Beranda » Friendship » Behind Your Mask [2nd Mask]

Behind Your Mask [2nd Mask]

 maskeu

Title : Behind Your Mask

Author : xiluhania

CP : @choikeylates

Main cast : Choi Siwon, Choi Sooyoung

Genre : Romantic, Comedy, Friendship

Length : Chaptered

Rating : PG-15

Disclaimer : I’m back!!! Apakah banyak yg menunggu ff ini? Huhuhu maafkan aku readers tercintah, sebelumnya tolong baca kembali part1 kalo udah lupa .__.  Semoga fanfic ini lebih baik dari yang sebelum-sebelumnya J please RCL, Thanksss J

[!!!] TYPO EVERYWHERE!!

~***~

~PREVIEW~

Siwon menengok jam tangannya. Jam Sembilan. Hampir satu jam ia berada di restoran itu. Ia memikirkan, kira-kira Sooyoung sudah pulang atau belum? Ia ingin menyantap makan malam bersama pujaan hatinya itu. Dan juga ia sudah rela memesan 3 porsi Yangnyeom Tongdak untuk Sooyoung yang shiksin itu. Ia tertawa kecil dan keluar dari lift dan berbelok menuju lorong tempat flatnya berada. Ia menyipitkan matanya ketika melihat sesuatu yang aneh. Kantung berisi makanan di tangannya jatuh begitu saja beserta isinya.

 

~~~

“Selamat makan!”ujar semua artis dan staff yang berada di dalam ruang VIP restoran tersebut. Mereka menyantap hidangan yang tersedia dengan lahap. Mereka merayakan hari terakhir mereka melakukan syuting untuk drama terbaru ‘To You’ yang sangat digemari oleh para anak muda karena alur cerita drama tersebut yang menarik dan membuat penasaran.

“Tiffany-ah, di mana managermu?”tanya salah seorang pemain drama tersebut, Lee Donghae. Tiffany meletakkan pisaunya di atas meja dan menengok menatap Donghae.

“Maksudmu, Seohyun?”tanya Tiffany. Donghae mengangguk sambil melanjutkan santapannya. Tiffany kembali makan dengan perasaan malas.

“Entahlah. Tidak seharusnya ia berada di sini, ia memiliki tugas lain kan?”ujar Tiffany. Donghae hanya mengangguk pelan. Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka dan tampaklah sesosok yeoja dengan tas selempangnya.

“Annyeong haseyo. Maaf saya terlambat.”ujar yeoja itu yang ternyata adalah Seohyun, manager Tiffany. Tiffany berdecak sebal dan melanjutkan makannya tanpa melihat ke arah Seohyun. Para artis dan staff mempersilahkan Seohyun untuk duduk dan segera bergabung makan dengan mereka. Seohyun duduk di samping Tiffany. Tiffany meliriknya sinis.

“Kenapa kau datang? Siapa yang menyuruhmu?”tanya Tiffany pelan agar yang lain tak mendengar. Seohyun terdiam sebentar.

“Memangnya kenapa? Apa kau ingin membaca pesan dari sutradara Kim yang mengundangku ke sini, eo?”tanya Seohyun sinis. Tiffany pun kembali makan dengan jengkel. Seohyun tak memedulikannya, ia sudah biasa dengan sifat Tiffany yang tidak suka dengannya.

“Seohyun-ssi, ayo habiskan makananmu.”ujar Donghae ramah. Seohyun hanya tersenyum pelan dan memakan makan malam itu .

~Choi Siwon~

Aku segera berlari ke arah Sooyoung tergeletak lemas di depan pintu flatku. Dia pingsan? Aku menepuk-nepuk pipinya pelan berharap agar ia sadar. Namun ia tak kunjung sadar, malah yang kurasakan badannya panas. Apakah ia demam? Segera aku membuka pintu flat dan menggendongnya masuk. Aku membawanya ke kamarnya dan menidurkannya di ranjang. Aku segera mengambil sebaskom air hangat dan kain lalu mengompresnya. Apa yang terjadi? Aku sungguh bingung.

Hampir satu jam aku mengompresnya. Kini aku menunggu dia sampai siuman. Aku sungguh khawatir sekarang.

~Author~

Jari Sooyoung perlahan bergerak. Ia membuka matanya perlahan dan mencoba mengenali tempat ia berada sekarang. Ia merasakan kepalanya berdenyut pelan yang membuat ia sedikit memegang kepalanya dan mendesah. Siwon yang mendengar desahan Sooyoung pun sadar dari tidurnya.

“Sooyoung, kau baik-baik saja?”tanya Siwon khawatir. Sooyoung menatap Siwon jengkel dan mengalihkan pandangannya ke depan. Siwon bingung.

“Kau kenapa? Apa aku berbuat salah padamu?”tanya Siwon bersalah. Sooyoung menjawab singkat, “Ya, ini karenamu.”

~flashback~

Selesai Sooyoung memasakkan makanan untuk Siwon yang sebenarnya untuknya, ia bersiap ke kampus. Ia mengambil tasnya dan keluar dari kamarnya. Ia berhenti sesaat ketika melihat piring kotor bekas makanan yang ia buat tadi pagi.

“Dasar namja! Susah sekali untuk mencuci piring sendiri!”ujar Sooyoung kesal. Ia ingin mencuci piring terlebih dahulu namun karena waktunya sudah sangat mepet, ia memutuskan untuk langsung pergi ke kampus. Ketika ia akan membuka pintu, pintu tersebut tidak mau terbuka. Beberapa kali ia mengendor pintu tersebut, namun sama saja.

“Haish! Apa ia sengaja mengunciku?”gumam Sooyoung kesal setengah mati. Ia pun memukul-mukul pintu itu beberapa kali namun sia-sia. Ia kehilangan akal dan duduk di sofa ruangan itu. Waktu sudah menunjukkan pukul 10.10 dan Sooyoung sudah terlambat 10 menit untuk kelasnya pagi ini. Sooyoung mengacak-acak rambutnya kesal. Ia mengambil sebuah buku dari tasnya dan mengipas dirinya yang mulai berkeringat.

Beberapa saat kemudian, terlintas ide di otaknya. Ia segera menelepon resepsionis apartemen untuk membukakannya pintu dan berhasil. Ia memang sudah terlambat 30 menit, tetapi ia tetap pergi ke kampus. Ia sangat terburu-buru.

