Beranda » Family » I Hate U but I Love U Part 7 (The End of All)

I Hate U but I Love U Part 7 (The End of All)

Title: I Hate U but I Love U

Author: xiluhania (twitter : @8achoihm, fb :Lavenia Pili Roboh)

Cast: Kim Ki Bum (SHINee)

Kang Yun Ji (YOU)

Support Cast: Lee Donghae, Jung Nicole, L aka myungsoo

Genre: romance, family, friendship

Length: 7/7

Rating: PG-13

AN : haiiii! Akhirnya author silumania *eh xiluhania kembali membawa IHUBILU part akhir \m/ ada yg nunggu ga ini ff gaje? Wkwk, ditunggu komennya, ga komen ga like, NDESOOOO! :p Happy reading and don’t be silent reader!*SILENT READER,, NYEMPLUNG DI LAUT AJAH!! J*

 

Kami dengan lahap menghabiskan hidangan resto key.

“hidangan penutupnya sup jagung…”ujar key. Aku menatap sup jagung tersebut. Lagi-lagi aku mengingatnya!

“sudahlah, yun ji…. Jangan kau ingat lagi..”bisik Myungsoo.

“ingat apa??”tanya key yang sepertinya mendengar.

 

==========

Key POV

 

Aku sungguh tak mengerti dengan semua ini. kedatangan Myungsoo yang tiba-tiba dan apa yang disembunyikan Myungsoo dan yun ji?

“bukan apa-apa kok. Aku hanya mengingat beef tadi.”jawab yun ji.

“ohh. Aku pikir apa.”kataku lega.

“uhm, ayo kita pulang. Badanku tiba-tiba tidak enak.”ujar yun ji tiba-tiba. Aku merasa ada yang aneh padanya sejak kedatangan Myungsoo tadi.

“tidak enak badan? Jangan-jangan aku akan mendapatkan seorang keponakan!”timpal donghae ngawur. Aku menjitaknya.

“hyung jangan ngawur!”bantahku.

“keponakan? Kalian berdua pasangan suami istri?”tanya Myungsoo kaget. Aku mengiyakan pertanyaannya.

“aissh! Banyak bacot deh kalian! Kajja!”marah yun ji dan meninggalkan kami yang dalam kehebohan.

 

==========

Yun ji POV

 

Dasar Key! Myungsoo sekarang sudah tahu kalau aku dan dia sudah menikah. Aissh! Sekarang orang tahu bahwa aku ini tidak lajang lagi.

 

===========

 

Hari ini aku berangkat ke sekolah. Aku berjalan dengan malas. Tiba-tiba, sebuah mobil sport putih berhenti di depanku. Seseorang turun dari mobil itu.

“Myung–?”tanyaku bingung.

“ne. bisakah kita berbicara berdua? Ada sesuatu yang penting.”katanya.

“Hajiman, aku baru saja akan ke sekolah.”tolakku. Ia tersenyum. “Kutunggu ketika kau pulang sekolah.”lanjutnya. Aku tersenyum kaku. Mengapa? Mengapa ia ingin bertemu denganku lagi?

 

===========

 

Aku sibuk mengaduk kopiku sambil menunduk. Aku sungguh tak ingin menatapnya. Aku menghentikan adukanku. Bukan. Bukan aku yang menghentikannya, tapi dia. Kim Myungsoo. Aku tetap menunduk. Kini ia menggenggam tanganku.

“Yunji-ah, kau tahu? Aku mengikuti kelas percepatan sehingga kini aku sudah menginjak bangku kuliah.”katanya. Aku tahu itu hanya basa-basi agar mencairkan suasana menegangkan antara kami berdua. Aku menggumam pelan.

“Aku, aku masih menunggumu sejak aku meninggalkanmu.”lanjutnya. Aku tak merespon. Kali ini apa maksudnya? Aku sungguh tak mengerti. Dia yang meninggalkanku dan kenapa dia yang menungguku? Berharap aku pergi mencarinya?

