Beranda » Family » COFFEE SHOP

COFFEE SHOP

Title:  Coffee Shop

Author: Eunni

Cast: Choi Junhong (Zelo), Kim Hayoung

Support Cast: Byun Baekhyun, Choi Jinri, Park Miyoung

Genre: Romance , Sad, School life

Length: On going

Rating: T

Disclaimer : This ff is mine, the casts belong to themselves . I just shared my imagination to y’all readers 🙂

Please comment. Your comment is my spirit to continue my fanfictions :)

NB : Typo everywhere~

coffee

 

Yeoja itu menghela nafas begitu sadar kemana langkah kakinya membawanya. Ia masuk ke dalam coffee shop tersebut dan segera disambut seorang yeoja yang merupakan salah satu tukang kopi handal di coffee shop tersebut.

“Bagaimana kabarmu Ms. Kim? Sudah lama tak melihatmu datang ke sini.” Sambut yeoja tersebut dengan senyum manisnya.

“Ayolah Miyoung, aku baru seminggu tak datang ke sini.”

“Haha, ya ya ya. Aku hanya bercanda. Secangkir Latte Coffee?”

“Ya. Dan sepiring oreo cheesecake.” Ucap Hayoung lalu tersenyum.

Hayoung menghela nafas lagi begitu Miyoung telah berjalan menuju dapur dan mulai meracik kopi pesanan Hayoung dengan tangan mungilnya. Hayoung mendecak kagum setiap melihat sahabatnya itu meracik kopi dengan begitu ahlinya.

Tempat ini selalu menjadi tempat terbaik bagi Hayoung untuk sekedar menikmati latte kesukaannya dan melepas penat akibat tugas sekolah yang begitu menumpuk. Dinding yang menggunakan batu ekspos berwarna cokelat dan tulisan-tulisan motivasi yang tertempel di dinding menjadielemendesain yang berpadudenganmenarik.Sedangkan di belakang pantry terdapatberbagaiperalatanseduh kopi non mesintersedia, termasukmenarabejanauntuk cold brew yang tampilmenjulang.

Hayoung mendesis kecil begitu tatapannya tertumbuk pada seorang namja jangkung yang beberapa hari ini dihindarinya, namja itu kini masuk ke dalam coffe shop tersebut. Tak lupa dengan seorang yeoja cantik yang berjalan di sisinya kanannya.

“Kau tidak perlu memperhatikan mereka. Hanya menyesap kopi ini dan merasakan betapa nikmatnya kopi racikan teman mu sendiri.” Ucap Miyoung lalu mengerling.

“Ya Ms. Park. Kau memang yang terbaik dalam hal ini.” Teriak Hayoung kepada Miyoung yang terlah berjalan kembali ke pantry nya dan kembali menyeduh kopi pesanan pelanggan lain.

Sesekali Hayoung bergerak tidak nyaman, memutar-mutar kepalanya seperti mencari seseorang. Terkadang ia menyantap cheese cakenya dengan mata tertuju ke piring nya seperti seseorang yang baru pernah menyantap cheese cake, dan bahkan ia berpura-pura mengotak-atik smarthphone nya seolah-olah ada hal yang menarik disana. Pada akhirnya Hayoung menyerah, ia memutuskan memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang di luar coffee shop tersebut.

‘Kau nappeun, Choi Junhong.Inilah alasan mengapa aku menolakmu.’ batin Hayoung sambil menatap keadaan di luar coffee shop, mengabaikan tatapan tajam Junhong untuknya.

I still can’t forget you
Our memories still remain
So without knowing, like a habit
I came here

***

Hayoung merapihkan rambutnya begitu sampai di dalam kelas. Mulutnya masih saja mencibir kelakuan sepupunya yang membuat rambutnnya berantakan seperti ini.

“Sudah ku katakan berapa kali agar kau tidak ngebut di jalanan Byun Baekhyun?!” geram Hayoung begitu Baekyhun duduk si sebelahnya.

“Kita akan terlambat jika aku tidak mengendarai motor dengan kecepatan tinggi Hayoung.” Balas Baekhyun lalu segera menelungkupkan kepalanya ke meja. Hayoung mendesah melihat kelakuan sepupunya.

