Beranda » Family » Complicated [PART1]

Complicated [PART1]

Title:  Complicated

Author: Eunni

Cast: Park Chanyeol (EXO), Jung Hyora

Support Cast: Jung Jonghyun (Kim Jonghyun) SHINee, Jung Yunho (DBSK), BoA and others in story

Genre: Romance , Sad, School life

Length: On going

Rating: T

Disclaimer : This ff is mine, the casts belong to themselves . I just shared my imagination to y’all readers 🙂

Haloo semuahhh , maafkan daku yg tak pernah post ff saatupun(?) T_T

msuk semster baru serasa ga bisa nafas 😦 tapi gue berusaha buat ttep ngepost dan untuk My Lover 2, maaf. itu msh dipertengahan dan untuk smentara ini ga bisa lanjut. mungkin seitar 2 bulan ato 3 bulan lagi pas liburan semester bru bisa gw lanjutin. tpi doa banyak ajah(?) semoga gue bisa ngelanjutin di tengah waktu senggang gue..

di komen peuhlis :[

jadi sesama kpopers jangan sombong atuh… yg komen gue kasih tjium nihh, moahhh :*

Happy Reading ^^ (Sorry for the typo)

complicated

—–


Hyora hanya terdiam dan terus menundukkan kepalanya. Ia merasa muak melihat seorang pria yang kini tengah duduk di hadapannya bersama seorang wanita yang tidak pernah ia harapkan menjadi pendamping hidup yang baru untuk pria ini, pria yang notabenenya adalah appa nya sendiri dan wanita itu adalah sekretarisnya sendiri.

Hyora terlihat gelisah, berusaha mencari alasan yang tepat agar ia bisa pergi dari sini sebelum eomma nya lagi yang akan datang dengan pasangannya juga. ‘Benar-benar pasangan gila.’ Batin Hyora. Hyora memandang oppa nya yang hanya diam dan sibuk memainkan iPhone nya. Hyora menarik-narik jas oppa nya dengan maksud agar oppa nya bisa membawa dia keluar dari sini. Tapi yang di harapkan tidak terjadi. Jonghyun hanya menatap dongsaeng nya dengan tatapan datar dan kembali fokus pada iPhone nya.

“Oppa.. jebal. Aku muak melihat mereka.” Bisik Hyora.

“Mianhae Hyora-ya. Oppa juga tidak bisa berbuat apa-apa.” Balas Jonghyun lalu mengelus rambut dongsaeng nya. Hyora hanya mendesah panjang begitu melihat eomma nya lagi yang datang.

“Look. She’s come with her couple.” Ucap Hyora yang melihat samar dari kejauhan dengan malas.

“Ini hanya akan berlangsung beberapa jam hyo. Kau harus menjaga sikapmu.”

“Hajjiman..” kata Hyora terpotong begitu melihat tatapan oppa nya yang begitu serius.

“Baiklah. Hanya beberapa jam.” Ucap Hyora dan kembali duduk dengan benar dan memainkan iPadnya.

***

“Mian terlambat.” Ucap eomma Hyora dan Jonghyun lalu duduk di sebelah Hyora sedangkan pasangan baru BoA –eomma Hyora dan Jonghyun- duduk di sebelah pasangan Yunho –appa Hyora dan Jonghyun-. Hyora yang tanpa sengaja mendongakkan kepalanya yang sedari tadi asik dengan iPad nya hampir saja menjatuhkan iPad nya.

“Chanyeol-ssi?”

“Anyyeong Hyora.” Balas Chanyeol lalu sedikit berdehem. Hyora tertawa sinis dan segera meminum wine yang di sediakan tanpa mempedulikan tatapan BoA yang bertanya –kau mengenalnya?-

“Aku bisa gila. ” Ucap Hyora dan kembali meneguk wine lagi.

“Berhenti meminum wine. Kau masih di bawah umur.” Tegur Yunho. Hyora hanya membalas perkataan appa nya dengan tatapan seolah-olah berkata –apa pedulimu?- dan kembali menuangkan wine dari botol di hadapannya dan akan meminumnya lagi namun Jonghyun lebih dahulu merampas gelas Hyora.