“Aku hanya ingin menanyakan satu hal padamu.”ujarnya. Aku pun mencoba mengangkat kepalaku. Aku tak ingin menjadi seorang pengecut. “Ya?”tanyaku pelan. Akhirnya aku berani mengeluarkan satu kata walaupun kata yang kuucapkan hanya membutuhkan sekali tarikan napas.

“Apakah kau mencintainya?”tanyanya. “Siapa maksudmu?”tanyaku yang seperti orang bodoh. Dia menanyakan Key, Yunji babo. Aku sibuk merutuki diriku yang begitu bodoh dengan spontannya melontarkan pertanyaan itu.

“Jangan berpura-pura. Aku menanyakan Key.”jawabnya masih menggenggam tanganku. Deg. Aku sungguh bingung harus menjawab apa. Aku melepaskan genggamannya. Aku tidak ingin ia merasakan dinginnya tanganku saat ini karena pertanyaannya itu. Aku terdiam cukup lama. “Aku hanya membutuhkan ‘ya’ atau ‘tidak’.”sambungnya. deg deg deg.

“Aku-aku..”ujarku terputus. Ayolah Yunji. Yakinlah dengan jawabanmu, kau harus bisa menjawabnya.

“Aku mencintainya.”jawabku pada akhirnya. Kulirik sedikit air muka Myungsoo yang berubah kecewa. Kecewa? “Aku tidak menginginkan jawaban terpaksa atau kebohongan, Yunji-ah.”ucapnya. Apa maksudnya aku berbohong?

“Ini benar. Aku mencintainya.”ulangku dengan sedikit lebih tegas. Ia tersenyum tipis. “Aku tahu kau tak mencintainya.”katanya. Cukup! Aku tak bisa bersabar!

“Kim Myungsoo, tidakkah kau mendengar jawabanku? Aku mencintainya.”tegasku padanya. “Kau nampak gugup dan jawabanmu kuyakini bohong.”bantahnya. hey, kau tak tahu apa-apa tentang diriku.

“Kau benar. Aku bingung harus menjawab apa karena aku sendiri bingung dengan perasaanku padanya. Tapi, aku telah sah menjadi istrinya, pendampingya. Walaupun aku tidak mencintainya, aku harus belajar mencintainya karena ini takdirku. Aku tak bisa melawan takdirku sendiri. Dan masa lalu kita, bisakah kau melupakannya? Bisakah juga kau hentikan sikapmu yang kekanak-kanakkan ini?”ujarku mencoba lebih sabar lagi. Air mata menggenang di pelupuk mataku. Siap-siap mengalir jika pertahanan diriku tak kokoh lagi.

“Belajar? Belajar mencintainya? Mencintai itu bukanlah pelajaran yang harus kau hafal rumusnya atau kau hafal definisinya.  Cinta itu akan datang sendirinya. Seperti aku padamu.”bantahnya. Aku tersenyum tipis.

“Dan satu hal, kau tidak bisa memaksakan cinta, Myungsoo-ah. Aku tidak mencintaimu, aku hanya mencintai Key. Aku  harap kau mau mengerti. Dengan begitu, aku tak menganggapmu sebagai seorang pengecut. Terima kasih untuk kopinya. Aku pergi.”ujarku berpamitan dan segera meninggalkannya. Air mataku mengalir dengan deras. Aku mencoba menghapusnya berkali-kali namun tetap saja terus mengalir. Aku tak boleh salah dengan pilihanku. Aku yakin, Key pasti memiliki perasaan yang sama denganku. Aku yakin itu.

 

BRUK!

 

Aku menabrak seseorang yang kuyakini namja. Dadanya bidang. Aku tetap menunduk. Tak ingin memperlihatkan air mataku pada siapapun.

“Yunji?”tanyanya. Aku mendongak. Itu Donghae oppa. Aku memeluknya erat. Ia bingung dan memelukku balik. Ia mengelus rambutku pelan. “Oke, kita ke masuk dulu.”ajaknya dan menuntunku masuk ke dalam café yang berada di samping kami.