~~~

Sooyoung keluar dari taksi. Ya, hari ini ia terpaksa naik taksi supaya lebih cepat sampai ke kampusnya. Ketika ia akan masuk ke dalam ruang kelasnya, teman-temannya sudah berhamburan keluar kelas. Sooyoung mencoba bertanya pada seorang temannya.

“Ehm, Yuri-ah, kelas sudah selesai?”tanyanya.

“Kau baru datang? Aigoo, hari ini kita hanya membahas makalah 2 minggu lalu itu makanya kita selesai lebih awal hari ini.”jawab Yuri. Sooyoung menepuk jidatnya dan menunduk pasrah. Ketika ia berbalik, ia berpapasan dengan dosennya.

“Choi Sooyoung? Sepertinya aku tak melihatmu di kelas tadi.”ujar dosennya. Sooyoung menjadi gugup.

“Jinjja? Tadi aku duduk di bangku paling belakang, saem.”ujar Sooyoung berbohong. Dosennya mengangguk. Sooyoung merasa lega.

“Chankaman, tadi kau sudah mengumpulkan makalahmu?”tanya sang dosen. Sooyoung bertambah gugup. “Ehm, Su-“

“Sooyoung-ssi! Dari mana saja kau? Kau baru datang? Oh ya, makalahmu mana?”tanya sebuah suara dari belakang. Sooyoung terbelalak dan berbalik. Itu Jonghyun, teman sejurusannya yang sedang membantu dosen membawa makalah-makalah.

“Kau tidak menghadiri kelas tadi, Nona Sooyoung?”tanya dosennya. Sooyoung menggigit bibirnya gugup. Jonghyun hanya diam karena tidak tahu apa yang terjadi antara sang dosen dan Sooyoung. Sooyoung terdiam.

