaptasi dengan lingkungan baru di Seoul.

Aku mengambil kunci mobil yang tergantung di gantungan dekat pintu dan secepat pun melesat keluar kamar. Aku bersenandung kecil sambil mengayun-ayunkan kunci di jari telunjukku.

BUG! BUG!

Aku berhenti sesaat di depan lift. Aku seperti mendengar suara aneh. Seperti ada yang memukul-mukul pintu. 1 detik, 2 detik. Suara itu hilang. Ah, mungkin perasaanku saja. Aku pun segera memasuki lift dan turun ke lobby apartemen.

~Someone~

Aku berjalan dengan sangat hati-hati. Aku cukup takut dengan keramaian Seoul. Pagi hari saja sudah ramai begini, apalagi sore menjelang malam yang akan dipenuhi berbagai manusia di sini. Aku sibuk menengadah ke atas mengagumi bangunan besar karya makhluk Tuhan yang cerdas ini. Entah siapa, bangunan ini sungguh hebat! Jarang sekali kutemui di kota kelahiranku.

BRUKKKK!

Aku merintih kesakitan sambil mengelus pantatku yang dengan mulusnya mendarat dijalanan. Aku mengatur isi tasku yang jatuh keluar berserakan di mana-mana. Aku bangkit berdiri dan membersihkan mini dress peach yang dihadiahkan eomma untuk hari pertama kuliahku di universitas ternama ini. Oh, tidak! Renda putih pada sisi kanan dressku robek. Aku menatap sedih bajuku yang kotor ini. Aku mendongak melihat seorang namja yang sedari tadi kurasa memerhatikanku.

“Cheo—Cheosonghamnida.”ujarku meminta maaf sambil membungkuk berulang kali. Aish! Kenapa jadi aku yang meminta maaf? Dia kan yang sudah menabarakku sampai jatuh hingga bajuku robek. Aku menggigit bagian bawah bibirku dengan cemas sambil menunduk.

“Kau dari mana? Seperti kampungan saja.”sahut namja di depanku ini. Apa? Apa yang dia katakan? Aku, kampungan? Aku pun menatapnya kesal. Ia mendesis meremehkan.

“Ya, tampaknya kau dari…… coba kulihat. Dress kusut, rambut dikepang, sepatu lusuh. Oh, nampaknya kau dari Mokpo atau…”ucapnya terhenti sambil menatapku dari atas ke bawah.

“Atau apa?”tanyaku memberanikan diri saking jengkelnya dengan namja ini. Sok tau sekali dia. Merendahkanku seperti ini. Dan apa ini?! Mengapa banyak orang mengitariku dan dia? Apa sebenarnya yang terjadi?

“Atau…. Busan. Benarkan?”sindirnya. yaa! Busan itu juga daerah terkenal! Setidaknya tidak ketinggalan zaman! Appa! Eomma! Bantulah anakmu ini! Baru hari pertama kuliah saja sudah sial begini. Aku tak menjawab. Aku terpaku di tempat sambil meremas bagian bawah dressku dengan kuat. Eotteokhae? Malaikat, turunlah! Bantulah aku!

“Kau tuli, agasshi?”tanyanya dengan nada menyindirku. Aku tak boleh lemah di hadapannya. Aku harus mengatakan sesuatu. Harus!

“Kau yakin kau tidak salah, huh?”tanyaku berusaha tenang. Ia berdecak sebal.

“Haruskah aku yang bertanya, kau sedang takut?”tanyanya lagi yang sukses membuatku terdiam seribu bahasa. Cukup! Aku sangat sangat membenci situasi di mana orang lain mengunciku seperti saat ini.

“Jawab aku, aga—-“

“Im Yoona!”panggil seseorang yang memotong pembicaraan namja menyebalkan di hadapanku ini. Terasa perasaan lega yang membuncah di dadaku ini. Aku berbalik dan mendapati seorang namja yang sangat tampan dengan berkas-berkas di tangannya. Aku mengerutkan alis.

“Kau Im Yoona mahasiswa pindahan dari Busan itu kan?”tanyanya. ah! Tidakkk!~ Ia malah menyebutkan asalku. Hancurlah sudah pertahanan yang sudah kubangun sedari 15 menit yang lalu. Aku segera berlari ke arahnya.

“Busan? Aku dari Kyoto, Jepang. Uhm, tapi aku Im Yoona. Kau  salah informasi pindahan mungkin. Ayo, cepat kita perbaiki kesalahan ini.”ujarku dan menarik namja itu pergi jauh dari kerumunan tadi. Fiuh.~

“Hey, apa maksudmu dari Kyoto? Kau kan dari Busan.”ujarnya. Aku tertawa renyah.