“Berhenti minum.” Ucap Jonghyun lalu menatap Hyora dengan tatapan marah yang selalu berhasil membuat Hyora menurutinya.

“Aku dan Hyora akan ke luar sebentar. Ada hal yang ingin aku bicarakan dengan Hyora.” Ucap Jonghyun lalu menarik Hyora keluar.

“Jung Hyora. Apakah kau tidak bisa mendengar apa yang aku katakan? Ini hanya berlangsung beberapa jam. Seharusnya kau bisa menjaga sikapmu!” bentak Jonghyun.

“Mianhae oppa. Aku..”

“Park Chanyeol? Karena Park Chanyeol maka itu kau bersikap seperti tadi?”

“Dia  bukan alasan aku bersikap seperti ini.” Balas Hyora dan berjalan masuk kembali ke dalam.

***

Tomorrow 19:00 KST

“Hyo.. Guru les mu datang.” Ucap Jonghyun yang tengah berdiri di hadapan Hyora yang tengah tertidur dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.

“Aku sakit.” Ucap Hyora tanpa membuka selimutnya. Jonghyun yang panik segera menarik selimut dongsaengnya dan memastikan keadaan dongsaengnya.

“You’re not sick Hyo.” Ucap Jonghyun memutar malas bola matanya begitu tahu ia di bohongi.

“I’m sick oppa.” Rengek Hyora. Jonghyun mulai tersenyum jahil dan berniat mengganggu dongsaengnya.

“Arraseo, Arraseo. Aku akan les.” Ucap Hyora malas dan segera beranjak keluar menemui Chanyeol –guru les nya- yang sudah menunggunya.

Hening. Hyora hanya mendengarkan penjelasan Chanyeol tanpa bertanya satu pertanyaan pun. Tidak seperti biasanya yang selalu mengoceh.

“Kau sudah paham?” tanya Chanyeol tiba-tiba.

“Eoh? Hmm” angguk Hyora.

“Baiklah. Coba kerjakan yang ini.” Ujar Chanyeol lalu memberikan selembar kertas berisi soal-soal. Tanpa banyak mengeluh seperti biasa, Hyora mengambil soal tersebut dan mulai mengerjakannya. Sesekali ia terlihat kebingungan. Tetapi ia lebih memilih membuka buku rumus-rumus fisika yang tebalnya kira-kira 3 senti dibandingkan mengeluarkan suaranya untuk bertanya pada chanyeol.

“Gwenchana? Apa kau sakit?” tanya Chanyeol.

“Anni. Aku baik-baik saja.” Jawab Hyora dengan mata yang tetap terpaku pada buku di tangannya.

2 jam berlalu dan baru saja mereka mengakhiri les mereka, seorang pria tampan memasuki apartemen Hyora dan Jonghyun. Hyora tahu siapa yang datang. Langkah kaki yang terdengar lembut namun pasti. Itu adalah langkah kaki pria yang ia benci saat ini.

“Annyeong.” Ucap Chanyeol yang langsung berdiri dan membungkuk memberi salam.

“Neo?” tanya pria itu yang mengingat dengan jelas wajah Chanyeol tadi malam.

“Dia guru les ku.” Jelas Hyora lalu kembali sibuk dengan buku fisika nya. Ini adalah hal yang luar biasa. Seumur hidup, baru hari ini Hyora mau berkutat dengan pelajaran ‘fisika’ selama lebih dari 1 jam.

Yunho tertawa mengejek.

“Jadi wanita itu sengaja mendekatkan mu dengan calon appa baru mu ini lewat menjadi guru les?”

“ Ia sudah menjadi guru les ku jauh lebih dahulu sebelum dia berkenalan dengan eomma.” Jawab Hyora.

“Bagaimana kau tahu..”

“Don’t be childish dad,” Potong Hyora. “Chanyeol-ssi, kau bisa pulang sekarang.” Sambung Hyora.

“Baiklah. Anyyeong.” Ucap Chanyeol kepada Hyora dan membungkuk ke arah Yunho lalu berjalan meninggalkan apartemen tersebut.

***

Jonghyun keluar dari kamarnya dan terkejut melihat Yunho ada di apartemen mereka.

“Dimana Chanyeol?” tanya Jonghyun kepada Hyora begitu melihat Hyora membawa dua minuman kaleng untuk dia dan appa nya.