“Di mana makalahmu?”tanya dosen. Sooyoung segera membuka tasnya dan mengobrak-abrik isi tasnya. ‘Matilah aku! Di mana aku menaruh makalah itu?’ujar Sooyoung dalam hati.

“Kau tak membawanya?”tanya dosen. Sooyoung menunduk. “Ya sudah, tidak apa-apa jika kau tak ada nilai.”ujar dosen itu dan berjalan pergi disusul Jonghyun. Sooyoung memukul kepalanya sendiri.

“Haish! Tidak boleh begini!”ujarnya panik. Ia pun memutuskan untuk pulang mengambil makalahnya untuk dikumpulkan pada dosennya itu.

~~~

Langit mendung ketika ia sampai kembali di kampusnya dengan membawa makalah di tangannya. Ia terburu-buru dan setengah berlari untuk sampai di gedung kampusnya. Tiba-tiba gerimis turun dan hujan mengguyurnya, ia berlar cepat dan masuk ke dalam gedung tersebut.

“Haish, sudahlah, hanya basah sedikit.”gumam Sooyoung menatap makalahnya. Ia berlari ke ruangan dosennya. Ketika sampai, beruntung dosennya masih ada dan mau menerima makalahnya. Sooyoung sangat bersyukur. Karena tidak ada kelas lagi, ia pun bergegas pulang. Namun, sebuah suara memanggilnya.

“Sooyoung-ssi!”panggil suara tersebut. Sooyoung berbalik dan mendapati teman-temannya. Sooyoung menghampiri mereka.

“Ada apa?”tanya Sooyoung.

“Begini, hari ini Changmin tidak datang jadi kami tidak ada pemain drum untuk latihan karena besok kami akan mengikuti perlombaan. Bisakah aku mengantikan Changmin untuk hari ini? Aku dengar-dengar kau bisa bermain drum kan?”tanya Taeyeon. Sooyoung tersenyum dan mengangguk.

“Ne.”

~~~

“Annyeong!”

Sooyoung berjalan pelan meninggalkan kampusnya. “Jika tahu akan pulang malam, aku tidak mau menggantikan Changmin, huh!”cibir Sooyoung. Ia terlihat sangat kelelahan. Ia berjalan di tengah jalanan kampus yang becek akrena hujan yang mengguyur. Masih terasa rintik hujan namun Sooyoung tidak memedulikannya. Ia sangat lelah hari ini. Tiba-tiba hujan deras turun dan ia pun segera berlari ke halte bus. Ia setengah basah dan menggerutu kesal.

“Haish! Sial sekali hari ini!”ujarnya. Ia pun menaiki bus dengan badan setengah basah. Kemejanya yang basah memperlihatkan bentuk tubuhnya yang dilapisi tank top hitam dari dalam sehingga ia berjalan cepat mencari tempat duduk agar menutupi tubuhnya yang basah itu. Sepanjang perjalanan, Sooyoung terus menggerutu dan menggerutu menyesali semua tindakan yang diambilnya hari itu.

“Hatchi!!”

Suara bersin Sooyoung menggemparkan seisi bus tersebut. Seorang yeoja yang duduk di sampingnya pun memutuskan berpindah tempat daripada tertular virus flu yang disebarkan Sooyoung. “Haish! Payah sekali aku, baru kena hujan sedikit saja sudah sakit begini.”gerutunya untuk kesekian kalinya pada dirinya pula.

Tak berapa lama, bus berhenti di depan halte yang berjarak sekitar 50 meter dari apartemennya alias apartemen Siwon. Bajunya masih terasa lembap namun tak sebasah tadi. Sooyoung turun dan berjalan pelan menuju flat Siwon. Sooyoung menunduk tanpa memerhatikan jalanan di depannya. Tiba-tiba sebuah sepeda melintas di depannya dan tanpa sengaja menabraknya.

