Beranda » Family » MY LOVER 1

MY LOVER 1

Title:  My Lover

Author: Eunni

Cast: Kris EXO, Kim Youngra (YOU)

Support Cast:

Genre: Romance

Length: On going

Rating: T

Disclaimer : This ff is mine, the casts belong to themselves . I just shared my imagination to y’all readers 🙂

my

“Apa yang terjadi jika yeoja yang selama ini selalu mengirimimu pesan dan meletakkan air di lokermu bukan dia?”

“Apa yang terjadi jika yeoja yang menjagamu selama kau terbaring di rumah sakit bukan dia?”

“Apa kau tetap mencintainya?”

***

18.00 KST, Hongdae Cafe

“Aku telah berpacaran dengan  tiffany..”

Diam. Itulah yang bisa aku lakukan. Aku  masih terus mencerna apa yang dikatakan namja berpostur tinggi yang kini tengah duduk di hadapanku ini. Aku  masih terus berharap apa yang aku dengar tadi itu hanyalah candaan semata. Tapi , apa yang aku harapkan tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi.

“Youngra-ya.. Do you hear me?” tanya Kris.

“N-ne. Aku mendengarmu,”  “C-chukkae..” jawab ku  setelah jeda begitu lama dengan seulas senyum yang mungkin terlihat dipaksakan.

“Gomawo.” jawab Kris lalu tersenyum. Aku  hanya diam  dan terus memperhatikan gerak-gerik Kris yang sedang memegang handphonenya terlihat ia mendesah sesaat dan segera beranjak dari duduknya.

“Mianhae Youngra, aku harus segera pergi. Tiffany memintaku untuk menemaninya shopping,” aku hanya membalasnya dengan sebuah anggukan. “Anyyeong.” Ucap Kris lalu berjalan meninggalkan ku  yang masih terdiam di kursi.

” Dan kenyataan yang paling aku takutkan terjadi. Kau.. Memilih dia..

*End of Youngra Point of View*

***

06.00 KST, Youngra’s room

Youngra masih tertidur dengan selimut yang masih setia membungkus tubuhnya hingga bunyi alarm yang begitu nyaring dan memekak telinga membangunkannya.

“Haiishh..” Youngra menggerutu lalu membuang alarm nya sembarang ke lantai. Sedetik kemudian ia tersadar dan segera memungut jam wekernya yang ia buang. Ia mengelus dadanya bersyukur karena jam wekernya tidak rusak. Setelah itu ia segera berjalan menuju kamar mandinya, dan bersiap untuk sekolah.

***

07.00 KST , School

Hari ketiga sejak ia mengetahui kenyataan yang memilukan. Youngra tetap saja berjalan dengan tatapan kosong dan dengan langkah yang gontai. Ia hanya menunduk menatap lantai lorong sekolah yang entah sejak kapan jauh lebih menarik dilihat dibandingkan melihat kenyataan yang terjadi padanya. Kenyataan yang begitu menyakitkan.

Tap..

Langkah Youngra berhenti begitu saja ketika ia menyadari ada sepasang sepatu sneakers yang kini tengah digunakan seseorang berdiri dihadapannya. Dan ia tahu betul siapa pemilik sneakers ini yang kini tengah berdiri di hadapannya. Eunri mendongakkan kepalanya dan … Betul! Siapa lagi kalau bukan seorang Kim Ki Bum atau lebih biasa disapa Key. Namja dengan rambut berwarna cokelat, berkulit putih, dengan tulang pipi yang menonjol dan bentuk bibir yang kecil menunjukkan betapa namja ini nyaris sempurna dari sisi manapun. Ditambah lagi dengan nyatanya namja yang kini tengah berada di hadapan Youngra saat ini adalah seorang ketua osis. Youngra ingat betul apa yang dikatakannya pada Key  dulu. “Seandainya kau bukan oppa ku, aku juga akan menjadi fangirl mu.” Mengingat hal itu membuat Youngra ingin tersenyum lucu, tapi ia tahu seorang Kim Ki Bum tidak ingin bercanda saat ini.

Youngra mendesah begitu menyadari beberapa yeoja yang baru saja tiba di sekolah tengah menatap dia dan Key dengan tatapan heran. Tapi Youngra masih bersyukur, Setidaknya belum begitu banyak fangirl Key yang sudah tiba di sekolah. Key masih saja menatap Youngra dengan tatapan tajamnya, yang membuat yeoja-yeoja disekitar mereka kebingungan. Tapi, bagi seorang Youngra, maksud dari tatapan itu langsung bisa ia artikan. Bagaimana tidak? Ia sudah mengenali namja itu selama 16 tahun ia hidup di dunia ini. Meskipun mereka sempat terpisah selama 6 tahun.