 

===========

 

“Sudah tenang?”tanyanya ketika aku selesai menyesap sedikit vanilla late ku. Aku mengangguk pelan. Bahkan tidak terlihat aku mengangguk. “Sekarang katakanlah. Apa yang membuat adik kecilku ini menangis?”tanyanya sambil menopang dagu di meja. Aku menghembuskan napas.

“Key dan Myungsoo,”ujarku. Donghae oppa membelalakkan matanya. “Hah? Mereka berdua yang membuatmu menangis? Akan ku beri pelajaran mereka berdua.”ujar Donghae oppa nampak marah. “Tunggu dulu, oppa. Aku belum selesai berbicara.”kataku menenangkannya. Ia kembali menatapku dengan serius.

“Oppa, aku sungguh bingung sekarang. Tadi, aku dan Myungsoo bertemu dan berbicara di café tak jauh dari sini. Ia mengatakan bahwa ia masih mencintaiku dan sampai saat ini ia menungguku.”jelasku pendek. Aku menatap Donghae oppa yang bingung.

“Masih mencintaimu? Kau dan Myungsoo pernah bertemu sebelumnya?”tanya Donghae oppa. Aku menunduk. “Ne. sewaktu SMP, ia menyatakan perasaannya namun kutolak dan ia pun pergi ke Jepang. Aku, aku tak pernah mencintainya.”jawabku. air mataku menggenang lagi di pelupuk mata.

“Eo? Lalu, apa yang kalian bicarakan tadi?”tanya Donghae oppa.

“Ia menanyakan, apakah aku mencintai Key. Aku menjawab ya. Tapi, aku masih bingung dengan perasaanku sendiri. Oppa, eotteokhae?”tanyaku bingung.

“Dengarkan aku, Yunji-ah. Kau bingung dengan perasaanmu yang mencintai Key atau tidak, ya kan?”tanyanya. Aku mengangguk. “Kau tidak salah. Kau tidak salah jika mencintai Key. Yang harus kau lakukan sekarang adalah memastikan perasaan Key padamu sendiri seperti apa.”jelas Donghae oppa. Aku menggigit bibirku takut.

“Aku terlalu takut untuk mendengar jawabannya nanti, oppa.”balasku. Donghae oppa tersenyum padaku. “Apapun yang dijawab Key nanti adalah yang terbaik untukmu, Yunji-ah.”kata Donghae oppa. Aku memikirkan kembali hal ini.

“Gomawo, oppa.”

 

===========

 

Author POV

 

“Aku ingin kau mengerti, Nicole-ah. Ini sudah sore, aku harus pulang.”ujar Key sabar. Nicole bergelayut manja di lengan Key seolah-olah tak ingin melepaskan Key.

“Shireo! Kau tak boleh pulang!”larang Nicole. Key memutar bola matanya. “Jangan membuatku bertindak kasar, Nicole-ah.”ancam Key denga lembut. Ia takut yeoja ini menangis dan memperpanjang masalah.

“Kasar? Kau tidak boleh kasar padaku. Aku ini yeojachingumu, Key-ah.”ujar Nicole. Key melepas tangan Nicole dari lengannya dengan sedikit memaksa. “Key! Kau bertindak kasar padaku!”marah Nicole dan mengerucutkan bibirnya. Key kesal dengan sikap Nicole yang kekanak-kanakkan.

“Kenapa? Kau tidak suka?”tanya Key yang terdengar pedas. Nicole terkejut. “Kenapa? Kau berubah Key! Kau tidak seperti dulu saat aku masih bersamamu! Kini aku kembali untukmu, melanjutkan kembali hubungan kita yang terputus, tetapi kau seka—”ujar Nicole terpotong.

“Berubah? Aku berubah? Nicole, aku tekankan sekali lagi. Aku bukan lagi namjachingumu. Kau tidak ingat? Kau yang mengakhiri hubungan kita ketika kau akan pergi ke California!”jelas Key mengingatkan Nicole yang mungkin berpura-pura lupa aka kejadian 2 tahun lalu itu. Nicole tidak ingin mengingat hal itu lagi.