“Sudah pulang.” Ucap Hyora yang dibalas Jonghyun dengan mulut membentuk huruf o.

“Apa kau tak berniat menanyai kabar appa mu? Apa kalian lebih tertarik dengan pertanyaan seputar namja itu?” tanya Yunho.

“Oh come on dad.” Jawab Jonghyun dan mengambil minuman yang baru saja di teguk oleh Hyora.

“Apakah kau tak sadar kalau kau begitu bodoh? ” Ucap Hyora tiba-tiba yang membuat appa nya dan Jonghyun menatap bingung ke arah dia.

“Naega?” tanya Jonghyun bingung.

“Kau merelakannya pergi dari sisimu. Isn’t it enough to describe how stupid you are?”

“Hyora, Ini urusan appa dan eomma jadi kau tidak perlu ikut campur dan bagaimanapun aku adalah appamu seharusnya kau lebih menjaga sopan santun mu. Ini Korea, bukan di Amerika lagi.” Jelas Yunho.

“Yeah.” Balas Hyora dengan malas dan segera beranjak menuju kamarnya.

“Dan kau tidak memikirkan aku dan Jonghyun oppa, anak-anak mu.” Ucap Hyora sebelum masuk ke kamarnya. Jonghyun hanya terdiam. Ia pikir ada betulnya juga dengan ucapan Hyora, maka itu ia sama sekali tidak melarang anak itu melanjutkan kata-katanya yang frontal.

Hening.

“Appa…” ucap Jonghyun memecah keheningan yang terjadi.

“Wae?”

“Kau benar-benar masih mencintai eomma? Jika itu benar, bukankah harusnya kau menariknya kembali ke sisimu?” tanya Jonghyun sambil meneguk minuman kaleng di tangannya.

“…” sama sekali tak ada balasan dari appanya.

“Appa ingin beristirahat? Istirahatlah di kamarku. Aku akan pergi sebentar ke rumah Jinki.”

“Hm.” Balas Yunho.

***

“Gomawo.”

“Gwenchana ahjummah. Bukankah kita telah sepakat untuk tidak membahas ini?”

“Hajjiman.. Kau masih terlalu muda untuk mendapatkan masalah ini. Dan mungkin.. kau juga akan dicemooh oleh orang-orang sekitar.”

“Aku telah berjanji untuk membantu mu. Dan aku akan tetap membantu mu hingga ini semua selesai.”

“Jeongmal Gomawo.”

***

19:00 KST, Party time

“Apakah ini juga merupakan tugas wajib jika menjadi anak dari Jung Yunho?” tanya Hyora sambil cemberut dihadapan Jonghyun.

“Neommu Kyeopta.” Balas Jonghyun lalu mencubit kedua pipi Hyora.

“Berhentilah bertingkah seperti itu! Oppa pikir aku masih kecil?” tanya Hyora sinis. Tanpa mempedulikan tatapan orang-orang dan tatapan sinis Hyora, Jonghyun kembali mencubit kedua pipi Hyora dan menjulurkan lidahnya.

“Ishh!” baru saja Hyora akan menginjak kaki oppa nya dengan high heels nya, Jonghyun telah berlari meninggalkan Hyora.

Masih dengan tatapan kesalnya dan mulut yang mengerucut, Hyora mendengar bisikan dari para yeoja di belakangnya.

“Namja tadi tampan sekali. Beruntung nya yeoja di depan kita ini.” Mendengar itu Hyora hanya melongo lalu meneguk jus jeruk yang dibawanya dari meja makan tadi.

“Tapi namja yang di depan pintu itu juga tak kalah tampan.”

“Katanya ia baru pindah dari Jepang. Kalau tak salah namanya Oh..” terlihat yeoja itu sedang berpikir nama namja itu. Hyora yang penasaran ikut membalikkan badannya menuju pintu tempat para tamu masuk.

‘Sehun?’

Hyora segera berbalik sebelum Sehun melihatnya.

‘Jung Jonghyun. Where are you?’ batin Hyora sambil menggigit kuku-kuku jarinya. Hyora begitu gugup dan takut. Beberapa kali ia membalikkan kepalanya untuk melihat apakah Sehun masih di tempat yang sama atau tidak.