“Cheosonghamnida. Tadi hanya sedikit bumbu tipuan. Baiklah, aku Im Yoona pindahan dari Busan. Mohon bantuannya. Kaukah tutorku selama 1 minggu ini?”tanyaku. Ia mengangguk dan memberikanku 2 lembar kertas.

“Ige mwoya?”tanyaku penasaran.

“Itu informasi tentangku. Aku tak punya waktu untukmu pagi ini karena aku harus bertemu dengan dosen pembimbingku. Tapi aku janji, sebentar sore aku akan mendatangimu. Kutunggu di kantin timur. Anyeong!!”jelasnya panjang lebar dan meninggalkanku. Hah? Sungguh membingungkan!

~Author~

Flash kamera terlihat jelas yang menyilaukan mata. Seorang yeoja cantik tengah disoroti oleh lensa-lensa kaca di sebuah hall besar sebuah mall ternama. Tak henti-hentinya sang yeoja memamerkan senyumnya yang indah itu. Para fans terus menyoraki sang empunya nama dengan histeris dan perasaan kagum yang luar biasa.

“Yak, para hadirin sekalian. Kini kita akan masuk ke dalam acara yang telah ditunggu-tunggu. Selamat datang di Fanytastics the 2nd Fan Meeting!”ujar sang MC dengan wajah berseri-serinya.

“Hwang Tiffany! Hwang Tiffany!”seluruh isi ruangan bersorak dengan antusiasnya. Sang penyanyi merekahkan kembali senyumnya dengan sangat gembira. Acara pun dimulai. Acara pertama berupa satu dua kata dari sang penyanyi untuk para fansnya.

“Yak, baik. Acara kedua adalah Q&A! Di sini saya membutuhkan 2 orang untuk memberikan pertanyaan pada Tiffany. Siapa yang pertama?”tanya MC. Seorang namja baby face yang kira-kira berusia 15 tahunan mengacungkan tangannya dan berdiri dengan percaya diri. Ia terlihat sangat lucu. Seorang staff memberikannya microphone agar dapat mengajukan pertanyaan.

“Pertama, katakan siapa namamu, alasan kau menyukai Tiffany dan alasan kau mengajukan pertanyaan ini serta pertanyaanmu.”jelas sang MC. Namja itu mengangguk mengerti lalu memulainya. Seluruh kamera beralih padanya yang terlihat tersenyum gagah.

“Perkenalkan, namaku Byun Baekhyun. Walaupun aku baby face, aku sudah 21 tahun,”ujarnya. Semua terlihat membulatkan mata termasuk Tiffany yang juga nampak terkejut. Ia tertawa lalu kembali ke topiknya.

“Alasan aku menyukai Tiffany, karena dia terlihat begitu cantik dalam segala suasana dan juga suaranya yang merdu itu. Aku mengajukan pertanyaan ini karena,”ia berhenti sebentar. Semua terlihat penasaran terkecuali seorang namja jangkung berambut curly yang juga baby face yang duduk di samping Baekhyun. Namja itu nampak berbisik sesuatu pada Baekhyun. Baekhyun menarik nafasnya dalam-dalam.

“Maaf, aku tidak bermaksud agar kalian mengasihaniku. Tapi, aku mengajukan pertanyaan ini karena aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan terakhirku.”lanjut Baekhyun. Semua menjadi diam dan bingung. Sang MC pun mencoba mengupas lebih dalam.

“Jika kami boleh tahu, apa maksud anda dengan ‘kesempatan terakhirku’, Baekhyun-ssi?”tanya sang MC. Baekhyun pun diam sejenak.

“Ini adalah saat-saat terakhirku untuk melihat sang idolaku, Tiffany Hwang yang berdiri di atas panggung. Saat terakhirku untuk mendengar suaranya secara nyata.”jawab Baekhyun yang masih membuat orang-orang termasuk para wartawan bingung.

“Saat terakhir?”tanya ulang MC. Tiffany  diam tak berkutik menatap mata Baekhyun. Baekhyun merasa tersengat berjuta watt listrik. Ia juga terdiam.

“Baekhyun-ssi?”tanya beberapa orang di dekatnya menyadarkannya. Baekhyun pun sadar.

“Maksudku, aku mengidap penyakit—“

Seorang yeoja berambut hitam pekat dari bawah panggung memberi tanda sambil menunjuk jam tangannya pada MC. Sang MC mengerti. Waktu adalah emas.