“Aaa!”teriak Sooyoung kaget. Pengendara sepeda tersebut menjadi panik karena ban sepedanya mengenai kaki Sooyoung sehingga Sooyoung jatuh dengan punggungnya terbentur trotoar di sampingnya. Pemuda itu meminta maaf dan Sooyoung hanya mengangguk sambil memegang kaki dan punggungnya yang sakit. Setelah pemuda itu pergi, Sooyoung pun berjalan ke apartemen Siwon dengan tertatih-tatih hingga akhirnya ia pingsan ketika sampai di depan flat Siwon.

~end of flashback~

 

Siwon terdiam di tempatnya. Separah itu kah kelalaiannya yang mengakibatkan Sooyoung sakit seperti ini? Ia merutuki dirinya sendiri. Sooyoung terus diam menunggu pria di hadapannya itu menyadari dan meminta maaf padanya. Sangat mudah bagi Sooyoung untuk mendapat permintaan maaf yang keluar dari mulut Siwon, toh apa saja yang bahkan tidak ia inginkan selalu dilakukan Siwon untuknya.

“Mianhae, Sooyoung-ah. Aku tidak tahu akan seperti ini.”ujar Siwon. Sooyoung tersenyum puas dalam hatinya. Ia terus memasang tampang datar seolah-olah tak ingin memaafkan Siwon, walaupun secara keseluruhan, Siwon tidaklah bersalah dalam segala hal.

“Kau tahu aku adalah tipe orang yang tidak mudah memaafkan,”ujar Sooyoung pada akhirnya. Siwon menghembuskan napasnya dan menatap Sooyoung. Sooyoung berusaha untuk menahan tawanya agar tidak keluar.

“Aku akan memaafkanmu dengan satu syarat.”aju Sooyoung. Siwon masih menunggu lanjutan dari kata-kata Sooyoung.

“Menjauh dariku selama 3 hari!”lanjut Sooyoung dengan setengah berteriak. Siwon terpaku di tempatnya. Menjauhi Sooyoung bukanlah keahliannya dan dia paling menghindari kata itu. Apakah itu hal yang masuk akal jika seseorang yang ia sukai harus ia jauhi karena kesalahan bodoh. Siwon menggeleng.

“Ani, aku tidak bisa.”jawab Siwon sambil melipat kedua tangannya di dadanya yang bidang. Sooyoung merasa kesal. Ia pikir Siwon akan dengan mudahnya berkata ‘ya’. Tetapi ternyata itu salah besar.

“Kalau begitu, aku tak akan memaafkanmu.”ancam Sooyoung dengan nada mengejek. Siwon terlihat berpikir sejenak. Ia merasa akan terbebani jika menjalani syarat yang diajukan Sooyoung. “Apakah tidak ada hal lain?”tanya Siwon. Sooyoung dengan tegas menggeleng kepalanya.

“Itu sangat mudah. Kau hanya perlu bersikap seolah-olah aku tidak ada dan aku juga menganggapmu tidak ada lalu, tadaaa~ misimu selesai jika itu sudah mencapai 3 hari.”jelas Sooyoung dengan keyakinan. Siwon menunjukkan ekspresi sedihnya. Menjauhi Sooyoung sama saja ia tidak mendapatkan semangat hidupnya. Bagaimana ia bisa melanjutkan hidupnya jika tidak ada semangat hidup? Baiklah, ini terlalu berlebihan mungkin.

“Aku berikan waktu 3 detik untuk berpikir Mr. Choi. Satu..”

Siwon menatap Sooyoung dengan memohon agar membatalkan syarat bodoh tersebut. Namun Sooyoung mengabaikan itu dan terus menghitung mundur.

“Dua…”

Siwon masih diam.

“Ti..”ketika Sooyoung akan melanjutkan katanya, Siwon pun bersuara. “Baiklah. Tapi, hanya 3 hari.”jawab Siwon pada akhirnya yang membuat Sooyoung tersenyum penuh kemenangan. Siwon terlihat lemas dan malas. Tapi, terbalik dengan Sooyoung yang bahagia karena bisa terlepas dari ocehan Siwon setiap menitnya.