“Omo!” Hyora memekik terkejut begitu melihat Chanyeol telah berdiri di hadapannya.

“Bagaimana bisa kau terus berbalik ke arah sana sedangkan orang yang kau maksud sudah berada beberapa langkah di hadapanmu?” tanya Chanyeol kesal.

“Eoh?” Hyora bertanya balik dengan wajah kebingungan.

Chanyeol mendengus kecil melihat wajah bingung Hyora dan segera menarik Hyora keluar.

“Apakah kau pikir kau akan menjadi appa baru ku sehingga kau bisa bertingkah seperti tadi?!” marah Hyora lalu melepaskan tangannya kasar dari genggaman Chanyeol. Hyora lalu berjalan begitu saja meninggalkan Chanyeol.

“Bisa kah kau  menganggap ku sebagai sahabatmu?”

Hyora tertawa kecil bermaksud menyindir Chanyeol. Ia menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Chanyeol.

“Sahabat?,” Hyora kembali tersenyum sinis dan melanjutkan “Calon suami eomma ku adalah sahabatku? Aku pikir ini terdengar konyol.” Ucap Hyora dan kembali berjalan.

***

17:00 KST , Hyora’s school

Hyora hanya mendengus melihat oppa nya datang menjemputnya di sekolah.

“Uri dongsaengie, Mianhae.” Ucap Jonghyun sambil tersenyum kepada dongsaengnya.

“Sudahlah. Lupakan itu. Aku bahkan tidak berniat marah padamu begitu kau tidak mengantarku pulang. Toh, itu semua keputusanku untuk pulang sendirian bukan?”

“Ternyata kau sudah dewasa.” Balas Jonghyun sambil mengelus kepala dongsaeng nya.

“Dari dulu.” Jawab Hyora sinis.

“Hajjiman..” Jonghyun menjeda perkataannya.

‘Apa harus aku ceritakan? Sepertinya tidak perlu. Lagi pula tidak penting membicarakan namja itu.’

“Apa yang ingin oppa bicarakan?” tanya Hyora.

‘Kenapa Hyora bertanya lagi? Aku hanya ingin mengatakan kalau aku melihat Sehun di acara semalam.’

“Semalam kata Ah Rim, ia melihatmu pulang dengan seorang namja.”

‘Pabo. Kenapa kata-kata ini yang keluar. Bukankah kau sendiri tahu kalau semalam Chanyeol yang mengantarkan Hyora pulang?’

“Ah Rim melihatnya? Ku pikir ia tengah sibuk dengan namjachingunya.” Hyora sedikit terbatuk dan melanjutkan perkataannya “Ah.. Itu s-semalam aku pulang dengan C-chanyeol.” Jawab Hyora sambil mengalihkan pandangannya dari tatapan Jonghyun.

“Sepertinya ia benar-benar cocok menjadi appa baru kita.” Ucap Jonghyun yang seketika membuat wajah Hyora menjadi masam. Jonghyun tertawa mengejek melihat perubahan mimik wajah Hyora.

***

19:00 KST

 

Keadaan canggung seketika meliputi seluruh ruangan itu. Seorang wanita duduk di depan seorang namja dengan raut wajah yang tegang dan tatapan yang bisa saja membuat siapapun pucat ketakutan. Tapi tidak dengan namja di hadapannya.

“Kau tahu?” tanya yeoja itu dengan suara yang sedikit bergetar. Namun dengan yakin ia melanjutkan kata-katanya dengan tetap mempertahankan sorot matanya yang dingin.

“Kesalahanmu adalah kau jauh lebih mencintai pekerjaanmu daripada istrimu sendiri. Hampir 24 jam kau hanya menghabiskan waktumu di ruangan ini. Kau bahkan tak menganggap aku dan anak-anakmu. Ah, dan kau juga lebih memilih untuk menghabiskan waktumu dengan sektretarismu itu bukan? Kenapa tidak segera menikah dengan dia saja? Bukankah itu lebih baik?”

‘Bagaimana aku bisa menikah dengan dia jika aku mencintaimu? Bodoh!’

Namja itu mengepalkan kedua tangannya di pangkuannya dan sedikit terbatuk.