“Sudah cukup. Tak usah ditanya lagi. Baekhyun-ssi, silahkan pertanyaannya.”potong sang MC yang nampaknya tidak sabaran yang tiba-tiba yang membuat semua orang terkejut. Baekhyun pun linglung dan melanjutkan pertanyaannya. Tiffany sedikit menunduk. *mcnya ndesoo-_-*

“Uhm, Tifanny-ssi, apa momen berharga dalam hidupmu?”tanya Baekhyun sedikit gugup. Tiffany tersenyum menatap dalam mata Baekhyun. Baekhyun ingin sekali semaput di tempatnya saat ini juga. Tiffany mendekatkan mic ke mulutnya.

“Terima kasih Baekhyun-ssi. Momen paling berharga dalam hidupku adalah bertemu dengan kalian semua. Kalianlah yang memberikanku dukungan agar selalu menghadapi berbagai hal baru. Terima kasih.”jawab Tiffany dan tersenyum. Flash-flash kamera kembali menyilaukan mata. Para wartawan ada juga yang sibuk mencatat apa yang baru saja Tiffany katakan.

“Baik, selanjutnya. Siapa yang mau memberikan pertanyaan?”aju sang MC. Tampaklah seorang yeoja dengan rambut hitam pekat sepinggang yang terlihat sengaja di-blow. Ia merapatkan blazer birunya ketika seorang staff memberikannya mic.

“Ya, silahkan. Nama, alasan menyukai Tiffany dan alasan pertanyaanmu.”kata MC mempersilahkan. Yeoja itu tersenyum malu.

“Uhm, anyeonghaseo. Namaku Jieun. Aku sangat menyukai Tiffany eonnie karena walau melihatnya terus-terusan aku tak akan pernah bosan apalagi eyesmilenya dan keramahannya apalagi fan servicenya di mana pun.”jelas yeoja bernama Jieun itu. Semua orang bersorak membuat Tiffany tersipu. Jieun mengatupkan mulutnya tertawa sesaat lalu kembali melanjutkan pernyataannya.

“Eonnie, aku mengajukan pertanyaan ini karena aku sangat penasaran dengan tipe pria idealmu. Hehe, kamsahamnida.”lajut Jieun dan kembali duduk. Tiffany Nampak terkejut dan tertawa sesaat.