“I’m dissapointed with you, Kim Youngra..” Setelah sekian lama Key menatap Youngra , ia hanya melontarkan sebuah kalimat yang membuat Youngra langsung merasa bersalah saat itu juga. Youngra segera berbalik dan ingin menahan tangan Key yang notabenenya adalah oppa nya itu, tapi ia mulai tersadar bahwa semakin banyak fangirl Key yang kini telah menatapnya dengan berbagai ekspresi. Ia memutuskan kembali berbalik dan melanjutkan perjalanannya ke kelas. Baru saja berjalan beberapa langkah ia kembali mendesah. ‘Apa lagi ini?‘ Batin Youngra begitu melihat sepasang kekasih yang ingin ia hindari justru kini di hadapannya.

“Anyyeong.” Sapa Youngra sambil tersenyum kikuk. Demi apa pun, ia sama sekali tidak punya niat untuk bersikap ramah pada siapapun. Saat ini, ia memiliki berbagai masalah dan ia benar-benar tidak mempunyai semangat menyapa siapapun dengan senyuman. Karena ia tahu, senyuman nya itu justru akan terlihat aneh.

“Anyyeong Youngra.” Sapa tiffany sambil tersenyum. Satu fakta yang ia dapati. Bagaimana mungkin Kris tidak menyukai Tiffany, gadis secantik barbie dan mempunyai eye smile yang membuat pria manapun bisa terpikat, bahkan mungkin yeoja pun bisa terpikat dengan eye smile milik yeoja ini. “Apa kau kurang tidur? Lengkungan hitam dibawah matamu terlihat jelas sekali.” Tanya Tiffany yang membuat Youngra tersadar dari lamunannya akan kecantikan yeoja dihadapanya ini.Youngra terdiam dan bingung harus menjawab apa. Hanya ada dua hal yang membuat ia uring-uringan seperti ini. Cerita cinta satu sisinya pada namja jangkung di hadapannya ini dan masalahnya dengan oppa nya. Dan ia tidak mungkin menceritakan kedua-duanya.

“Eung.. Benarkah? Sepertinya aku terus mengerjakan tugas yang begitu banyak sehingga waktu tidur ku berkurang.”

“Tugas?” Tanya Kris yang membuat Youngra terdiam tanpa bisa menjawab nya lagi. Sekalipun dengan anggukan. Kris tahu betul , ia telah mengenal Youngra kurang lebih selama lima tahun. Seorang Youngra tidak akan mengerjakan tugasnya hingga larut malam. Karena ia benci jika harus merelakan waktu tidurnya demi mengerjakan tugas. Terlihat aneh , tapi itulah Youngra. Kris mengetahui kebiasaan-kebiasaan Youngra dan hal-hal yang Youngra sukai atau tidak, hampir semuanya ia tahu. Hanya satu hal yang ia tidak tahu tentang Youngra hingga saat ini. Perasaan Youngra kepadanya..

 

*End of Normally Point of view*

***

20.00 KST , Apartemen

Aku masuk ke dalam apartemen dan melihat Key oppa yang sedang duduk menonton tv dengan minuman kaleng yang tengah diminumnya.

“Aku pulang.” Ucapku dengan lembut dan terdengar seperti sebuah bisikan. Melihat Key oppa yang mengacuhkanku membuat rasa bersalah itu menjadi lebih besar. ‘Apakah sebegitu inginnya dia aku pergi ke Amerika mengikuti appa?’

*flashback*

Aku duduk terdiam di hadapan appa dan eomma bersama Key oppa yang duduk di sebelahku.

“Appa mau kau mengikuti appa dan eomma ke Amerika. Kau akan bersekolah disana.”

“Amerika? Lalu bagaimana dengan Key oppa?” Tanyaku yang justru di jawab appa dengan acuh tak acuh.

” Biarkan dia di sini. Dia sudah mandiri.” Jawaban yang dilontarkan appa membuatku marah. ‘Apa maksudnya memisahkan aku dengan oppa ku yang menemaniku dan selalu menjagaku selama mereka sibuk dengan segala bisnis mereka di Amerika?’

“Andwae,” Jawabku tegas. “Aku akan tetap di sini. Aku tetap akan bersama Key oppa. Apapun yang terjadi aku akan tetap di Seoul,” aku menarik nafas sesaat berusaha agar menahan emosi ku yang siap meledak kapan saja. Mereka yang selama ini tidak mempedulikanku, menghubungiku setahun hanya tiga kali, dan tidak pernah mengunjungiku secara langsung kini datang dan dengan begitu gampangnya menyuruhku untuk mengikuti mereka.  “Mianhae appa, eomma.” Ucapku dan segera meninggalkan mereka.

*end of flashback*

Setelah kejadian itu terjadi, aku sama sekali tidak berbicara dengannya -key-. Jangankan berbicara, bertemu pun tidak. Walaupun kami tinggal bersama. Dan di hari ketiga semenjak kejadian itulah aku bertemu dengan Key oppa. Di sekolah. Dan dengan sebuah kalimat yang membuat aku tahu, untuk pertama kalinya, ia begitu kecewa dengan apa yang aku lakukan.