“Aku tidak pernah mengatakannya! Aku sudah gila jika aku memutuskanmu!”

“Justru kau sudah gila jika kau terus berpura-pura seperti ini! Pura-pura bodoh, pura-pura lupa akan keputusan yang kau buat sendiri!”balas Key kesal.

“Aha! Aku tahu! Yeoja yang bernama Yunji kan yang membuatmu berubah seperti ini! Melupakanku dan terjebak dalam perangkapnya.”balas Nicole mempersalahkan Yunji. Key tak sabar lagi menghadapi yeoja yang satu ini.

“Jangan menyebut nama Yunji! Ia tidak ada sangkut paut apapun dalam hal ini!”marah Key. “Haha, tak ada sangkut paut? Ia pengacau hubunganku denganmu!”

 

“Justru kau yang mengacaukan hubunganku dengan Yunji!”ujar Key tanpa sadar. Mereka terdiam sebentar. Ketika Key akan angkat bicara mengalihkannya, Nicole member tanda berhenti untuk Key.

“Kau bilang aku pengacau hubunganmu dengan Yunji? Apa hubunganmu dengannya tanpa sepengetahuanku, eo?”tanya Nicole. Key antara bimbang harus mengatakannya atau tidak.

“Aku dan Yunji berpacaran.”ujar Key pada akhirnya. Nicole membulatkan matanya. “Pacaran?”ulang Nicole. Key merasa tidak tenang. Ia merasa ada beban ketika ia mengatakan berpacaran.

“Tidak. Aku dan Yunji sebenarnya sudah menikah.”kata Key. Nicole nampak terkejut setengah mati. “M-mwo? Menikah?”tanya Nicole tidak percaya. “Yunji memang pengacau! Aku benci padanya! Sangat ben—”

“Diam, Nicole! Jangan menyebut Yunji pengacau! Aku mencintainya dan maaf, aku sama sekali tidak mencintaimu. Carilah namja yang lebih baik dari pada aku. seharusnya waktu 2 tahun lamanya itu bisa kau gunakan untuk mencari penggantiku.”sindir Key dan meninggalkan Nicole yang membeku di tempat. Air mata Nicole turun.

“Aku… aku memang pengecut.”gumam Nicole dalam isakan tangisnya yang ia sembunyikan. Tak ada seorang pun di taman yang menjadi saksi bisu pertengkaran dan mungkin pertemuan terakhirnya dengan Key.

 

===========

 

“Aku pulang!”ujar Key lesu dari pintu utama. Yunji yang rupanya sedang mondar-mandir di dalam kamar terkejut mendengar suara Key.

“Ayo, tenangkan dirimu, Kang Yunji.”ujar Yunji menyemangati dirinya sendiri dan berjalan pelan keluar kamar.

‘Kau harus menanyakannya, Kim Kibum.’batin Key dan berjalan memasuki kamarnya. Ketika ia akan membuka knop pintu kamarnya, terdengar suara pintu kamar Yunji yang terbuka. Key membalikkan badannya dan menyapa Yunji.

“Annyeong, Yunji.”sapaya gugup. Yunji tersenyum kaku dan membalas sapaannya. “Ne, annyeong.”balas Yunji. Yunji berjalan ke ruang televise sementara Key masuk untuk membersihkan badannya. 30 menit berlalu dan Key keluar menghampiri Yunji di ruang televise. Ia duduk di samping Yunji. Keduanya terdiam selama hampir satu jam.

“Err, Yunji-ah. Kau bersama siapa sepulang sekolah tadi? Aku tak sengaja melihatmu memasuki sebuah mobil putih.”tanya Key perlahan takut salah menggunakan bahasa yang pada akhirnya menyakiti.

“Oh, itu Myungsoo.”jawab Yunji gugup. Key menatap Yunji yang sedang menatap kosong ke lantai.

“Oh.”jawab Key. Ia tak tahu harus mengatakan apa. Yunji terlihat kecewa akan jawaban Key. Hanya 1 kata ‘oh’.