“Baiklah. Sampai jumpa di hari di mana kita kembali berbicara.”ujar Sooyoung dengan semangat lalu menyelimuti dirinya dengan selimut tebal bermotifkan polkadot miliknya.

‘Asal kau tahu Choi Sooyoung, kau seperti menyuruhku bunuh diri.’rutuk Siwon dalam hatinya dan beranjak pergi dari kamar Sooyoung.

~~~

Keesokan harinya Sooyoung bangun lebih pagi dari Siwon dan menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri tentunya. Bau sedap dari makanan buatan Sooyoung tercium sampai indera penciuman Siwon. Siwon yang baru saja bangun dengan cepat berjalan menuju meja makan dengan mata yang berbinar-binar. Namun, belum sempat menyentuh makanan itu, Sooyoung sudah datang dengan sepiring nasi di tangannya lalu bersiap menyantap sarapannya yang sangat lezat itu. Siwon pun kembali teringat perjanjian tadi malam bahwa ia harus menjauhi Sooyoung selama 3 hari. Siwon pun mengurungkan niatnya untuk menyapa Sooyoung juga dan bergegas bersiap ke kampus.

Sooyoung yang diam-diam melihat Siwon merasa geli dengan sikap namja itu yang bingung. Ingin rasanya Sooyoung berbagi makanan dengannya namun perjanjiannya harus ia pertanggung jawabkan. Usai menyantap sarapannya, ia bersiap ke kampus.

Mereka berdua bertemu kembali di lift. Sooyoung terus bersikap seolah Siwon tidak ada dan hanya menatap kosong pada Siwon. Sementara Siwon merasa tersiksa dengan hal itu. Ia ingin berbicara dengan Sooyoung walaupun hanya sepatah atau dua kata. Siwon tetap berangkat dengan mobil sportnya. Sementara Sooyoung mendapat sedikit kerugian, ia harus menaiki bus atau taksi yang harus mengeluarkan biaya. Padahal jika ia bersama Siwon, tak akan ada biaya apapun yang harus menguras dompetnya.

Tetapi, Sooyoung tetap konsisten terhadap perjanjiannya dan menaiki taksi seolah merasa itu hal biasa. Siwon hanya mampu menghela napas ketika melihat Sooyoung mengabaikan mobilnya dan memilih untuk menaiki kendaraan umum.

“Sooyoung-ssi!”teriak sebuah suara. Sooyoung yang baru saja memasuki kampus menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang memanggilnya. Orang itu menghampiri Sooyoung dengan senyuman.

“Changmin?”gumam Sooyoung pelan. Namja bernama Changmin itu tersenyum pada Sooyoung.

“Aku ingin mengucapkan terima kasih karena kau mau menggantikanku kemarin.”ujar Changmin. Sooyoung pun mengangguk mengerti. ‘Ya, meskipun aku menjadi sakit karena harus berlatih menggantikanmu sampai malam.’ucap Sooyoung dalam hatinya dan tersenyum.

“Gwenchana. Aku bisa menggantikanmu kapan saja kau berhalangan.”ujar Sooyoung dengan gampangnya. Sooyoung merutuki dirinya yang tak bisa mengontrol kata-katanya. Tampak sebuah senyuman cerah dari Changmin.

“Jinjja? Jeongmal gomawo, Sooyoung-ssi. Kau yang terbaik!”ujar Changmin gembira. Sooyoung ikut tersenyum kaku.

“Aku ada kelas sekarang, aku duluan ya, Annyeong!”pamit Changmin dan berlalu pergi. Sooyoung melambaikan tangannya pada Changmin yang setengah berlari menuju kelasnya.

Dari kejauhan, Siwon yang memerhatikan Sooyoung sedang bercakap dengan Changmin hanya bisa menghembuskan napasnya kesal. Apa salahnya jika Sooyoung menunjukkan senyum manisnya seperti tadi itu untuknya, bukan untuk Changmin, yang juga teman dekatnya.

“Yaa! Kau ke mana saja?”tanya sebuah suara yang mengejutkan Siwon. Ternyata itu adalah Changmin. Baru saja Siwon melihat temannya itu bercakap-cakap dengan Sooyoung, sekarang dia berada di sampingnya.

“Ani, aku baru datang.”jawab Siwon singkat. Changmin membentuk huruf ‘o’ di mulutnya.

“Ehm, apa yang kaubicarakan tadi dengan yeoja itu?”tanya Siwon penasaran.

“Maksudmu Sooyoung?”tanya Changmin. Siwon mengangguk. Changmin tertawa kecil.

“Dia cantik bukan?”tanya Changmin lagi sambil tertawa. Siwon terpaku di tempatnya. Ya, Sooyoung cantik, sangat cantik dan hanya Sooyoung lah yang paling cantik di mata Siwon. Sebuah hantaman keras memukul hati Siwon. Apakah Changmin menyukai Sooyoung? Pikiran itu berkelebat di dalam otaknya sekarang.

“Wae? Kenapa kau diam saja?”tanya Changmin membuyarkan lamunan Siwon seketika. Siwon pun sadar kembali dan menggeleng cepat.

“Aniya. Ya, dia cantik. Kau….”Siwon memberikan jeda pada pertanyaannya. Changmin menautkan alisnya dan tetawa kecil melihat ekspresi Siwon yang aneh menurutnya. Siwon hanya diam dan terus diam.

“Ya, aku menyukainya. Kajja, kita ada kelas sekarang!”ujar Changmin setelah menyatakan dengan terus terang bahwa ia menyukai Sooyoung. Seperti tertusuk beribu pisau tajam perasaannya kini, Siwon refleks menepis tangan Changmin. Changmin menghentikan langkah pertamanya dan menoleh kepada Siwon. Rahang Siwon mengeras melihat sahabatnya yang terlihat bodoh.

“Ani.”jawab Siwon singkat dan kembali tersenyum dengan paksa.