‘Yeoja ini.. memang keras kepala. Aku mengajaknya ke sini untuk berbicara dengan kepala dingin. Tetapi kenapa tatapan matanya tidak berubah. Seperti ingin menerkamku hidup-hidup.’

“ Mrs. Jung..”

“Aku bukan Mrs. Jung lagi..” potong wanita itu dengan sarkastik.

“Baiklah. Jadi aku sudah tau kesalahanku. Kau cemburu karena aku lebih mementingkan pekerjaanku dan..”

“Aku tidak cemburu.” Sanggahnya lagi.

“Baiklah.” Terlihat Yunho menarik nafas panjang untuk menenangkan dirinya sebelum pertemuan yang telah ia rencanakan ini menjadi hancur.

“Kau telah menyebutkan kesalahanku. Sekarang, apakah aku boleh mengucapkan kesalahanmu?” tanya Yunho.

“Terserah.”

“Berhenti menjadi model.”

“Mwo?!”

“Aku katakan berhentilah menjadi model. Kau tahu? Kau itu..”

Cantik. Bagaimana jika ada namja yang menyukaimu dan ingin menjadi kekasihmu?’

“Kau itu sudah menikah. Seharusnya kau mengurus anak-anak. Walaupun mereka sudah besar tetapi mereka tetap membutuhkan perhatianmu. Bagaimana dengan membuka butik saja? Di bandingkan menjadi model aku lebih memilih kau membuka butik saja.” Yunho hanya mengacak-acak rambutnya begitu kata-kata yang ia keluarkan berebeda dari apa yang ingin ia katakan.

“..”

“Aku menganggap kau setuju untuk berhenti menjadi model.” Balas Yunho dan berdiri dari tempat yang ia duduki.

“Dan aku menganggap kau setuju untuk tidak berada di kantor selama 24 jam. 10 jam batas waktu yang paling lama.” Ucap wanita itu tegas.

“Arraseo. Jadi sekarang..?” tanya Yunho.

“Sekarang aku pulang.” Ucap wanita itu dengan nada (masih) sarkastik dan berjalan meuju pintu keluar dari ruangan tersebut. Yunho tersenyum senang, memakai jas nya yang ia gantung di sebelah mejanya dan berlari kecil untuk mengikuti istri nya yang telah berjalan terlebih dahulu.

“Chukkae Sajangnim!” teriak sekretaris Yunho yang di balas dengan senyuman.

***

07:00 KST

“Oppa apakah aku lebih baik tidak usah ke sekolah saja?” tanya Hyora yang kini tengah dalam perjalanan ke sekolah.

“Aku rela memotong waktu tidurku demi mengantarmu dan kau ingin pulang?”

“ Bukan begitu. Hanya saja, perasaan ku tidak enak.”

“Apanya yang tidak enak? Kau sedang jatuh cinta? Dengan siapa?”

‘Aku takut jika hari ini namja itu benar-benar pindah ke sekolahku dan akan menjadi sunbae ku di sekolah seperti yang dikatakan Ah Rim semalam’

“Anii. Aku hanya ..”

“Sampai..” ucap Jonghyun yang membuat Hyora mendesah kecil.

“Jalani dulu. Jika seandainya kau sakit kau bisa menelpon oppa. Hari ini oppa free, sama sekali tak ada kelas.”

“Baiklah. Anyyeong.”

“Anyyeong.” Balas Jonghyun dan segera melajukan mobil nya.

‘Apakah kau takut jika Sehun pindah ke sini?’

***

10:00 KST, Caffe

 

“ Gomawo Chanyeol-ssi.”

“Gwenchana ahjummah. Bukankah ini sebagai balas budi karena ahjjumah selalu membayar gaji ku sebagai guru les tepat waktu?” balas Chanyeol sambil terkekeh.

“Aigoo. Kau ini selalu menanggapi sesuatu dengan gurauan.” Balas BoA kesal dan mencubit lengan Chanyeol.

“Aishh.” Chanyeol menjerit kesakitan dan menjauhkan tangannya dari BoA.

“Kau belum mempunyai yeojachingu?” tanya BoA yang membuat muka Chanyeol sedikit merona.

“A-anii.” Balas Chanyeol sedikit tersendat yang membuat BoA terkekeh.