“Oppa..” Panggilku. Mendengar aku memanggilnya, segera ia mematikan televisi dan beranjak dari sofa nya. Aku mempercepat langkahku dan menahan tangannya.

“Oppa. Apakah kau begitu kecewa? Mianhae.” Hanya itulah yang bisa ku ucapkan. Aku sendiri tak tahu apalagi yang harus ku katakan.

“Bukan kah ini keputusanmu? Semuanya kau yang putuskan.” Ucapnya dan tersenyum. Lebih tepatnya memaksa tersenyum. Ia melepaskan tanganku dan berjalan menuju kamarnya. Tak lama setelah itu ia keluar dengan membawa jaket dan helmnya.

“Aku akan keluar. Tidak usah menungguku.” Ucapnya lalu keluar dari apartemen. Ia masih marah. Hal itulah yang aku tau saat melihat ia yang masih tak mau menatapku saat berbicara sedari tadi.

*End of Youngra part of view*

 

Drrrtt.. Drrtt.. Drrtt

Youngra terkejut ketika merasakan getaran di sofa yang ia duduki. Segera ia mencari asal getaran itu dan ternyata itu handphone milik oppa nya.

“Appa?” Youngra mengernyit heran melihat nama yang tertera di handphone milik oppa nya itu. Dengan sedikit takut Youngra menjawab panggilan tersebut.

“Otte? Kau berhasil membujuk Youngra agar ia mau ke Amerika?,” Youngra masih terdiam tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Terdengar helaan nafas dari suara di seberang sana. “Sudah ku duga kau tak bisa. Kau pasti malah menahannya dan memohonnya tidak ke sini. Bukankah kau mencintainya lebih dari dongaseng?” Youngra mencoba mencerna kalimat terakhir yang appa nya ucapkan. “Aku tidak peduli. Jika kedua kalinya aku kembali ke Korea dan Youngra masih bersikeras tidak ingin ikut ke Amerika, aku akan menariknya paksa. Ini demi kebaikan kalian.. Terutama kau Key. Kau harus mencari yeoja lain, jangan Youngra. Kalian bersaudara. Kau dan Youngra mempunyai hubungan darah.” Ucap appa nya dan segera memutuskan sambungan.

“Oppa..” Ucap Youngra yang kini telah melihat Key yang berdiri di depan pintu apartemen mereka dengan suara seraknya karena masih shock dengan hal yang di dengarnya. Key yang melihat mata dongsaengnya yang mulai berair menjadi terkejut. Key menghampiri dongsaengnya dan menyadari bahwa barang yang ia lupakan dan ingin ia ambil justru berada di genggaman dongsaengnya . “Youngra-ya..” Ucap Key yang masih bingung. ‘Apa yang terjadi? Apa yang membuat Youngra menangis dan terlihat begitu shock?’

***

Sudah sekitar limabelas menit , Youngra dan Key duduk dalam terdiam setelah Key mengetahui semua permasalahan yang terjadi.

“Mianhae..” Kali ini kata itu lah yang dilontarkan oleh seorang Kim Ki Bum yang tidak bisa mengatakan apa-apa. Ia sangat malu. Malu terhadap dirinya sendiri dan malu terhadap dongsaengnya.

“Aku akan pergi ke Amerika.” Key yang hanya bisa menatap ke bawah kini menatap wajah Youngra.

“Andwae. Oppa yang akan pergi. Ini semua salah ku.Aku lah yang telah jatuh cinta padamu.” Ucap Key dengan lirih pada kalimat akhir.

“Gwenchana oppa. Aku yang akan pergi. Aku ingin oppa mendapatkan yeojachingu yang sangat mencintai oppa. Begitu pula oppa mencintainya. Dan ketika oppa telah mendapatkan yeojachingu, beritahu aku. Agar aku bisa pulang dan melihat yeojachingu mu itu.” Ucap Youngra sambil tersenyum manis. Entah mengapa mengetahui hal ini membuat ia memilih untuk pergi ke Amerika. Tanpa memikirkan hal-hal lain. Karena ia begitu menyayangi oppa nya dan ia ingin oppa nya tidak hidup dalam kesalahan seperti ini lagi. Ia tak ingin melihat appa nya yang terus menganggap Key seorang anak yang kurang ajar. Youngra berdiri dari duduknya dan memeluk Key yang kini juga berdiri di hadapannya.

“Aku menyayangi mu oppa. Carilah yeojachingu yang baik. Yang bisa mengerti dirimu” ucap Youngra yang kini telah menyembunyikan wajahnya di dada Key.

“Ehmm,” Angguk Key. “Mianhae Youngra-ya.. Saranghae.” ucap Key dan mungkin ini akan menjadi pengakuan yang pertama dan terakhir kalinya. Karena ia berjanji pada dirinya sendiri untuk mengucapkan kata itu lagi pada yeoja lain bukan pada dongsaeng nya sendiri. Youngra hanya mengangguk kecil dan masih tetap memeluk oppa nya. Entahlah, ia begitu menyayangi oppanya. Enam tahun mereka hidup bersama tanpa sosok appa dan eomma yang begitu sibuk dengan dunia bisnisnya, Key lah yang berperan menjadi appa dan juga menjadi eomma buat Youngra. Maka itu , sejujurnya ia sangat sulit untuk meninggalkan oppa nya. Key melepaskan pelukan dongsaengnya dan mengambil jaketnya yang ia buang di lantai begitu saja.