~~~

Yoona menapakkan kakinya di sebuah ruangan kelas yang luas. Banyak pasang mata yang menatapnya aneh karena penampilannya yang bisa dikatakan aneh. Ia berasal dari Busan. Busan bukanlah kota yang kuno. Tetapi kesalahannya adalah Yoona yang tinggal di daerah pedesaan sehingga gayanya terlihat sedikit berbeda. Yoona duduk di sebuah kursi paling depan dengan perasaan tak menentu. Ia takut tidak diterima di kelas barunya itu.

Tiba-tiba, bunyi gebrakan pintu terdengar ke seluruh penjuru ruangan. Tampak sesosok pria dengan gaya angkuh memasuki ruangan tersebut. Perubahan suasana ruangan tersebut sangatlah kentara. Suasana yang tadinya ribut kini menjadi hening. Semua orang sibuk memperhatikan pria itu. Mata para yeoja tampak berbinar-binar seperti melihat sebuah gaun emas keluaran terbaru sebuah merk terkenal. Yoona sedang sibuk menenggelamkan suara menguapnya agar tidak terdengar. Pria itu duduk tepat di samping Yoona. Yoona yang menyadari seseorang duduk di sampingnya segera mengangkat mukanya. Ia berharap orang itu bisa menjadi teman pertamanya.

“Anny—“ucapan Yoona terhenti ketika melihat siapa sosok sebenarnya di sampingnya ini. Pria tempo hari yang menghinanya di depan banyak orang dengan sikap angkuhnya. Yoona mengepalkan tangannya menahan amarah yang ia pendam tempo hari. Rasa-rasanya, ia ingin menggebrak meja dan membuangnya ke tubuh pria itu. Sungguh sadis. Untung itu hanya sebuah imajinasi.

“Neo?”ujar pria itu namun dengan nada yang menyembunyikan rasa kagetnya. Ia berdecak dan memangku kakinya sehingga menambah kesan sombong pada dirinya. Dengan segera, Yoona memebereskan bukunya di meja dan berpindah ke meja belakang. Pria itu berbalik sehingga mereka berhadapan. Yoona memberanikan diri menatap pria di depannya itu.