“Mungkin karena hubungan palsu kita. Orang-orang akan menganggap kau pengagum seorang ahjjumah.”

“Tapi sebenarnya aku juga bukan ahjjumah. Aku masih muda bahkan aku masih digunakan untuk beberapa majalah terkenal.” Gumam BoA yang membuat Chanyeol terkekeh lalu meneguk segelas kopi hangat yang ada di hadapannya.

“Bagaimana kalau kau ku jodohkan dengan Hyora? Setidaknya Hyora satu-satunya yeoja yang tahu kau bukan pengagun ahjjumah-ahjjumah.”

“Uhuk-uhuk..”

“Gwenchana?” tanya BoA panik begitu melihat Chanyeol yang terbatuk.

***

Terlihat anak-anak berlalu lalang dengan semangatnya ke kantin. Meskipun sekolah ini terkenal dengan para murid yang mempunyai otak yang luar biasa, tapi tetap saja mereka menganggap jam istirahat adalah surga bagi mereka. Yang mengherankan adalah mereka tetap berjalan dengan santai tidak berlari terbirit-birit meskipun perut mereka telah menyanyi dengan merdu. Sepertinya inilah kebiasaan para murid dari sekolah terpandang ini.

“Hyora-ya..” Hyora yang dengan wajah bahagia berjalan menuju kantin terdiam membatu begitu mendengar suara tersebut.

‘Ini hanya halusinasi bukan? Dia tidak mungkin ada di sini. Ia sudah di Jepang. Ya dia di Jepang.’

Hyora meyakinkan diri nya dan kembali berjalan menuju kantin.

“Ya! Kenapa kau berjalan lama sekali? Kajja..” kata-kata Ah Rim terhenti begitu saja ketika ia melihat siapa yang tengah berdiri beberapa meter di belakang Hyora.

“S-sehun oppa?” ucap Ah Rim tanpa sadar.

‘Kenapa kau kembali? Aku justru berharap kau tidak kembali.’

Hyora ikut berbalik dan tersenyum melihat Sehun. Senyuman pahit. Bukan senyuman bahagia begitu ia mengetahui kalau Sehun benar-benar kembali.

“Anyyeong Ah Rim, Anyyeong Hyora.”

Ah Rim hanya membalasnya dengan gerakan tangan sedangkan Hyora masih terdiam. Entah apa yang ada di pikirannya.

“Oppa pindah ke sini?”

“Hm. Baru saja dua hari yang lalu.Aku juga sempat menghadiri acara perusahaan Jung malam itu. Tapi aku sama sekali tak melihat Hyora.” Jelas Sehun lalu tersenyum ke arah Hyora.

‘Jangan tersenyum. Aku mohon. Aku sudah mulai melupakanmu Oh Sehun, aku tak mau luluh lagi dengan senyuman itu.’

“Kalian mau ke kantin? Aku boleh ikut?” tanya Sehun.

“Tentu saja boleh.” Jawab Ah Rim riang.

***

Langit yang kemerah-merahan menemani Hyora yang berjalan menuju gerbang sekolah menunggu oppanya yang akan datang menjemputnya. Matahari yang hampir terbenam menambah kesan indah pada langit yang merah di sore hari itu.

“Sepertinya kau tidak suka dengan kedatanganku?” tanya Sehun yang berjalan beriringan dengan Hyora ketika pulang sekolah.

“Bukan begitu. Aku hanya masih terkejut. Bukankah oppa bersikeras untuk sekolah di Jepang waktu itu? Dan kenapa sekarang..”

“Oh. Waktu itu aku memang bersikeras ke sana. Tanpa ku jelaskan sepertinya kau tahu alasan oppa pergi kesana.” Jawab Sehun sambil tersenyum.

‘Senyum ini berbeda. Ini bukan senyum bahagia. Apakah oppa dicampakkan?’

“Dia menghilang,” Sehun sedikit terbatuk memperbaiki suaranya yang tiba-tiba serak. “Dia pergi untuk melanjutkan sekolahnya di Amerika. Katanya di sana ada namja yang ia cintai. Ia ingin ke sana agar bisa bersama-sama namja tersebut.”