Derap kaki mulai terdengar di depan pintu dan seketika semua murid mulai berlari terbirit-birit untuk duduk di kursi mereka sebelum dimarahi songsaengnim yang terkenal dengan kegalakan di dalam tubuhnya yang mungil.

Hayoung menatap keluar jendela tanpa mempedulikan teman-temannya yang sedang berlari-lari di dalam kelas. Dan tiba-tiba saja seorang namja jangkung duduk di sebelahnya, membuat Hayoung tak bisa menutupi ekspresi terkejutnya. Sedangkan Baekhyun telah duduk di depan dengan.. Hayoung menepuk jidatnya begitu menyadari bahwa hari ini pelajaran Kimia dan jelas saja masing-masing anak harus duduk berpasangan dengan teman kelompoknya. Mungkin akibat mengomeli Baekhyun di pagi hari membuat ia lupa hal-hal seperti ini.

“Lama.” Ucap Junhong begitu saja ketika Hayoung sedang mengerjakan tugas kelompok mereka.

“Ini sulit. Kau bahkan tahu kalau aku sama sekali tidak bisa dalam mata pelajaran kimia.” Omel Hayoung. Seketika kertas jawaban tersebut di rampas Junhong dan dikerjakannya hingga selesai.

“Apa yang susah dari mata pelajaran kimia, nona Kim? Mungkin kau saja yang kenyataannya bodoh.” Kata Junhong begitu berhasil memecahkan semua soal yang diberikan.

“Choi Junhong..” geram Hayoung.

Dan seperti inilah akhirnya jika dua orang ini harus ditemukan dalam pelajaran Kimia. Saling mengejek satu sama lain bahkan terkadang bisa saja Hayoung mengumpat namja di hadapannya ini yang di balas dengan tatapan datar nya.

“Neo Nappeun.” Desis Hayoung.

“Yes I am.” Balas Junhong lalu beranjak dari kursi untuk mengumpulkan tugas kelompok mereka.

***

“Aku masih ada latihan basket hari ini. Kau mau menungguku atau pulang terlebih dahulu?” tanya Baekhyun begitu kelas telah berakhir.

“Menunggu mu saja. Ah, bagaimana jika aku menunggu di coffee..”

“Aku tidak mau menjemputmu di sana.” Potong Baekhyun.

“Hngg.. Baiklah. Aku akan menunggu mu di lapangan basket.”

“Itu terdengar lebih baik. Ini buat mu , wajahmu menunjukkan kalau kau membutuhkan ini.” Ucap Baekhyun sambil menyodorkan sekotak lemon cheese cake.

“Yak! Byun Baekhyun!” teriak Hayoung kegirangan lalu memeluk sepupunya itu.

“Aish, berhenti bersikap seperti ini di sekolah. Orang-orang akan salah paham melihat tingkah kita.” Amuk Baekhyun sambil berusaha melepaskan kedua lengan Hayoung yang melingka erat di leher nya.

“Chagiya..” panggil Hayoung manja bermaksud membuat Baekhyun semakin marah.

“Ehem.”

Sontak Hayoung melepaskan pelukannya begitu pula dengan Baekhyun yang mendorong Hayoung dengan sedikit kasar.

“Baaekhyun-ah, ayo ke lapangan.” Ajak Junhong lalu merangkul Baekhyun tanpa menoleh sedikitpun kepada Hayoung. Hayoung hanya mencibir tak jelas melihat tingkah Junhong dan berjalan mengikuti mereka dari belakang.

***

Hayoung mencengkeram kedua sisi jas seragam yang digunakannya.Hayoung mengerucutkan bibirnya kesal. Bukankah pertengahan bulan Juli telah lewat dan musim panas mulai menghiasi negeri ginseng ini? Tapi kenapa hujan masih begitu senang untuk menari-nari diatas tanah Seoul? Hayoung mendesah kecil begitu menyadari hari semakin gelap dan hujan sama sekali belum mereda.Sebuah tangan menggenggamtanganHayoung dan menarik paksa yeoja itu secara tiba-tiba. Hayoung hanya bisa menarik nafas lega begitu menyadari siapa yang menariknya dari tadi. Sepertinya ia tahu kemana Junhong membawanya. Kemana lagi jika bukan ke tempat dimana mobilnya di parkir.