“Kau jurusan manajemen bisnis? Dan kau sekelas denganku? Oh Tuhan, sungguh sebuah kesialan di pagi hari.”ujarnya sinis sambil menekankan kata kesialan. Yoona meramas pensil di tangannya dan menahan napasnya.

“Maaf, aku tidak ingin berurusan denganmu.”ujar Yoona sesopan mungkin. Ia tak mungkin membuat kekacauan di hari pertamanya kuliah, hari bersejarahnya.

“Siapa juga yang ingin berurusan denganmu? Jangan terlalu percaya diri, agassi.”balas pria itu dan berbalik menghadap ke depan. Tanpa sadar, pensil yang ada di genggaman Yoona kini telah patah. Yoona membuang pensil itu ke lantai. Kelas yang hening itu menyadari pensil yang dibuang Yoona. Semua orang berbalik dan menatap ke arah Yoona. Suasana yang sangat menegangkan. Pria itu berdiri dari kursinya dan berjalan menghampiri Yoona yang menatap lurus ke depan.

“Siapa namamu? Im Yoona?”tanya pria itu angkuh. Yoona berdiri dan menghadap pria itu tak kalah angkuh. Yoona menaikkan sebelah alisnya, bermaksud menantang.

“Baiklah, Yoona. Namaku Cho Kyuhyun. Akulah yang paling berkuasa di sini. Siapa pun yang berani berurusan denganku, tak segan-segan akan kubunuh dia.”jelas Kyuhyun dengan smirk. Yoona sama sekali tidak gentar dengan perkataan sombong yang keluar dari mulut Kyuhyun. Yoona malah semakin ingin menerkam habis pria di depannya itu.

“Oh ya? Kita lihat saja siapa yang akan mati pada akhirnya, Cho Kyuhyun yang terhormat.”balas Yoona dan tersenyum sinis.

~~~

Sorotan kamera tak hentinya menyorot yeoja berambut hitam yang sedang tersenyum lebar dengan eye smile-nya. Setelah dua menit menerima kilatan blitz, yeoja itu menuju ke backstage dengan beberapa staf dan managernya.

“Tiffany-ssi, waktumu 20 menit lagi untuk menuju red carpet selanjutnya di pantai timur. Van akan menjemputmu tepat waktu.”jelas seorang kepala staff berbadan gembul dan berlalu pergi. Tiffany ditinggalkan di ruang make up-nya bersama dengan dua orang stylish dan managernya, Seohyun.

“Siapa saja yang ada di acara SFDA (Seoul Film Documenter Award)?”tanya Tiffany sambil menyentuhkan tangannya di layar ponsel. Seohyun yang sedang sibuk dengan ipadnya terdiam sejenak.

“Banyak. Para artis senior dan junior pastinya. Salah satunya ada Jung Yonghwa dan Xi Luhan.”jawab Seohyun dengan sedikit penekanan. Tiffany terhenti sejenak dari kegiatannya. Darahnya mengalir semakin deras ketika mendengar nama kedua orang itu. Kedua namja sempurna yang belakangan ini sedang menarik perhatiannya. Apalagi, sebulan yang lalu Tiffany berhasil menjalankan sebuah iklan minuman bersoda bersama dengan Jung Yonghwa.

“Uhuk! Apa maksudmu menyebutkan nama mereka?”tanya Tiffany berusaha menjaga image-nya. Seohyun terkekeh pelan dan mengambil segelas jus apel yang ada di sampingnya lalu menyeruputnya.

“Jangan berpura-pura, eo? Kedua makhluk itu terlihat menarik bagimu kan?”terka Seohyun. Tiffany bersikap seolah-olah tidak ada apapun yang terjadi.

“Mworago? Hah, kau jangan mengada-ada. Aku tidak tertarik dengan artis pendatang baru.”elak Tiffany. Seohyun memutuskan untuk diam daripada akan menghabiskan waktu berdebat dengan Tiffany. Seohyun tahu semuanya, Tiffany saja yang terlalu bodoh untuk berbicara sendiri di ruang ganti ketika ia pikir Seohyun sedang tertidur pulas di belakangnya.

“Cepat pergi ganti bajumu. Kita harus pergi 10 menit lagi.”perintah Seohyun.