“Kau kenapa pulang sore?”tanya Yunji balik. Key memandang kembali Yunji. “Nicole mengajakku jalan-jalan.”jawab Key yang takut-takut. Yunji membulatkan mulutnya membentuk huruf o. Key sedih mendapat jawaban yang sama seperti yang ia lontarkan tadi.

“Ada yang ingin kukatakan.”ujar mereka bersamaan. Mereka menunduk dan tertawa kecil. “Ladies first.”ujar Key. tersenyum Yunji menelan ludahnya dan mendekati Key. Key merasa bingung. Kini mereka duduk berdampingan.

“Key-ah.”panggil Yunji pelan. Key merasa bulu kuduknya meremang. Ia menjadi gugup. Begitu pula yang dirasakan oleh Yunji. “Ne?”

“Aku ingin menanyakan sesuatu.”katanya. Key mengangguk pelan. Yunji menunduk dan menggigit bibir bagian bawahnya dengan cemas untuk menanyakan pertanyaannya. “Silahkan, aku akan mendengarkannya.”ucap Key mempersilahkan. “Key-ah, apakah kau mencintai…. Aku?”tanya Yunji berhati-hati. Key merasakan gejolak dalam hatinya. Beribu kupu-kupu terbang di dalam perutnya.

“Aku, aku—”. yunji gelisah mendengar jawaban apa yang akan terlontar oleh Key. Key pun membulatkan tekadnya untuk menjawab pertanyaan Yunji. “Aku—”

Ting Tong!

Suara bel membuyarkan suasana tegang antara suami-istri itu. Key mengumpat kesal dalam hati. Ia belum sempat menjawab pertanyaan Yunji. Yunji menghela napas dan membukakan pintu. Cklek.

Donghae berdiri dengan senyum cerah di bibirnya. Yunji menampakkan ekspresi datarnya. Donghae merasa bingung. Ia melirik ke dalam. Di sana Key sedang mengutak-atik handphonenya.

“Ada apa, oppa?”tanya Yunji pada intinya. Donghae menyengir.

“Kau sudah menanyakannya?”tanya Donghae bersemangat sekaligus penasaran. Yunji melirik Key yang sekarang sedang menonton televisi dengan malas. Ia kembali memandang Donghae. “Sukses, oppa! Kau sukses menggagalkannya!”sindir Yunji. Donghae terkejut.

“Mwo? Aku menggagalkannya? Ah, mianhaeyo..”ujar Donghae memelas. Ia tersenyum tak jelas pada Yunji. “Baiklah, berjuanglah. Fighting!”kata Donghae memberi semangat dan berlari pulang. Yunji menggeleng kepalanya tak menyangka tingkah oppanya yang kekanak-kanakkan itu. Yunji berbalik dan betapa terkejutnya ia ketika mendapati Key berdiri di hadapannya.

“Nugu? Kenapa tidak dibiarkan masuk?”tanya Key sambil memandang keluar.

“Aniyo, tadi ada seorang namja yang menanyakan alamat.”jawab Yunji berbohong. “Alamat? Haha, padahal masing-masing flat sudah disertai nomor.”ujar Key lucu dan berlalu ke kamarnya. Yunji ingin menahan Key dan melanjutkan pembicaraannya, tetapi ia urungkan niatnya.

“Masih ada hari lain.”gumamnya dan ke kamarnya.

 

===========

 

“Key! Kau namja pengecut! Mana bisa Yunji menanyakan apa yang ingin kutanyakan duluan?! Argh!”ujar Key frustasi sambil mengacak rambutnya. Ia menggigit bibir bawahnya. “Aku harus menyatakannya duluan.”gumamnya yakin.

Tok.. tok..

Key membuka pintu kamarnya. “Ada apa?”tanya Key. Yunji tersenyum. Senyum yang manis menurut Key.

“Bisakah kita makan malam di luar saja? Bahan makanan juga habis.”tawar Yunji. Key nampak berpikir sebentar dan akhirnya mengangguk.

“Oke, tunggu aku bersiap.”ujar Key dan menutup pintunya.