“Sudah malam. Aku akan tidur. Kau juga harus tidur sekarang. Jalja..” Ucap Key lalu mengacak rambut Youngra dan segera beranjak menuju kamarnya.

Setelah ia Key masuk ke kamarnya. Youngra menatap ke depannya dan ia begitu terkejut melihat seorang namja jangkung dengan rambut cokelat keemasan kini berdiri di depan pintu apartemen mereka yang terbuka.

“Saranghae?” Tanya Kris untuk memastikan bahwa ia tak salah dengar.

“Kris.. K-kau tak tau yang sesungguhnya terjadi..” Jawab Youngra. Kris justru berbalik dan segera berjalan meninggalkan Youngra. Ingin Youngra berlari mengejarnya, namun ia cukup lelah dengan kejadian-kejadian yang terjadi di luar dugaannya ini. Ia memutuskan untuk masuk ke kamarnya, berbenah diri, dan segara masuk ke alam bawah sadarnya. Meskipun ia jamin, ia tidak akan bisa terlelap dengan nyenyak malam ini.

***

“Mianhae Youngra-ya.. Saranghae..”

Kata-kata itu terus terngiang di otak Kris. Setiap Kris mengingat kata-kata itu membuat ia marah dan menambah kecepatan motor yang dikendarainya.

‘Apa yang membuat kau marah Kris?’ tiba-tiba saja pertanyaan itu muncul. Kris mencoba mengacaukan pertanyaan itu yang tiba-tiba saja muncul di otaknya. Ia menambah kecepatan motornya tanpa memikirkan keselamatannya.

***

17.00 KST , School

Kris masuk ke lapangan basket dengan tatapan dinginnya yang membuat fangirl nya semakin menggila. Tatapan kagum dari semua yeoja diacuhkannya. Masih terus terngiang di benaknya tentang kejadian malam itu.

“Something wrong with you.. I know it.” Ucap Sehun -sahabat Kris- yang kini berdiri di sebelah Kris yang tengah membuka loker nya. “Hari ini kau bermain dengan sangat payah Kris.”  Tanpa menanggapi ucapan Sehun, Kris membuka loker nya dan mengambil secarik kertas yang bertuliskan “Sorry…” dengan sebuah air mineral.

” Kris mengerutkan alisnya. ‘Bukankah ia dan tiffany telah menjadi sepasang kekasih? Untuk apa ia masih terus mengirimmi pesan di kertas seperti ini? Dan apa maksud ‘ sorry ‘ di kertas ini?’

“Bukan Tiffany yang menulis pesan itu.” Ucap Sehun yang menyadarkan Kris dari lamunannya.

“Eung??” Tanya Kris tidak mengerti dengan maksud perkataan Sehun.

Kau akan tahu dengan sendirinya. Suatu saat kau akan tahu, Siapa yang begitu tulus mencintaimu…” Jawab Sehun dan segera meninggalkan Kris.

Sesaat kemudian Kris mendapati Tiffany yang sudah berdiri di depan pintu ruang ganti. Kris berjalan meninggalkan ruang ganti tersebut dengan Tiffany.

“Kenapa kau masih mengirimi ku surat? Dan apa maksud kata “Sorry” itu?” Tiffany mengernyit heran mendengar pertanyaan Kris.

“Surat? Sorry?” Tanya Tiffany heran.

“Sudahlah. Tak penting.” Jawab Kris

***

11.00 KST , School

Sudah hari ketiga youngra sama sekali tidak bertemu dan tidak berbicara dengan Kris. Awalnya ia berusaha untuk tidak menganggap Kris lagi karena pada kenyataannya ini akan lebih baik. Kris tidak pernah muncul lagi dihadapannya dan mungkin saja dengan ketidak munculan Kris di hadapannya -untuk selamanya-  dapat membuat ia melupakan Kris dan perasaannya. Tapi ia salah. Ia justru terlihat seperti gadis tak bernyawa karena Kris. Melakukan segala sesuatu dengan tak bersemangat, tidur larut setiap malam karena memikirkan Kris yang masih salah paham dengan kejadian saat itu. ‘Bagaimana aku bisa pergi ke Amerika jika aku masih di Seoul saja aku sudah uring-uringan seperti ini?’

Youngra yang masih saja berjalan tanpa arah di lorong sekolah dengan berbagai pertanyaan terus berjalan tanpa memperhatikan bahwa namja jangkung yang ada di pikirannya itu kini di hadapannya.