‘Seperti itu? Bodoh sekali yeoja itu. Seharusnya ia menghargai aku yang kesusahan melepaskan Sehun saat itu demi dia.’

“Tapi sudahlah. Lebih baik aku kembali ke sini. Menemani appa yang saat ini sudah sendiri.” ucap Sehun lalu tersenyum.

“Aigoo. Neommu bogoshippeo Hyora-ya..” ucap Sehun lalu memeluk Hyora tanpa mempedulikan anak-anak sekolah yang sedang berlalu lalang. Hyora yang sedikit risih hanya pasrah di peluk seperti itu. Terlihat beberapa yeoja menatap kejadian tersebut dengan iri karena anak baru yang tampan di sekolah mereka tersebut langsung memeluk seorang yeoja seperti itu.

“Oppa, lepaskan. Semua orang melihat kita saat ini.” Ucap Hyora mengelak dan berusaha melepaskan pelukan Sehun yang begitu erat.

“Wae? Kalau mereka melihat seorang oppa memeluk dongsaengnya apakah itu adalah hal yang salah?” Tanya Sehun namun masih tetap memeluk Hyora.

Dongsaeng? Ah, aku hampir lupa. Ya , arti pelukan ini sebatas oppa dan dongsaeng bukan? Kenapa hati ku sakit seperti ini? Aku pikir aku telah melupakan orang ini. Tapi…

“Hyora-ya..”

Hyora segera berbalik dan mendapati Jonghyun dan Chanyeol tengah berdiri melihat kejadian itu.

“Oppa.. Chanyeol..” Jawab Hyora dengan suara yang serak.

“Anyyeong hyung!” Sapa Sehun dan segera berjalan menuju Jonghyun dan sedikit membungkuk di hadapan Chanyeol.

“Sehun imnida.” Ucap Sehun lalu mengulurkan tangannya.

Namja ini yang bernama Sehun? Jadi namja ini yang begitu membuat Hyora terluka. Dan.. Kenapa Hyora menatapku seperti itu? Aishh.. Berhenti menatap ku seperi itu Jung Hyora. Hatiku sakit melihat tatapan mu seperti itu.

“Chanyeol imnida.” Jawab Chanyeol dan menjabat tangan Sehun.

“Kau ingin pulang bersama ku?” Tanya Jonghyun kepada Sehun.

“Boleh saja,” Jawab Sehun. “Hyora.. Ayo pulang!” Ajak Sehun.

“Hari ini Hyora akan pulang dengan Chanyeol. Chanyeol harus mengajari Hyora fisika. Aku lupa kalau hari ini jadwal les Hyora makanya ada Chanyeol juga di sini. Daripada aku harus pulang sendiri lagi, alangkah lebih baiknya kau pulang denganku. Kajja!” Ajak Jonghyun lalu merangkul Sehun dan pergi dari situ.

“Gwenchana?” Tanya Chanyeol khawatir begitu melihat Sehun dan Jonghyun telah pergi.

“Ehm. Gwenchana.” Jawab Hyora lalu tersenyum.

***

“Hyora-ya.. sudah sampai.”

Chanyeol mendesah kecil begitu melihat Hyora telah tertidur di sebelahnya. Dengan perlahan Chanyeol melepaskan sabuk pengaman yang masih melilit di tubuh Hyora.

‘Bagaimana ini? Apakah aku harus menggendongnya? Aku harap tidak. Tapi .. sepertinya aku harus menggendongnya.’

Chanyeol segera keluar dari mobilnya dan dengan enggan berjalan menuju sisi kanan mobilnya.

“Mengapa yeoja ini berat sekali? Padahal tubuhnya kecil. Bahkan pendek.” Keluh Chanyeol dan segera membawa Hyora masuk ke apartemen Hyora.

Chanyeol segera masuk dan membawa Hyora ke dalam kamar nya.

“Sepertinya Jonghyun belum pulang? Syukur lah aku tahu password apartemen mereka. Kalau tidak tulangku bisa remuk menunggu Jonghyun pulang sambil menggendong Hyora.”

Chanyeol merenggangkan tubuhnya dan berbalik melihat Hyora yang masih terlelap. Chanyeol menarik selimut yang terlipat rapi dibawah kaki Hyora dan meletakkannya di atas tubuh Hyora.