“Hujannya tidak berhenti juga, jadi lebih baik jika kau pulang denganku hari ini.” ucap Junhong dengan ekspresi datarnya dan segera melajukan mobilnya keluar dari gerbang sekolah.

“Dimana Baekhyun?” tanya Junhong heran melihat Hayoung pulang sendirian hari ini tanpa sepupunya itu.

“Dia sedang berkencan.” Jawab Hayoung singkat.

Junhong terkikik begitu mendengar jawaban Hayoung. “Akhirnya dia mulai meihat lawan jenisnya juga.”

“Eh?” sela Hayoung kebingungan

“Kau tahu? Terkadang anak-anak di sekolah itu bertanya-tanya tentang hubungan kalian. Kalian  berdua terlihat sangat dekat bahkan kau tak segan-segan untuk memeluknya di depan umum.”

“I-itu.. aku hanya sekedar mengerjainya. Ia tidak suka dipeluk dari dulu makanya aku senang memeluknya dan melihat wajahnya ketika marah. Dia juga selalu memiliki ekspresi datar, sama sepertimu. Itu yang membuat aku sering menjahilinya, tapi terkadang dia juga bisa menjadi orang yang menyebalkan seperti dirimu.” Jelas Hayoung tanpa menyadari kata terkahirnya.

“Jadi.. aku adalah namja yang menyebalkan?” tanya Junhong. Hayoung mengernyit kebingungan dan sedetik kemudian mengeluarkan kekehan nya yang terlihat dipaksakan.

***

Minyoung sesekali mengerling dan tersenyum mengejek begitu Hayoung menatapnya. Sedangkan Hayoung hanya membalas dengan tatapan tajamnya walaupun itu semakin membuat Miyoung tertawa lucu karena pipi Hayoung yang sedari tadi terus merona.

Kajja.” Ajak Junhong tiba-tiba dan menarik tangan Hayoung.

“Ke mana?” tanya Hayoung heran namun dihiraukan Junhong.

“Bukankah daritadi kau memintaku untuk mengajarimu kimia?” tanya Jonhung dengan nada yang sarkastik.

“Kau benar-benar ingin mengajariku?” tanya Hayoung terkejut yang sama sekali tidak dijawab oleh Junhong.

***

Kim Hayoung’s House

“Aish. Pabo.” Omel Junhong melihat Hayoung yang lagi-lagi mendapat coretan merah besar di atas kertas jawabannya. Sedangkan yang diomeli hanya menunduk dalam diam menyadari kesalahannya.

“Kerjakan lagi yang ini. Jika kali ini kau benar, aku akan mentraktir mu secangkir Latte Coffee selama seminggu.”

Hayoung mengangguk dengan semangaat dan kembali mengerjakan soal yang diberikan Junhong.

“Apakah aku harus menyogok mu dengan secangkir Latte Coffee setiap aku memberikanmu soal?” gumam Junhong tanpa menatap yeoja didepannya itu.

“Eh?” tanya Hayoung kebingungan.

“Kau menjawabnya dengan benar.” Jawab Junhong sambil menaruh kertas jawaban Hayoung diatas meja belajarnya.

“Kalau begitu aku pulang dulu. Besok kita bertemu di coffee shop kesukaanmu itu. Jika kau terlambat, aku tidak akan mentraktirmu.”

Hayoung menjawabnya dengan anggukan dan mengantarkan Junhong ke depan rumahnya.

“Sampai bertemu besok Junhong-ah. Gomawo.” Ucap Hayoung begitu Junhong sudah berada di atas motornya.

You’re welcome.” Balas Junhong sambil mengerlingkan sebelah matanya kepada Hayoung. Melihat wajah Hayoung yang memerah membuat Junhong terkikik dan segera melajukan motornya meninggalkan kediaman keluarga Kim.