Brukk…

Youngra terhuyung beberapa langkah ke belakang. Mengingat ia sama sekali belum makan malam dan sarapan itu membuat tubuhnya menjadi begitu lemah. Sebuah dorongan kecil saja mampu membuatnya terhuyung ke belakang. Bahkan hampir jatuh.

“Mianhae..” ucap seorang namja berkulit hitam eksotik dengan rambut berwarna hitam dan poni menyamping. ‘Garis wajahnya, bibir nya.. Omo! Namja ini benar-benar tampan!’ batin Youngra.

“Gwenchana?” tanya namja tersebut dengan tangan yang masih melingkar di pinggang Youngra karena menahan Youngra agar tidak terjatuh. Youngra tersadar dan segera berdiri dengan betul.

“Ne.” Jawab Youngra sambil tersenyum.

“Kris! Ini temanmu kan?” ucap namja berkulit eksotik itu dan berbalik ke belakang. Youngra begitu terkejut ketika menyadari namja itu –Kris- sedari tadi ada di belakang sana. Memperhatikan apa yang terjadi antara nya dan namja tampan ini.

“Hm.” Jawab Kris acuh tak acuh dan meneruskan jalannya.

“Kim Jongin imnida. Panggil saja Kai” kata nya dengan smirknya yang Youngra yakini merupakan salah satu daya tariknya yang bisa membuat yeoja manapun jatuh hati kepadanya –termasuk Youngra sendiri-.

“Kim Youngra imnida. Panggil saja Youngra.” Ucap Youngra sambil tersenyum.

“Ah, aku anak baru disini, Senang berkenalan denganmu.” Ucap Kai yang di balas dengan anggukan dan senyuman dari Youngra.

“Aku pergi dulu. Kris telah berjalan begitu jauh. Aku takut tersesat kalau tak ada dia. Hehe.. Anyyeong” ucapnya dan segera berlari mengejar namja jangkung itu yang telah berjalan begitu jauh.

***

21.00 KST, Apartemen

“Ke mana namja jangkung itu? Kalian terlihat jarang bersama belakangan ini.” tanya Key begitu mereka-ia dan Youngra- tengah duduk di ruang tv.

“Eoh?” Youngra berpura-pura tak mengerti maksud dari pertanyaan namja yang sedang duduk di sebelahnya ini.

“Kris.” Jawab Key sambil mengunyah kripik kentang yang sedang dimakan ia dan Youngra.

“Eng.. E-entahlah. Mungkin dia sibuk.” Jawab Youngra dan segera meminum minuman kalengnya untuk menghindari tatapan Key yang seolah-olah terlihat tak percaya dengan perkataan Youngra barusan.

“Jangan bilang kau sedang berkelahi dengannya?” tanya Key. “Ah.. Jadi ini yang menyebabkan kau terlihat seperti mayat hidup belakangan ini?” tanya Key menyelidik.

“A-anniyo!” elak Youngra. “Aku seperti ini karena kejadian beberapa hari yang lalu, waktu oppa tak mau berbicara denganku dan juga karena aku tak ingin meninggalkan oppa sendirian di Seoul!”

‘Setidaknya aku tidak berbohong sepenuhnya bukan? Aku memang seperti ini salah satunya adalah karena Key oppa juga. Bukan karena Kris sepenuhnya bukan?’ pikir Youngra

“You can’t lie me, My little sister.”

Baiklah. Seorang Kim Ki Bum bukanlah seorang yang bisa di kelabui dengan begitu mudahnya. Youngra tahu itu. Apalagi Key begitu hafal dengan gerak-gerik Youngra yang menunjukkan bahwa ia sedang berbohong.

“Dia.. dia salah paham dengan kejadian yang terjadi beberapa hari yang lalu. Ia berpikir kalau aku dan oppa saling mencintai dan kini telah menjalin hubungan yang lebih dari seorang saudara.”

“Dan dia marah?” tanya Key yang dijawab dengan anggukan oleh Youngra.

“Apakah aku yang terlalu pandai atau kalian berdua yang terlalu bodoh? Atau, apakah aku yang terlalu peka dengan perasaan kalian atau kalian berdua yang memang tidak bisa peka sama sekali?” tanya Key yang membuat Youngra kebingungan.

“Dia berpacaran dengan Tiffany bukan?” tanya Key yang di jawab dengan sebuah anggukan oleh Youngra.

“Dan dia masih bisa marah denganmu? Bukankah ini hak mu berpacaran dengan siapa saja termasuk aku?” Pertanyaan Key kali ini membuat Youngra tersadar dan bertanya-tanya dalam hatinya. ‘Benar juga.. Ini hak ku. Tapi mengapa ia marah?’

“Sudahlah.. tidak usah memikirkan itu. Aku tak mau membuat lingkaran hitam di bawah matamu itu bertambah hitam karena memikirkan Kris semalaman.”