~~~

Sebuah mobil terpakir dengan rapi di depan apartemen berlantai 15 itu. Siwon turun dari mobilnya dengan membawa beberapa makalah yang harus ia koreksi pada malam ini juga. Siwon segera sampai di flatnya dan masuk. Di sana masih sepi seperti tak ada tanda-tanda kehidupan. Siwon hanya menghela napas dan masuk ke kamarnya. Waktu menunjukkan pukul 2 siang. Untung Siwon sudah makan siang bersama teman-temannya di kantin tadi ketika membahas makalah.

Siwon merasa jengah di dalam kamarnya. Ia memutuskan untuk menghibur diri dengan menonton televisi. Ketika ia sedang serius menonton acara talkshow yang mengundang seorang petinju Korea, pintu terbuka tiba-tiba.

Sooyoung berjalan dengan langkah gontai dan menghempaskan tubuhnya di samping Siwon. Jantung Siwon berdetak begitu kencang. Apakah Sooyoung melupakan perjanjian sehingga dengan sengaja ia duduk di samping Siwon?

“Ada apa denganmu?”tanya Siwon pelan. Tak ada jawaban dari Sooyoung. Siwon menyadari bahwa Sooyoung sama sekali tidak melupakan perjanjian mereka. Sooyoung sama sekali tidak menghiraukan Siwon yang seolah-olah sedang berbicara sendiri. Tanpa banyak tingkah, Sooyoung masuk ke kamarnya. Siwon melanjutkan acara menontonnya walau hatinya merasa kecewa karena perjanjian itu sungguh memukul jiwa. Kurang lebih satu jam tak ada bunyi apa pun dari dalam kamar Sooyoung. Siwon pun mematikan televisi dan memberanikan diri masuk ke dalam kamar Sooyoung.

Kriet..

Suara pintu dibuka sangat kecil. Siwon memandang seisi kamar dan matanya berhenti ketika melihat Sooyoung yang sedang tetidur pulas di ranjangnya. Siwon pelan-pelan menutup pintu dan menghampiri Sooyoung. Ia berjongkok di samping tempat tidur Sooyoung dan melipat kedua tangannya di atasnya. Tampak wajah kelelahan dari Sooyoung yang membuat Siwon kasihan. Ia menatap wajah indah milik yeoja itu. Siwon menatap dengan rinci setiap lekuk wajah yeoja di depannya itu. Kantung mata yang sedikit menghitam terlihat jelas dalam jarak sedekat ini, namun, Siwon yakin ia tak menyadari kantung mata tersebut karena mata Sooyoung yang indah telah menipunya. Hidung yang mancung dan pipi yang merah merona serta bibir tipis yang kemerahmudaan. Siwon sungguh mengagumi makhluk ciptaan Tuhan yang sangat dicintainya itu.

Tanpa sadar, tangan Siwon berani menyelipkan rambut Sooyoung yang terjatuh menutupi wajahnya di belakang daun telinganya, lalu ia mengelus pelan pipi merah Sooyoung. Menurutnya, Sooyoung seribu kali lebih menarik dan menghibur daripada acara di televisi tadi.

“Aku harap tiga hari ini segera berakhir.”gumam Siwon dan tersenyum pada Sooyoung yang sedang terlelap.

TO BE CONTINUED..

Horassss!!! Akhirnya author bisa ngepost ff amatiran ini T_T mianhae untuk keterlambatan yang sangat fatal ini TT mohon rcl nya ya readers… tolong jangan gebukin author yg berdosa ini T___T kamsahamnidaaaaaaa ~~

(visit my own blog http://hellohyeonney.wordpress.com/) *numpang promote wkwk*

Iklan

6 thoughts on “Behind Your Mask [2nd Mask]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s