 

===========

 

“Okay, sekarang kita ke mana?”tanya Key yang menyalakan mobil. Yunji yang sibuk memakai sabuk pengamannya tak menghiraukan Key. Key menoleh dan melihat Yunji yang sedang kesusahan. “Dasar. Hal begini saja tidak bisa.”ejek Key dan memakaikan Yunji sabuk pengaman. Terlihat rona merah muncul di pipi Yunji. Yunji segera menutup kedua pipinya.

“Ada apa denganmu?”tanya Key heran. Yunji menggeleng. Key tersenyum. “Jadi, kita makan di mana?”ulang Key. Yunji nampak berpikir.

“Bagaimana kalau di daerah Gangnam? Di sana banyak makanan enak!”usul Yujin bersemagat. Key mengiyakan dan menancap gas mobilnya menuju daerah Gangnam.

 

===========

 

“Kimbap 2 porsi dan soju sebotol.”pesan Key dan pelayan itu segera berlalu. Yunji menggosok-gosokkan tangannya. Di luar sangatlah dingin, untung saja kedai ini memakai penghangat ruangan.

“Kau pernah ke sini sebelumnya?”tanya Key. Yunji mengangguk. “Ya, dulu waktu SMP setiap minggunya aku selalu ke sini bersama … ”ujar Yunji terpotong. “Bersama siapa?”tanya Key penasaran. Yunji tersenyum kaku.

“Ehm, bukan siapa-siapa. Lupakan saja!”jawab Yunji kaku. Key mengernyitkan keningnya. Sepertinya ada yang disembunyikan Yunji.

“Apakah bersama Myungsoo?”tanya Key asal. Yunji yang semula menatap keluar kedai itu terbelalak.

“Myungsoo? Aniya!”bantah Yunji. “Katakan saja. Benar Myungsoo, kan?”ulang Key. Yunji pun dengan terpaksa mengangguk. Key terdiam beberapa saat.

“Yunji, jujurlah kepadaku. Apa kau memiliki hubungan khusus dengan Myungsoo?”tanya Key yang sukses membuat Yunji terkejut. Apa? Apa yang Key ketahui? Pikir Yunji setengah mati.

“Tidak. Tidak ada apapun.”jawab Yunji. Key memajukan kursinya merapat dengan meja.

“Kau hanya perlu jujur. Aku merasa aneh sejak awal kau bertemu Myungsoo di apartemen.”terang Key. Yunji diam tak berkutik.

“Pesanan anda, tuan dan nyonya.”ujar seorang pelayan membawa nampan berisi dua piring kimbap dan sebotol soju beserta gelasnya. “Terima kasih.”ujar Key dan pelayan tersebut berjalan pergi. Key memberikan Yunji sepiring kimbap.

“Makanlah.”suruh Key dan mereka menyantap makanan tersebut.

 

===========

 

“Huah! Kenyang sekali!”teriak Yunji. Key tertawa pelan melihat tingkah Yunji yang lucu menurutnya.

“Haha, kita jalan-jalan sebentar, otte?”tawar Key. Yunji menangguk setuju dan keduanya pun berjalan menyusuri daerah Gangnam itu. Sesekali Key dan Yunji menatap baju-baju branded yang terpajang di etalase toko.

“Key! Lihat itu! Ada yang menjual ddukbokki!”ujar Yunji girang. Yunji menarik Key menuju sebuah gerobak yang menjual ddukbokki.

“Ddukbokki dua ya,, ahjumma.”pesan Yunji dan mereka duduk menunggu pesanan di sebuah meja kecil yang cukup untuk 2 orang. Yunji menatap ke seluruh penjuru. Key sibuk menatap Yunji.

“Setelah ini kita pulang ya, Key? Aku lelah.”mohon Yunji dan disertai anggukan dari Key. Pesanan mereka pund atang dan mereka menyantapnya lahap. Kunyahan Yunji terhenti ketika melihat seseorang yang baru saja keluar dari sebuah toko di depan tempat ddukbokki itu. Ia menunduk dan melanjutkan makannya. Tetapi terlambat, orang itu terlanjur melihatnya.