Yak! Bukankah sudah ku bilang ini tak ada hubungannya sama sekali dengan Kris?!” marah Youngra

“Ya ya ya, terserah kau saja.” Jawab Key sambil memutar kedua bola matanya. “And… by the way, sampai kapan kau mau merahasiakan hubungan kita di sekolah. Orang-orang akan berpikir yang macam-macam jika kau tak mau mengakuinya. Kemarin, temanku Woohyun melihat selca-ku dengan mu didapur waktu membuat spaghetti dan ia berpikir yang tidak-tidak setelah itu. Maka dengan berat hati aku menjelaskan semuanya.

“Aku hanya tidak ingin fangirl mu itu mengkerubuni kelasku dan menanyakan hal-hal bodoh seperti “Berapa nomor handphone Key? Apa akun me2day nya? Kalau akun kakaotalk nya? Akun twitternya apa? Apa makanan kesukaan Key? Tipe gadis ideal Key seperti apa?” Ya Tuhan.. Mungkin aku bisa gila saat itu juga.” Jelas Youngra dengan panjang-lebar sambil memperagakan ekspresi fangirl yang begitu over.

“Hahaha, apakah sebegitu merepotkannya mempunyai oppa yang tampan dan pandai seperti ku ini?” tanya Key dengan tingkat percaya dirinya yang begitu tinggi.

“Oppa.. please..” ucap Youngra sambil memutar kedua bola matanya yang ditanggapi dengan tawa dari Key.

“Ah.. Kapan kau ke Amerika?”

“Mungkin.. 2 minggu lagi? Ah, alangkah lebih baik 3 minggu lagi. Aku ingin merayakan ulang tahunku dengan oppa dan juga Jiyeon.”

“Jiyeon? Sahabat baru mu itu?” tanya Key yang dijawab dengan anggukan yang begitu semangat dari Youngra.

“Eoh. Han Jiyeon. Dia juga salah satu fangirl mu..”

“Jinjja? Kalau begitu bawa dia ke sini. Aku akan menunjukkan betapa cool nya seorang Kim Ki bum dan ia tak akan menyesal karena telah mengagumiku.” Ucap Key yang lagi-lagi di balas dengan tatapan datar dari Youngra.

***

17.30 KST, School

Kris membuka lokernya dan mendapatkan-lagi- sebuah surat dan sebotol air mineral.

“3 weeks again. Hope you’ll smile to me , like you did before.”

Kris menautkan kedua alisnya. Sepertinya benar yang dikatakan Sehun. Surat ini bukan dari Tiffany. ‘Kalau begitu, ini dari siapa?’ Kris mengacak-acak rambutnya sendiri dan meminum air mineral yang entah dari siapa.

“Hey..” sapa Tiffany yang langsung menggandeng tangan Kris.

“Hey ..” balas Kris.

“Apa itu?” tanya Tiffany berpura-pura tak tahu.

“Bukan apa-apa. Kajja.”

***

10.00 KST , Youngra’s Room

Aku terbangun dan tersenyum senang begitu menyadari hari ini hari Sabtu, dan itu berarti tidak ada sekolah hari ini. Aku mengambil handphone begitu melihat ada sebuah pesan masuk.

—-

“Bisakah kita bertemu hari ini?
Di Hello Kitty cafe .  Jam duabelas.”

Tiffany~

—-

‘Untuk apa bertemu denganku? Ya sudah, mungkin ada sesuatu hal yang penting.’ Pikir ku dan segera berjalan menuju kamar mandi.

***

Aku tersenyum senang begitu melihat Key oppa yang sedang bersantai sambil menonton penampilan BoA – Only One di televisi.

“Oppa..” panggil ku dengan manja dan duduk di sebelahnya.

“Wae?” tanya Key oppa tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi. “BoA nonna neommu yeppeo. Andaikan aku bisa menjadi couple dance mu..” Aku hanya memutar kedua bola mataku mendengar perkataan Key.

“Pabo! Siapa suruh dulu menolak tawaran staff SM Ent. untuk menjadi trainee?”

“Itu juga karena aku tidak mungkin meninggalkanmu sendirian pabo. Appa menyuruhku pulang ke Seoul untuk bersekolah dan menjagamu. Bukan untuk menjadi artis!”

“Ne. Aku tahu itu.” Jawabku tak kalah sarkastik.

“Oppa..” panggilku manja begitu mengingat tujuan awalku.

“Wae?” tanya Key oppa yang telah kembali fokus pada televisi yang kali ini menampilkan penampilan 2NE1 – I Love You.

“Aku akan pergi ke Hello Kitty cafe. Bisa kah oppa mengantarku?”

“Hello Kitty? Kajja!” aku hanya memutar kedua bola mataku melihat Key oppa yang menjadi begitu bersemangat.

***

Aku memasuki hello kitty cafe –untuk pertama kalinya selama aku tinggal di Seoul- yang dipenuhi dengan segala macam furniture yang menyerupai hello kitty. Ah, sepertinya aku sudah tahu apa yang membuat Key oppa bersemangat. Pasti karena caffe ini yang hampir semuanya berwarna pink. Kursi, meja, walpaper tembok semuanya berwarna pink.