***

“Kau dan Junhong…” ucap Baekhyun lalu memperhatikan Junhong samar.

“D-dia mengajariku kimia tadi. Kau tahu kan kalau aku tidak begitu hebat dalam mata pelajaran..”

“Wajahmu memerah.” Potong Baekhyun tanpa mempedulikan pernyataan Hayoung sebelumnya.

“Ternyata dugaanku benar.” Ucap baekhyun sambil tetap memperhatikan wajah Hayoung dengan intens.

Yak! Kenapa kau menatap ku seperti itu?!” bentak Hayoung.

“Kau menyukainya tapi kenapa kau menolaknya waktu ia menyatakan perasaannya padamu sebulan yang lalu?” tanya Baekhyun.

“Dia nappeun. Bagaimana bisa dia menyatakan perasaannya padaku saat dia masih berkencan dengan gadis lain?” tanya Hayoung balik membalas pertanyaan Baekhyun.

“Kencan? Dengan gadis lain?” tanya Baekhyun heran.

“Ya. Dia berkencan dengan seorang gadis cantik, dia tinggi, rambutnya sebahu, warna rambutnya cokelat.”

“Pfftt.” Baekhyun menahan tawanya begitu tahu siapa yeoja yang dimaksud Hayoung.

“Secara tidak langsung kau menyatakan kau cemburu dengan yeoja itu.” Kata Baekhyun dengan senyum menggodanya dan segera melesat pergi ke rumahnya yang bersebelahan dengan Hayoung sebelum terjadi kekerasan yang membuat para tetangga terbangun di malam hari.

Kajja.” Ajak Baekhyun begitu kelas berakhir.

Mian Baekhyun-ah. Hari ini aku tidak bisa pulang bersama mu. Aku harus ke..”

“Ah, aku tahu. Kau hari ini pasti berkencan lagi dengan Junhong. Aku lupa tadi Junhong memberitahuku.”

“Hentikan kebiasaan burukmu memotong pembicaraan ku Byun Baekhyun!” teriak Hayoung kesal membuat beberapa murid menoleh ke arah dua orang bersaudara tersebut. Sedangkan yang diomeli hanya melihatnya datar.

“Cerewet. Kalau begitu aku juga ingin berkencan dengan kekasihku. Anyyeong” balas Baekhyun dan segera meninggalkan kelas.

Hayoung segera menarik tas nya dan berlari secepatnya jika ia ingin menyantap secangkir Latte Coffee selama seminggu tanpa harus mengeluarkan uang nya sendiri. Sebenarnya tidak masalah juga bagi dia harus mengeluarkan uang untuk secangkir Latte Coffee selama seminggu, Ia hanya terlalu bersemangat jika sesuatu yang berhubungan dengan Junhong. Entahlah.

“Terlambat sepuluh menit.” Ucap Junhong begitu Hayoung berdiri di hadapannya

“Mian. Tadi Baekhyun menahanku.” Jawab Hayoung abstrak membuat namja dihadapannya menaikkan sebelah alis matanya bingung.

“Ah, sudahlah. Kau tahu bukan kalau aku dan Baekhyun sering berkelahi dan itu lah yang terjadi tadi.” Jelas Hayoung.

“Aku akan mentraktirmu. Tapi dengan satu syarat. Kau harus bisa menjawab semua pertanyaan yang akan ku berikan di les besok.”

“Baiklah.” Jawab Hayoung lalu duduk di hadapan Junhong.

Hayoung mengerjapkan matanya berkali-kali untuk memastikan dia tidak salah lihat. Ternyata kekasih Baekhyun itu Miyoung? Jahat sekali mereka merahasiakan ini dari dia. Baru saja dia ingin meneriaki Miyoung dan Baekhyun yang masuk ke coffee shop, tetapi suaranya tertahan begitu saja ketika melihat seorang yeoja cantik, dengan postur tubuh yang tinggi dan badan yang langsing masuk ke dalam coffee shop juga tepat di belakang Baekhyun dan Miyoung.

“Zelo!” teriak yeoja itu dan segera duduk di sebelah junhong. Sedangkan Hayoung hanya menatap kebingungan ke arah junhong dan teman kencannya itu.