“Uhm, pria ideal? Aku rasa dia adalah seorang yang mencintaiku apa adanya. Itu saja. Tidak rumit.”jawab Tiffany membuat seluruh fanboynya bersorak kegirangan.

~~~

“Hah, melelahkan!”ujar Tiffany sambil mengibaskan rambutnya ke belakang. Para staff mulai bertebaran baik membersihkan aula mall tempat fan meeting tadi maupun mengurus Tiffany. Tiffany masuk ke ruangan gantinya. Di sana sudah ada managernya yang duduk manis sambil menyeruput cappuccino dingin.

“Ah, kau sudah selesai.”ujar managernya. Tiffany memberi tanda agar para staff meninggalkannya sendiri degan managernya.

“Kau dari mana saja?”Tanya Tiffany. Yang ditanya tersenyum tipis. “Tadi aku harus bertemu dengan kenalan sebentar di food court lantai atas.”jawab manager sekenanya. Tiffany menghembuskan napas kasar.

“Hah, sudah. Cepat beritahu schedule selanjutku apa lagi.”suruh Tiffany ketus. Sang manager menaruh cangkir cappucinonya di atas meja rias dan mengeluarkan ipad dari tasnya yang terlihat mahal.

“Uhm, Jam 4 kau ada pemotretan di majalah Ceci.”jelas managernya. Tiffany memutar bola matanya. “Kenapa?”Tanya manager. Tiffany menggeleng pelan.

“Setelah itu jam 8 nanti kau diundang ke restoran di Cheongdae-dong untuk ditraktir sutradara Jin bersama dengan pemain drama To You. Jam 10 kau menjadi guest di Shimsimtapa.”lanjut sang manager. Tiffany tetap dengan ekspresi datar. Ini sudah menjadi hal biasa. Sangat berbeda siifatnya di public dengan sehari-harinya. Di public ia bersikap manis, anggun bahkan lucu. Tapi jika dengan managernya, ia bersikap malas, sinis dan galak. Itu sudah sangat biasa bagi manager yang juga adiknya. Tok. Tok. Pintu terbuka. Nampak seorang staff masuk.

“Cheosonghamnida. Seohyun-ssi, Tiffany-ssi. Van anda sudah di depan.”ujarnya. tiffany dan managernya, Seohyun segera keluar dan berjalan kea rah van. Cukup banyak fans yang masih menunggu Tiffany di pintu utama mall. Para body guard mengerahkan seluruh tenaga untuk melindungi sang idola sampai di van dengan selamat.

“Tiffany eonnie!!”. “Seoger noona!!”teriak para fans.

“Seohyun, bisakah aku bertanya sesuatu?”Tanya Tiffany sesampainya di dalam van. Seohyun yang masih berkutat denga ipadnya mengangguk.

“Sejak kapan kau membuat nama resmi untuk fansmu?”Tanya Tiffany. Seohyun menatapnya bingung. “Apa maksudmu?”Tanya Seohyun.

“Kau dengar? Mereka memanggilmu ‘Seoger’?”sindir Tiffany. Seohyun mengerti. “Itu hanya julukan untukku mungkin. Seohyun Manager? Kau tidak suka?”sindir balik Seohyun melihat Tiffany diam. Seohyun tak memanggil Tiffany eonnie karena sikap Tiffany yang tak pernah lembut padanya. Ia merasa, anggap saja kami hanya sebatas manager dan artis yag mengenal sebatas profesi.

“Berhentilah berlagak artis! Kau managerku!”protes Tiffany. Seohyun berdecak. “Apa salahnya? Siapa juga yang mau jadi artis? Artis pekerjaan membosankan.”ujar Seohyun sinis dan kembali berkutat pada ipadnya. Tiffany hanya berdecak sebal.

~Choi Siwon~

“Kamsahamnida, Siwon-ssi.”ujar Yoona sambil membungkuk. “Ne, cheonmaneyo. Sampai berjumpa besok.”pamitku dan kami berdua berpisah di halaman kampus. Melelahkan! Untung saja Yoona tipe yang tidak terlalu centil secentil yeoja-yeoja lain. Tidak terlalu centil? Yaa, mungkin tidak centil. Ia sedari tadi hanya berkata ‘ya, aku mengerti.’.

Aku mengendarai mobil keluar area kampus dan berbaur dengan keramaian kota Seoul yang sudah menjelang malam ini. Aku merasa aneh. Tadi, aku dan Yoona sempat melewati kelas Sooyoung. Tapi, dia tidak ada di sana. Ketika aku berkeliling kampus juga dia tidak ada. Sungguh aneh. Atau, dia sakit jadi dia pulang duluan? Mungkin saja. Aku memarkirkan mobil hitamku ini di parkiran VIP yang hanya bisa menampung 50 mobil. Yah, memang jika memarkir di parkiran VIP harus membayar dulu 6000 won. Tapi, demi keamanan mobilku kan? Aku turun dari mobil dan memasuki gedung apartemen. Ada beberapa orang berlalu lalang di lobby. Aku pun menaiki lift untuk sampai ke lantai 5, tempat flatku berada. Aku berjalan santai dan masuk ke flatku. Dengan santainya aku masuk dan hening. Aku menengok jam dinding. Jam 7 malam. Aku mengetuk pintu kamar Sooyoung. Siapa tahu dia tidur.

Tok tok tok..

Tak ada jawaban. Mungkin ia tidur dan tidak ingin diganggu. Aku pun pergi ke dapur membuat secangkir kopi. Malam ini aku tak boleh tertidur. Aku harus mengerjakan makalahku yang dikumpulkan 3 hari lagi. Aku duduk menghadap televise dan menonton acara music Music Bank. Setelah secangkir kopiku habis, aku pun membiarkannya saja di meja. Sudahlah, dunia tak akan kiamat jika aku tak mencuci cangkir itu kan? Aku menengok jam lagi dan ternyata pukul setengah delapan. Hmmm, apa yang Sooyoung lakukan di kamarnya? Apa ia tidak akan memberiku makan? Aku pun memutuskan mampir ke restoran kecil di samping apartemen untuk membeli makanan dan memakannya bersama Sooyoung nanti. Aku pun mengambil jaketku di gantungan dekat kamar mandi dan tak lupa ponsel dan dompet.

~Author~

Seorang yeoja berjalan terseok-seok di sebuah lorong dengan penerangan yang baik. Ia terlihat kelelahan. Sesekali ia memijat keningnya pelan dan juga lehernya. Ia mendesah pelan. Jalannya juga makin pelan.

“Ini semua karena kau. Tunggu saja!”gerutunya. ia memegang pegangan besi di pinggir dinding dan berjalan dengan pelan. Ia berhenti sesaat.

“Agh!”rintihnya sambil memegang kakinya. Ia pun runtuh sesaat itu juga. Ia terduduk di samping sebuah pintu. Ia terus merintih sambil memegang kakinya dan tebuhnya yang juga sakit. Ia tak kuat lagi. Ia pun tergeletak lemah di depan pintu itu dengan keadaan tak sadarkan diri.