Aku tersadar dari lamunanku begitu melihat Tiffany melambaikan tangannya. Segera aku berjalan menujunya dan duduk dihadapannya.

“Kau datang dengan Key?” Tanya Tiffany heran.

“Ne. Sepertinya banyak yang belum tahu. Dia oppa ku.” jelas Eunri.

“Ah,” angguk Tiffany. “Kalau begitu kau  pesan minuman dulu.” Kata Tiffany yang sepertinya hanya sebuah basa-basi untuk masuk ke pembicaraan inti yang aku sendiri juga tak tahu apa yang ingin ia bicarakan.

Lima belas menit kami duduk dalam diam sambil menyesap minuman kami masing-masing. Key oppa yang duduk tak jauh dari kami sedang asik mencoba cake yang bentuknya menyerupai hello kitty dan berwarna pink. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku melihat aksi konyol nya itu.

“Youngra-ssi.”

“Eoh??”

“Aku tahu kalau selama ini kau lah yang mengirimkan pesan dan meletakkan air di loker Kris.” Ucap Tiffany yang kali ini jelas saja membuat perhatianku teralih dari Key oppa. Terkejut. Itulah yang menggambarkan diriku sekarang. Ada sebuah kata yang terus terlintas di benakku. Apa lebih baik aku menyangkal saja? Tapi sepertinya itu akan terlihat lebih bodoh jika suatu saat nanti dia benar-benar memergokiku melakukan itu semua.

“Aku harap. Kau berhenti melakukan itu semua. Bukankah kau tahu kami telah menjalin hubungan? Apa kau benar-benar ingin menghancurkan hubungan kami?” Aku hanya diam tanpa menjawab pertanyaan yang ia tanyakan. Ini jauh terlihat seperti sebuah suruhan dan sindiran.

“Ah, aku juga dengar kau akan segera pergi ke Amerika. Aku tanpa sengaja mendengar pembicaraan mu dengan seseorang ketika di toilet sekolah kemarin.” Aku hanya bisa terdiam. ‘Dia tahu aku akan ke Amerika? Sial. Seharusnya waktu itu aku mengecilkan volume suaraku ketika berbicara dengan appa lewat handphone.’

“Aku harap kau bisa pergi ke Amerika secepatnya. Dan juga tanpa sepengetahuan Kris. Aku juga berharap kau tak memberitahukan kebenaran tentang kau lah yang menyelamatkannya, bahkan merawatnya selama dia di rumah sakit akibat kecelakaan motor itu.”

Serasa di sambar petir mendengar kalimat-kalimat yang diucapkan Tiffany. Memang selama ini aku juga tak pernah berpikir untuk memberitahukan kebenaran yang sebenarnya. Jika aku memberitahukan yang sesungguhnya, belum tentu seorang Kris akan mau menjadikan aku yeojachingunya bukan? Dan juga aku akan terlihat seperti gadis bodoh yang berharap bisa menjadi yeojachingu Kris dengan menceritakan itu semua. Lagi pula .. semuanya sudah terlambat. Ia memilih Tiffany pada akhirnya. Aku menarik nafas sesaat, berusaha menahan emosi ku yang meluap-luap. Aku menggenggam erat cangkir kopi ku.

“Tiffany-ssi.. Jeongmal mianhaeo. Aku sama sekali tak bermaksud menghancurkan hubungan kalian berdua. Aku melakukan itu karena sebuah alasan yang tidak bisa aku beritahukan pada mu.” Aku memberi jeda sesaat. Berusaha menahan suaraku yang mulai bergetar. ‘Andwae! Kim Youngra kau harus kuat! Kau tidak boleh terlihat lemah di depan yeoja ini!’

“Mengenai aku akan ke Amerika, aku memang akan pindah ke sana tanpa memberitahu Kris. Jadi kau tenang saja. Dan.. mengenai semua kebenaran yang terjadi, dari dulu aku memang tak pernah berniat menceritakan padanya.”

“Baguslah kalau begitu.” Balas Tiffany.

“Baiklah.. Kalau begitu aku pergi dulu. Anyyeong.” Ucap ku dan segera beranjak dari tempat duduk. Aku berjalan menuju Key oppa, menariknya yang masih asik dengan makanannya dan keluar dari tempat itu.

*End of Youngra Point of View*

***

Youngra menangis dipelukan oppanya begitu mereka telah berjalan cukup jauh. Jantung Key berdegup begitu kencang. Bagaimanapun, Key pernah menyimpan perasaan untuk dongsaeng nya ini. Bukan pernah tetapi masih dan sedang mencoba menghapus perasaan itu.

“Youngra-ya..Gwenchana? Apa yang Tiffany lakukan padamu?” hati Key begitu terluka ketika melihat dongsaengnya yang mukanya memerah dengan air mata yang tak berhenti mengalir juga.