“Anyyeong.” Sapa yeoja itu lalu tersenyum ke arah Hayoung.

“N-ne. Anyyeong.” Balas Hayoung sambil tersenyum kaku.

“Jadi ini yeoja yang menolakmu?” tanya yeoja itu sambil tersenyum menggoda Junhong, sedangkan Junhong hanya menepis tangan yeoja itu dan memilih pergi ke pantry memesan kopi yang diinginkannya.

“Ah, kau belum mengenalku bukan? Naneun Choi Jinri imnida.” Ucap yeoja itu sambil tersenyum.

“Naneun Kim Hayoung imnida. Bangapseumnida.” Balas Hayoung.

“Hahaha, tidak perlu seformal itu Hayoung-ah. Ah ya, aku noona nya Zelo.”

“Zelo?” tanya Hayoung bingung.

“Ah, aku lupa. Jadi, Zelo itu adalah nama Junhong ketika kita masih tinggal di Amerika dulu. Aku juga sering dipanggil Sulli ketika di Amerika.” Jelas Jinri sambil tersenyum manis. Hayoung merutuki dirinya yang terlihat bodoh karena telah menduga yang tidak-tidak.

“Jadi kalian.. bersaudara?” tanya Hayoung lagi memastikan.

“Ne. Wae?” tanya Sulli heran.

“Aku salah paham selama ini. Aku kira eonnie adalah teman kencannya Junhong.” Jawab Hayoung dengan polosnya yang disambut dengan tawa menggelegar dari Jinri yang sama sekali tidak menunjukkan sisi cantiknya.

“Sekalipun aku bukan saudaranya. Aku tidak akan menyukai dia. Dia nappeun!” ucap Jinri lalu tertawa. Junhong yang baru saja datang langsung menoyor kepala Jinri kesal.

Yak!” omel Jinri namun dihiraukan Zelo yang langsung memberikan secangkir coffee latte untuk Hayoung. Hayoung yang melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya terkejut melihat tingkah kakak beradik ini.

Wae?” tanya Baekhyun heran melihat Hayoung yang menghalangi langkahnya untuk masuk ke dalam rumah sepupunya itu.

“Jadi kekasih yang kau maksud selama ini adalah Park Miyoung?” tanya Hayoung sambil menyipitkan kedua matanya.

“Bukan urusanmu.” Elak Baekhyun dan segera menepis tangan Hayoung yang merentang menghalangi jalan masuk di depan pintu.

“Bukan urusanku?!” amuk Hayoung, “Tidak boleh masuk!” teriak Hayoung meihat Baekhyun yang lagi-lagi mencoba masuk.

“Ya. Aku dan Miyoung adalah sepasang kekasih. Sudah puas Ms. Kim?” jawab Baekhyun dengan ekspresi datar menyembunyikan pipinya yang tengah merona.

“Wajahmu merona. Aigoo, ternyata namja seperti mu bisa berekspresi juga.” goda Hayoung dan langsung saja didorong Baekhyun agar ia bisa masuk ke dalam.

Hayoung menatap Junhong dengan penasaran. Sedangkan yang ditatap sedang serius memeriksa lembar pekerjaan Hayoung.

“Benar semua.” Ucap Junhong dan menyodorkan lembar kerja itu kepada Hayoung.

Jinjja?” tanya Hayoung senang yang dibalas dengan anggukan.

“Bagaimana jika kita taruhan?” tanya Junhong.

“Taruhan?”

“Hm. Jika kau mendapatkan nilai 80 di ujian akhir nanti, aku akan mengajak mu kencan.” Jawab Junhong.

“K-kencan?” Hayoung mencoba memastikan kalau dia tak salah dengar.

“Hm, kencan. Kalau begitu aku pulang dulu, sampai berjumpa besok di sekolah.”

“Ujian akhir sisa seminggu lagi. Persiapkan dirimu.” Kata Junhong sebelum dia melajukan motornya meninggalkan rumah Hayoung.

Ne aku akan berusaha!” teriak Hayoung begitu Junhong telah berjalan cukup jauh.