‘Apa ini?’

Chanyeol merasakan detak jantung nya semakin cepat.

‘Tidak mungkin jika.. Tidak. Ya, itu tidak mungkin.’

Semakin Chanyeol menatap wajah Hyora yang tengah tertidur dengan wajah damai, detak jantungnya semakin cepat dan tidak karuan.

Tanpa sadar Chanyeol semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Hyora.

5 senti..

3 senti..

Cup.

Bibir Chanyeol kini telah menempel pada bibir Hyora.

Chanyeol yang sadar segera menjauhkan wajahnya dari wajah Hyora.

Deg Deg Deg.

‘Bahkan detak jantungku jauh lebih cepat kali ini. Bahkan bunyi detakannya bisa ku dengar. Kenapa wajahku memanas? Jatuh cinta? Tidak mungkin kan? Aishh, neo michesseo Chanyeol-ah.’

Chanyeol segera keluar dari kamar Hyoraa sebelum ia merasakan detakan jantungnya lebih menggila bahkan bisa saja keluar dari tempatnya.

“Huhhh..” Chanyeol menghela nafas lega begitu keluar dari apartemen Hyora.

“Eoh.. Chanyeol-ya.” Sapa Jonghyun.

“Anyyeong Jjong..”

“Kau tak mengajari Hyora fisika hari ini?” tanya Jonghyun heran.

“Ani. Sepertinya Hyora kelelahan bahkan tadi ia ketiduran di mobil ku.”

“Aissh. Anak itu,” omel Jonghyun “Kau kenapa? Wajahmu memerah. Apa kau sakit?” tanya Jonghyun heran.

“Aniyo. S-sepertinya malam ini sangat panas.” Jawab Chanyeol sambil mengayun-ayunkan tangannya seperti sedang kepanasan.

“Kalau begitu aku pulang dulu. Kalke.” Ucap Chanyeol dan segera pergi dari situ sebelum Jonghyun bertanya hal yang macam-macam.

***

‘Hyora tidur? Aish , anak itu. Apakah ia terlalu lelah menghadapi kenyataan kalau Sehun kembali?’

Krek.

Jonghyun membuka pintu kamar Hyora.

“Eoh? Kau tidak tidur?”

Hyora terangkat dari tempat tidurnya begitu mendengar suara oppanya.

“Oppa! Kau mengejutkanku!” marah Hyora. Sedangkan yang di marah hanya membalas dengan senyum cengengesan dan segera duduk di sebelah dongsaengnya.

“Aneh. Apa aku saja yang tidak merasakan panasnya cuaca malam ini?” tanya Jonghyun pada dirinya sendiri.

“Tadi ketika aku sampai, aku melihat Chanyeol di depan pintu dengan wajah yang memerah juga. Katanya cuaca malam ini sangat panas. Kau juga kepanasan?” tanya Jonghyun heran.

“Kenapa pipi mu semakin memerah?”

“Tunggu.. sepertinya ini bukan memerah karena kepanasan. Apakah kau..?”

“Yak!” potong Hyora.

“Hari ini sangat panas! Apa oppa tak merasakannya? Berarti oppa sakit.” Lanjut Hyora dengan nada sinis dan segera keluar dari kamarnya.

“Aish. Benar-benar keterlaluan! Bagaimana bisa dia melakukan itu?” gumam Hyora sambil menggigit-gigit kuku jarinya di depan kulkas yang terbuka.

Hyora mengambil sebuah minuman kaleng dari kulkas dan meneguknya hingga tersisa setengah bagian. Hyora memegang bibirnya dan mengingat kejadian tadi.

“Appa, Umma…. Aku bisa gila kalau begini!” omel Hyora sambil mengacak-acak rambutnya frustasi di depan kulkas yang masih saja ia biarkan terbuka.

“Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Jonghyun dengan wajah yang tak kalah frustasi karena bingung dengan Chanyeol dan Hyora yang terlihat aneh hari ini.

“Tidak terjadi apa-apa.”

“Jinjja?” tanya Jonghyun tak percaya.

“Hm.” Jawab Hyora dan segera pergi dari kulkas itu untuk menghindari Jonghyun.

‘Mencurigakan..’

*TBC*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s