“Key, ayo kita pulang. Aku tidak enak badan.”bisik Yunji. Key yang baru menyantap ddukbokkinya merasa heran.

“Waeyo? Bahkan aku belum membayar.”balas Key bingung. Yunji menunduk da menarik-narik tangan Key. “Arasseo, aku bayar dulu.”ujar Key.

“Annyeong, Key-ssi, Yunji-ssi.”sapa seseorang dari belakang Key. Key berbalik dan mendapati Myungsoo tersenyum pada mereka berdua.

“Ah, ne. annyeong Myungsoo-ah. Kau sedang apa di sini?”tanya Key. Myungsoo mengangkat tas belanjaannya yang cukup banyak. “Kau berbelanja? Sebanyak itu?”tanya Key tak percaya bahwa Myungsoo punya hobi berbelanja yang sama sepertinya.

“Ani, bukan aku yang berbelanja. Kakak sepupuku, dia sedang ke toilet umum. Dia nampak stress tadi ketika berjumpa denganku di cafe, langsung saja kuajak jalan-jalan untuk mengurangi stresnya.”jelas Myungsoo tanpa rasa canggung. Yunji memutuskan terus menyantap ddukbokkinya tanpa mendongak melihat Key dan Myungsoo.

Drrrt.. drrtt…

“yeoboseyo? Ah nuna! Mianhae, aku sekarang di tempat menjual ddukbokki di depan butik tadi. Oke, sekalian aku ingin mengenalkan teman-temanku padamu. Anyeong!”

Key dan Yunji melanjutkan makan mereka sambil menunggu nuna Myungsoo yang katanya ingin ia perkenalkan pada mereka berdua. Tak lama kemudian, seorang yeoja dengan potongan rambut sebahu datang sambil menunduk.

“Annyeong.”sapa yeoja itu. Key dan Yunji mendongak untuk melihat yeoja itu. Mata Key dan yeoja itu berpapasan. Key terkejut melihat yeoja itu.

“Nuna, perkenalkan ini, Yunji dan –”

“Tidak usah. Aku sudah mengenal baik mereka berdua.”potong yeoja itu dan tersenyum tipis pada Key dan Yunji. Yunji menunduk dan Key terus bertatapan dengan yeoja itu.

“Ini kakakmu?”tanya Key pada Myungsoo. Myungsoo mengangguk, “ne, Jung Nicole. Kalian sudah saling berkenalan. Hebat sekali dunia ini sangat sempit!”ujar Myungsoo.

“Selamat tinggal, Key. Aku akan kembali ke California besok pagi. Yunji, jaga baik-baik Key, jangan lupa memberiku keponakan yang lucu.”ujar Nicole sembari tersenyum tulus. Ia menarik Myungsoo yang kebingungan pergi. Mereka berdua melambaikan tangan dan dibalas oleh Yunji dan Key. Key menatap Yunji yang kebingungan. Yunji mendelik.

“Mungkin dia sudah sadar.”ucap Yunji singkat dan Key pun tersenyum mengingat Nicole. ‘gomawo Nicole-ah. Kau bisa mengerti keadaanku.’pikir Key dalam hati.

“Kau kenapa? Cepat habiskan dan kita pulang.”perintah Yunji.

 

 

===========

 

“Ini aku Myungsoo. Maafkan lah sikapku yang selama ini kekanak-kanakkan. Aku sungguh menyesal telah membuatmu kesal padaku sekian lama ini. Aku harap kau mau memaafkanku. Kau benar, cinta itu tidak dapat dipaksakan. Gomawo karena telah membuatku merasakan jatuh cinta dan rasa sakitnya, Yunji-ah. Aku akan mengantar Nicole nuna ke California dan menetap di sana untuk beberapa bulan ke depan. Doakan aku agar aku bisa mendapat yeoja yang sama sepertimu, selalu membuatku tersenyum. Titipkan salam untuk Key ya. Annyeong. ^^”

Yunji tersenyum membaca pesan yang dikirim Myungsoo semenit yang lalu.