***

Hayoung dan Miyoung terlihat begitu menikmati acara hangout mereka hari ini. Musim panas ini tidak membuat mereka merasa lelah berjalan dari satu pusat perbelanjaan ke pusat perbelanjaan lainnya. Seoul Hot Summer Sale lah satu-satunya penyebab mereka bersemangat berjalan-jalan menghabiskan masa weekend mereka. Potongan harga hingga 60% di berbagai departmen store, outlet, toko kosmetik, restaurant, dan waralaba hiburan yang berpatisipasi dalam  ‘2013 Seoul Hot Summer Sale ‘ kali ini.

“Bagaimana kalau kita ke Lotte? Disana juga ada potongan harga.” Usul Miyoung.

Jinjja? Kalau begitu ayo!” seru Hayoung dan menarik Miyoung keluar dari sebuah mall.

Mereka begitu bahagia menghabiskan weekend mereka bersama dan kini perjalanan weekend mereka berakhir pada sebuah restaurant di sekitar pintu nomor 4 Hongdae yang menurut masyarakat di Seoul mempunyai kalbi terbaik. Restaurant ini terkenal dengan nama Hongik Sootbul Kalbi di dekat Universitas Hongik, kawasan gaul para pelajar Korea.

“Bagaimana jika besok kita jalan-jalan lagi? Masih ada 26 hari lagi sebelum Seoul Hot Summer berakhir” jelas Miyoung sambil memasukkan sesuap daging panggang ke mulutnya.

Mian Miyoung-ah. Sepertinya aku tidak bisa.”

Wae?”

“Aku sedang taruhan dengan Junhong. Aku harus memperoleh nilai 80 di mata pelajaran kimia pada saat ujian akhir nanti. Kau tahu bukan kalau selama ini nilai kimia ku selalu berkisar antara 50 hingga 60. Tidak pernah lebih dari itu.” Jawab Hayoung dengan frustasi lalu meneguk segelas air putih.

“Aku yakin kau bisa Hayoung-ah. Bukankah belakangan ini kau dapat mengerjakan setiap soal yang diberikan Junhong dengan baik dan benar?”

“Ya, kuharap soalnya tidak sesulit yang aku bayangkan.”

“Jika kau mendapatkan nilai 80, apakah Junhong akan mentraktirmu secangkir Latte Coffee selama sebulan?” canda Miyoung.

“Ani. Dia justru akan mengajakku kencan.” Jawab Hayoung sambil meyuapkan suapan terakhir kalbi ke dalam mulutnya.

“Kencan?! Aigoo, sepertinya sedikit lagi kalian berdua akan menjadi sepasang kekasih.” Goda Miyoung.

Yak! Apa yang kau bicarakan? Ayo kita pulang.” Omel Hayoung lalu meninggalkan beberapa lembar won di atas meja dan berjalan keluar meninggalkan restaurant tersebut.

***

Hayoung berjalan menuju papan pengunguman hasil ujian akhir dengan gugup. Tangannya yang berkeringat tetap saja mengenggam erat rok seragamnya. Dengan perlahan ia berusaha masuk melalui celah-celah para siswa yang sedang ribut melihat hasil ujian mereka.

“Kim Hayoung.” Panggil Baekhyun.

Wae?”

“Nilai Kimia mu 85.” Jawab Baekhyun datar.

“Jinjja?” teriak Hayoung dan segera berjalan menuju arah Baekhyun berdiri. Ia tersenyum senang begitu menyadari rata-rata nilainya sekitar 80.

“Aaaaaaa, akhirnya nilai kimia ku diatas 80.” Seru Hayoung girang dan segera memeluk Baekhyun.

“Hayoung pabo lepaskan tanganmu dari leherku!” marah Baekhyun yang tidak dianggap Hayoung.

“Baekhyunie, nilaiku diatas 80. Itu berarti..”

“Kau akan berkencan dengan Junhong.” Potong Baekhyun yang disambut dengan wajah masam Hayoung karena kebiasaan buruk Baekhyun. Namun seketika ekspresi Hayoung berubah begitu menyadari apa yang baru saja dikatakan Baekhyun.