***

Incheon Airport, 2 weeks later. 10.30 KST

Youngra megitari pandangannya mengelilingi airport yang besar itu. Berharap orang itu akan datang ke hadapannya mengatakan “Mianhae” , atau pun “Selamat jalan”. Bahkan tanpa mengucapkan sepatah katapun tak masalah bagi Youngra. Asalkan dia ada disini. Harapan bodoh tentunya. Karena ia tahu , itu tidak mungkin.

“Kau mencari si jangkung itu?”

“Eoh?” tanya Youngra.

“You know what I meant.” Ucap Key dengan malas sambil mengesap kopi yang di genggamnya. Youngra hanya tersenyum melihat oppa nya.

“Oppa.. Sudah waktunya.” Ucap Youngra dan segera bangun dari kursi.

“Chankkaman.” Ucap Key lalu menarik tangan dongsaengnya. Key memasangkan sebuah kalung di leher dongsaengnya. “Jangan lepas kalung ini. Ini hadiah dari oppa untukmu.” Key tersenyum lalu mengecup kening dongsaengnya.

“Anyyeong..”

“Anyyeong oppa.” Balas Youngra dan berbalik.

“Oppa janji akan memperkenalkan yeoja yang oppa cintai ketika kau kembali.” Teriak key. Sebenarnya kata-kata yang ia lontarkan itu sangat sulit untuk di tepati. Tapi demi dongsaeng dan kedua orang tuanya, ia berjanji pada dirinya sendiri untuk melakukan itu semua. Youngra berbalik dan tersenyum.

“yagsog eul boyu, oppa…” (Aku pegang janjimu, kakak) ucap Youngra dan segera berjalan menuju pintu keberangkatan.

***

18.00 KST, School

Kris menutup pintu lokernya dan sedikit terkejut melihat Key berdiri di hadapannya.

“Hyung.. Ada apa?” tanya Kris yang heran melihat kedatangan Key tiba-tiba.

“Bisakah kita bicara sebentar? Tapi jangan di sini.”

###

Kris dan Key kini tengah duduk di sebuah cafe di seberang sekolah mereka.

“Youngra…” ucap Key terputus.

“Ehmm..” key sedikit terbatuk mengatur suaranya dan kembali berbicara.

“Kau dan Youngra.. Apakah kalian berkelahi?”

Kris hanya terdiam dan kembali menyeruput kopinya.

“Mungkin pertanyaanku itu adalah jawabannya.” Kris tetap terdiam sambil mengusap-usap cangkir kopi nya.

“Aku tidak tahu apakah kau akan peduli atau bahkan tak acuh sama sekali dengan apa yang akan ku katakan. Tapi silahkan dengar baik-baik karena aku hanya mengatakannya sekali,” Key sedikit berdehem dan memulai nya. “Youngra.. Ia sudah pindah ke Amerika.” Key menjeda perkataannya untuk melihat reaksi namja jangkung di hadapannya ini. Dan tepat seperti dugaannya. Seketika itu juga Kris mengalihkan pandangannya yang awalnya memandang cangkirnya, kini menatap Key dengan tatapan terkejut yang ia sembunyikan lewat tatapan datarnya.

“Dan mungkin.. Youngra tidak akan pernah kembali ke Seoul. Aku awalnya ingin menahan dia, tapi dia tetap teguh dengan pendiriannya. Ia juga tidak ingin aku memberitahukannya padamu. Tapi bukankah kalian sahabat? Seharusnya kau tahu hal ini maka itu aku menceritakan ini padamu,” key beranjak dari kursinya dan mengambil secarik kertas dari saku seragamnya lalu memberikannya pada Kris. “Ia juga mengganti nomor handphonenya. Kuberikan nomornya padamu agar kau bisa menghubungi dia ketika kau rindu dia. Kalau begitu aku pergi dulu. Anyyeong”

Kris hanya tertunduk seraya menggenggam secarik kertas putih yang baru saja di berikan Key.

“Kau disini?” tanya seseorang yang membuat Kris mendongakkan kepalanya.

“Tiffany?” tanya Kris heran.

“Aku datang dengan teman-temanku.” Jelas Tiffany

“Oh” balas Kris sambil mengangguk-angguk.

“Boleh kah aku dan teman-temanku duduk disini denganmu?”  tanya Tiffany dengan tersenyum.

“Mianhae fany-ah.. Aku harus pergi sekarang. Aku ada janji dengan Sehun. Annyeong.” Ucap Kris dan segera berjalan meninggalkan cafe tersebut.

‘Sudah ku duga. Cepat atau lambat kau akan bersikap seperti ini..’

 

*TBC*

Iklan

2 thoughts on “MY LOVER 1

  1. Kyaaaaa Daebak thor.
    Jebal jng lama ya*pelukjongin*

    kris paboya tdk peka.
    Dasar angry bird vampire kutub utara menyebalkan-___-

    • hehe… gomawo udah baca 😀
      kok peluk jongin? Jongin kan punya author ‘-‘)/
      wakakaakakaaaa… dasar tiang listrik -____- cakep2 tapi lemot(?) wkwkwk

      ditunggu yah lanjutannya, masih dalam proses 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s