Tok tok.. yunji segera membuka pintu kamarnya.

“Ada apa?”tanya Yunji melihat Key yang tersenyum malu. Key menunjuk ruang televisi yang artinya pergi ke ruang televisi. Mereka berdua duduk berdampingan. Mereka menonton acara televisi yang lucu. Tiba-tiba, Key memanggil nama Yunji.

“Yunji-ah. Aku ingin menyatakan sesuatu.”ujar Key. Yunji mengangguk dan memandang Key. Yunji merasa gugup sekarang, ia ditatap seorang Key dengan sangat dalam.

“Aku mencintaimu.”lanjutnya dan sedikit menunduk. Cukup lama menunggu jawaban dari seorang Yunji. Key mendongak dan ternyata ia mendapati Yunji yang tengah menangis.

“Omo! Kenapa kau menangis? Mianhae! Aku tak bermaksud membuatmu begi—”ujar Key bingung.

“Pabo!”marah Yunji. Key bingung. “Pabo! Kenapa kau tak bilang dari tadi? Kau membuatku gelisah memikirkan jawabanmu! Dan, aku lega karena kau juga mencintaiku!”ujar Yunji di sela-sela tangisnya. Key segera memluk tubuh Yunji erat dan mencium puncak kepalanya.

“Gomawo, Kibum-ah.”ujar Yunji.

“Ne, Yunji-ah.”balas Key. Keduanya tertawa.

“So now, should we make a baby?”goda Key. Yunji terbelalak dan melempar remote ke arahnya.

“Appoyo!”

 

END?????? or BONUS??????

 

 

EPILOG

“Eomma, Appa. Apakah kita masih lama? Aku bosan.”ujar seorang anak kecil berumur 5 tahun pada kedua orang tuanya. Sang eomma mengelus puncak kepala anaknya lembut.

“Sebentar lagi. Sabar, sayang.”hibur eommanya. Tak lama kemudian, dua sosok tubuh muncul dari balik pintu kaca besar itu. Mereka tersenyum senang ketika melihat pasangan suami istri itu sedang menunggu mereka disertai seorang malaikat kecil dengan topi baseball-nya.

“Kibum! Yunji! Bogoshipeo!”ujar si yeoja dan memeluk mereka satu per satu. Ia berjongkok.

“Inikah dia?”tanyanya. Key dan Yunji yang adalah suami istri sekaligus orang tua anak tersebut mengangguk.

“Siapa namanya, Yunji?”tanya seorang namja yang kini juga menatap anak tersebut.

“Kim MyungJoo. Gabungan dari nama kalian berdua. Myungsoo dan Yongjoo.”jawab Yunji. Myungsoo da Nicole tertawa. Nicole menggendong Myungjoo. “Aaaaa, dia imut sekali. Padahal orang tuanya tidak imut sama sekali.”ejek Nicole. Mereka semua tertawa.

“Myungjoo, itu adalah Myungsoo ahjussi dan Nicole ahjumma. Arasseo?”tanya Key. Myungjoo mengangguk dan tersenyum pada Myungsoo dan Nicole.

“Ya sudah. Daripada kita berlama-lama di bandara, ayo kita pulang dulu. Aku lelah. Sepertinya jetlag.”ujar Myungsoo sambil menguap.

“Kajja!”

Mereka pun meninggalkan bandara dengan senang tanpa menyadari bahwa seorang yeoja sedang mengawasi mereka dari suatu tempat sambil berkata, “Kibum, kau senang hah karena cerita ini sudah berakhir? Kamu senang kan karena akhirnya Yunji menjadi milikmu tanpa memikirkan perasaan author yang buat ff ini?!”ujar author sambil teriak depresi -___-

 

FIN!

Okeh, selesai juga ini ff super gaje.. please comment da like yah.. J

See you in next fanfic! 😀

 

 

Iklan

2 thoughts on “I Hate U but I Love U Part 7 (The End of All)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s