“Kau tahu darimana aku dan Junhong akan berkencan?” tanya Hayoung bingung.

“Satu fakta yang kau lupakan kalau aku dan Junhong aadalah teman dekat.” Ucap Baekhyun dengan ekspresi datar.

“Ya aku benar-benar lupa tentang fakta itu.” Balas Hayoung sambil menepuk jidatnya.

“Baekhyun-ah, kau benar-benar pintar. Bagaimana bisa kau dan Junhong mendapatkan nilai 100 pada ujian kimia.” Gumam Hayoung sambil menatap kagum nama Baekhyun yang berada pada urutan 2 dan Junhong pada urutan 1.

“Ya , aku memang pintar dari dulu. Berbeda denganmu.” Jawab Baekhyun sarkastik yang dibalas dengan cibiran oleh Hayoung.

“Junhong menunggu mu di coffee shop. Segeralah ke sana.” Kata Baekhyun dan segera berjalan meninggalkan Hayoung.

“Kau mau ke mana?” teriak Hayoung.

“Melihat kekasihku bekerja.”

“Aku ikut!” teriak Hayoung dan segera berlari mengikuti Baekhyun.

***

Chukkae. Aku tidak menyangka ternyata kau begitu ingin berkencan denganku.” Ucap Junhong dan langsung dibalas dengan sebuah jitakan kecil di kepalanya.

Kajja.” Ajak Junhong dan menarik Hayoung keluar dari coffee shop.

“Kita mau kemana?”

“Kau akan tahu nanti.” Balas Junhong dan segera melajukan motornya.

Hayoung yang masih belum menyerah mencerca Junhong dengan pertanyaan yang sama.

“Kita mau ke mana Tuan Choi?” geram Hayoung kesal karena sudah bertanya untuk yang kesekian kalinya dan untuk kesekian kalinya juga tidak dianggap.

Hayoung yang sedari tadi hanya mendengus melihat Junhong yang selalu menunjukkan senyum penuh rahasianya kini tersenyum bahagia mengetahui dimana sekarang mereka berada.

“Banpodaegyo?” tanya Hayoung.

“Hm.” Jawab Junhong lalu menarik tangan mencari tempat yang nyaman.

Banpodaegyo (Bridge) adalah jembatan dua tingkat di atas Hangang (River) yang memiliki fitur Moonlight Rainbow Fountain, merupakan jembatan air mancur terpanjang di dunia dan diakui oleh Guinness Book of World Records) dengan 380 jet air dan deretan lampu multi-warna. Jet air  dari Moonlight Rainbow Fountain sangat dinamis dan dapat bergerak pada waktunya dengan musik yang  menciptakan penampilan spektakuler yang selalu berubah. Ditambahi dengan ratusan kombinasi pencahayaan berwarna pelangi saat malam tiba, menjadi alasan mengapa Banpodaegyo adalah magnet bagi wisatawan sepanjang tahun.

Mereka berdua terdiam sesaat sampai ketika warna-warni air mulai keluar dengan indahnya membuat Hayoung terkagum-kagum dan terus saja mengatakan “Whoah.” Sedangkan Junhong malah dengan asiknya menikmati wajah Hayoung yang sedang terkagum-kagum.

“Kim Hayoung..” panggil Junhong.

“..”

Yak! Kim Hayoung!” panggil Junhong lagi.

Tepat saat Hayoung berbalik ke arahnya tepat saat itu juga bibir lembut Junhong mendarat pada bibir pink Hayoung. Membuat sang empu nya pemilik bibir terkejut dan membulatkan matanya seketika.

Saranghae. Neo naekkoya.” Bisik Junhong membuat Hayoung merinding karena sensasi geli.

“Jika kau menolakku lagi, maka aku akan berkencan dengan Jinri noona.” Goda Junhong.

Nappeun!” amuk Hayoung dengan kedua pipi yang merona akibat malu.

Yes I am.” Jawab Junhong sambil menunjukkan smirk-nya.

Nado saranghae!” kata Hayoung dan mengecup bibir Junhong kembali.

*THE END*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s