~~~~

“Uhm, aku dengar dari temanku, katanya Japchae di restoran ini lezat. Benarkah?”Tanya Siwon pada seorang pegawai yang bertugas membukakan pintu bagi para pelanggan yang datang dan keluar. Sang karyawan tersenyum simpul.

“Ah, memang di restoran ini Japchae menjadi menu utamanya. Banyak orang juga yang bilang Japchae di sini rasanya sungguh berbeda dengan Japchae di restoran lain. Itu menurut lidah mereka. Jadi, apakah tuan ingin memesannya?”tawar karyawan tersebut.

“Ne, boleh. Apa aku bisa melihat daftar menu? Aku ingin memesan makanan lain.”ujar Siwon. “Ya, tentu. Silahkan duduk. Saya akan mengambilkan menunya.”ujar sang pegawai. Siwon duduk di bangku tepat di samping kiri pintu masuk tersebut. “Ini tuan.”kata pegawai itu pada Siwon. Siwon melihat-lihat daftar dan memutuskan makanan yang ia pesan.

“Uhm, Japchae 2 porsi dan Yangnyeom Tongdak 3 porsi.”pesan Siwon. Sang pegawai memberitahukan pada pelayan dan ia kembali ke posisi semulanya. Di pintu masuk. Siwon menunggu sambil menatap penjuru restoran ini. Tiba-tiba, sebuah van putih bertuliskan KBS staff‘ disusul 3 mobil di belakang berhenti di depan restoran tersebut. Awalnya ia mengabaikannya. Namun, ia melihat lagi dan benar saja. Yang turun dari van tersebut pun para artis yang sudah tidak asing lagi bagi semua orang. “Kyaa! Itu para pemain drama To You!”teriak salah satu yeoja di meja paling sudut histeris. Siwon hanya menggeleng kepalanya pelan dan mengeluarkan ponselnya mengecek adakah pesan atau telepon penting yang masuk.

“Oso osipsiyo.”sapa sang pegawai ramah.

‘Donghae oppa!!’

‘Tiffany noona!!’

‘Krystal!! Saranghae!’

‘Choi Minho! Kau terlihat tampan! Oppa!’

Jeritan dan teriakan yang memekakkan telinga terdengar di mana-mana. Restoran itu seketika menjadi ramai. Seluruh artis dan staff itu pun memasuki restoran tersebut dan mengambil tempat di lantai atas untuk tamu VIP. Ruangan itu tidak besar sekali. Cukup untuk menampung 20 orang. “Ini pesanan anda tuan.”ujar seorang pelayan pada Siwon.

“Ne, kamsahamnida. Eolmayeyo?”Tanya Siwon sopan. “17.000 won.”

~~~~

Siwon menengok jam tangannya. Jam Sembilan. Hamper satu jam ia berada di restoran itu. Ia memikirkan, kira-kira Sooyoung sudah bangun atau belum? Ia ingin menyantap makan malam bersama pujaan hatinya itu. Dan juga ia sudah rela memesan 3 porsi Yangnyeom Tongdak untuk Sooyoung yang shiksin itu. Ia tertawa kecil dan keluar dari lift dan berbelok menuju lorong tempat flatnya berada. Ia menyipitkan matanya ketika melihat sesuatu yang aneh. Kantung berisi makanan di tangannya jatuh begitu saja beserta isinya.

TO BE CONTINUED..

Anyeong readers!! Authornya kembali lho setelah hilang sedetik ^^v *sebulan woy sebulan!!*

author juga mau cerita, cover ff author ini ditempel di mading sekolahan karena bagus 😀 *pamer* wkwk, hanya kasih tau ajah :p

Hehe, maap banget sama kalian semua, author sebenernya gak sibuk sih,, hanya masalah si ‘leppi’ (baca:laptop) aja yang bikin author frustasi. ^^

Semoga chapter 1 nya berkenan di hati readers tercinta. *nangis terharu* #abaikan

Don’t forget to CL yaksss~ ^^

Iklan

10 thoughts on “Behind Your Mask [1st Mask]

    • hehe, ternyata masih ada reader setiaku yg mau nunggu author setengah barbie ini *iuhh*
      😀 siapa ya?? tunggu aja next prtnya yaaks~ thx for the comment 🙂

  1. soowon momentnya kurang…
    Eh ada tiffany, dia itu apa hubungannya sama soowon?
    Ih yoona kasian banget.

    Nice chapter di tunggu yg selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s